Karhutla Kalimantan Meluas, Ratusan Warga Terpaksa Mengungsi

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda Kalimantan pada puncak musim kemarau tahun ini. Kabut asap tebal yang ditimbulkan tidak hanya menyelim

Aug 24, 2026 - 04:55
0 0
Karhutla Kalimantan Meluas, Ratusan Warga Terpaksa Mengungsi

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda Kalimantan pada puncak musim kemarau tahun ini. Kabut asap tebal yang ditimbulkan tidak hanya menyelimuti langit, tetapi juga mengganggu rutinitas harian warga di sejumlah kabupaten dan kota. Sebagian warga bahkan terpaksa meninggalkan rumahnya karena asap pekat mulai menyelimuti permukiman dan mengancam kesehatan keluarga mereka.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat menyiapkan sejumlah titik pengungsian untuk menampung warga terdampak. Ratusan jiwa dilaporkan mengungsi dari kawasan yang berada dekat dengan lokasi kebakaran, mayoritas berasal dari keluarga yang memiliki anak-anak dan lansia—kelompok paling rentan terhadap paparan asap.

Kebakaran Muncul di Puncak Musim Kemarau

Fenomena karhutla di Kalimantan sebenarnya bukan hal baru. Setiap tahun, saat musim kemarau tiba, ratusan hingga ribuan titik panas (hotspot) muncul di sejumlah wilayah, terutama di lahan gambut yang mudah terbakar ketika kondisinya kering. Tahun ini, kondisi cuaca yang semakin kering memperparah penyebaran api sehingga kebakaran berlangsung lebih luas dan lebih sulit dikendalikan.

Pemantauan satelit yang dilakukan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mencatat puluhan hingga ratusan titik panas tersebar di wilayah Kalimantan dalam sepekan terakhir. Konsentrasi titik panas tertinggi berada di area lahan gambut yang selama ini menjadi langganan kebakaran musiman.

Kronologi: Dari Titik Panas Hingga Evakuasi

Berikut urutan kejadian yang berhasil dihimpun dari laporan warga dan petugas di lapangan:

  1. Jumlah titik panas meningkat drastis dan terdeteksi satelit di sejumlah kabupaten/kota di Kalimantan pada awal pekan.
  2. Api menjalar cepat di area lahan kering dan gambut, memunculkan asap tebal yang menyebar hingga ke permukiman warga.
  3. Kualitas udara di sejumlah wilayah turun ke level tidak sehat, dengan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) menembus angka tinggi.
  4. Sejumlah sekolah terpaksa diliburkan dan sebagian aktivitas perkantoran dibatasi demi keselamatan warga.
  5. Warga di permukiman terdekat dengan titik api mulai mengungsi secara mandiri ke rumah kerabat maupun ke tempat pengungsian yang disiapkan pemerintah.
  6. BPBD bersama TNI, Polri, Manggala Agni, dan relawan dikerahkan untuk memadamkan api serta membagikan masker dan bantuan logistik.

Kabut Asap Ganggu Kesehatan dan Aktivitas Warga

Kabut asap yang pekat telah mengubah keseharian masyarakat. Jarak pandang di sejumlah daerah menurun drastis sehingga sebagian jadwal penerbangan sempat terganggu. Warga diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan, sementara para nelayan dan pekerja informal menjadi kelompok yang paling terdampak karena terpaksa tetap bekerja di tengah udara yang tercemar.

Dari sisi kesehatan, Dinas Kesehatan setempat mencatat peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di puskesmas sekitar lokasi kebakaran. Ratusan warga, mayoritas anak-anak dan lansia, dilaporkan memeriksakan diri akibat keluhan batuk, iritasi mata, dan sesak napas. Petugas kesehatan memperkuat posko layanan di titik-titik pengungsian untuk mengantisipasi lonjakan pasien.

Respons Pemerintah dan Upaya Pemadaman

Pemerintah pusat dan daerah bergerak cepat menangani situasi ini. Operasi pemadaman udara menggunakan helikopter water bombing dilakukan di titik-titik api yang sulit dijangkau, sementara tim darat terus melakukan pemadaman manual dan pembasahan lahan gambut agar api tidak menjalar lebih luas.

Upaya penegakan hukum juga digencarkan. KLHK bersama aparat kepolisian menyelidiki dugaan kebakaran yang dipicu aktivitas pembukaan lahan. Pelaku pembakaran lahan terancam sanksi pidana sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Masyarakat diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar, karena dampaknya tidak hanya merugikan lingkungan, tetapi juga kesehatan dan perekonomian warga.

Hingga berita ini diturunkan, petugas masih berjibaku memadamkan api di sejumlah titik. Warga diimbau tetap waspada, memakai masker saat beraktivitas di luar rumah, dan segera melapor kepada petugas apabila kondisi lingkungannya memburuk.

FAQ: Pertanyaan Seputar Karhutla

[SOCIAL_TWEET]: Kabut asap karhutla Kalimantan makin pekat. Ratusan warga terpaksa mengungsi, sekolah diliburkan, ISPA meningkat. Petugas terus berjibaku memadamkan api. Tetap pakai masker, ya. #Karhutla #Kalimantan [SOCIAL_TG]: 🚨 Kabut asap karhutla Kalimantan makin tebal. Ratusan warga diungsikan, sekolah diliburkan, kasus ISPA naik. Tim gabungan lakukan water bombing dan pemadaman darat. Warga diimbau pakai masker dan kurangi aktivitas luar ruangan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
putri-anggraini

Fact Checker Politik. Memverifikasi klaim publik, pidato pejabat, dan informasi viral. Anggota jaringan cek fakta Indonesia.

Comments (0)

User