Rusun Manggarai Dibangun, ESDM Dorong Sampah Kota Jadi Listrik
Pemerintah kembali menunjukkan komitmennya dalam membenahi infrastruktur dan lingkungan perkotaan lewat dua langkah besar yang berjalan pada pekan ini. Pro
Pemerintah kembali menunjukkan komitmennya dalam membenahi infrastruktur dan lingkungan perkotaan lewat dua langkah besar yang berjalan pada pekan ini. Prosesi peletakan batu pertama (groundbreaking) rumah susun (rusun) di sekitar Stasiun Manggarai, Jakarta, akan digelar pada Jumat, 21 Agustus 2026. Pada waktu yang hampir bersamaan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mendorong pengolahan 71 juta ton timbunan sampah perkotaan per tahun yang selama ini belum diolah optimal untuk disulap menjadi sumber energi listrik.
Dua kebijakan tersebut menjadi sorotan publik karena menyentuh dua persoalan mendasar warga kota, yaitu kebutuhan hunian layak dan pengelolaan sampah yang kian menumpuk. Keduanya juga menjadi bagian dari agenda pembangunan berkelanjutan yang tengah digenjot pemerintah di tengah pesatnya laju urbanisasi di berbagai daerah.
Peletakan Batu Pertama Rusun Manggarai Digelar Jumat Ini
Rencana pembangunan rusun di sekitar Stasiun Manggarai akhirnya memasuki babak baru. Prosesi groundbreaking akan dilakukan pada Jumat (21/8) pekan ini, menandai dimulainya pembangunan fisik hunian vertikal di kawasan tersebut. Lokasi Manggarai dipilih karena menjadi salah satu simpul transportasi tersibuk di Jakarta, dengan akses yang menghubungkan berbagai moda kereta dan angkutan umum.
Pembangunan rusun di kawasan stasiun dinilai strategis untuk mendekatkan hunian warga dengan tempat kerja serta akses transportasi umum. Kehadiran rusun diharapkan mampu menekan biaya hidup warga berpenghasilan rendah yang selama ini harus menempuh perjalanan jauh setiap hari. Konsep ini sejalan dengan pendekatan transit oriented development (TOD), yakni kawasan yang memadukan hunian, perkantoran, dan fasilitas umum dalam satu area yang terhubung langsung dengan transportasi massal.
Berikut urutan agenda terkait pembangunan rusun Manggarai:
- Perencanaan dan penyiapan lahan di sekitar Stasiun Manggarai diselesaikan oleh pemerintah daerah bersama kementerian terkait.
- Prosesi groundbreaking digelar pada Jumat, 21 Agustus 2026 sebagai penanda resmi dimulainya tahap konstruksi.
- Pembangunan fisik rusun dilanjutkan dengan target hunian mulai dapat digunakan warga dalam beberapa tahun ke depan.
- Penghunian direncanakan melalui mekanisme sewa dengan prioritas warga berpenghasilan rendah dan pekerja sektor informal di sekitar kawasan.
Dengan mobilitas yang lebih efisien, warga penghuni rusun tidak lagi bergantung pada kendaraan pribadi untuk menuju pusat kegiatan ekonomi. Dampaknya, kemacetan dan polusi udara di Jakarta diharapkan ikut berkurang seiring beroperasinya kawasan hunian terpadu tersebut.
ESDM Dorong Sampah Perkotaan Disulap Jadi Listrik
Di sisi lain, Kementerian ESDM menyoroti persoalan sampah yang belum terkelola dengan baik di seluruh Indonesia. Kementerian ESDM mengungkapkan bahwa timbunan sampah perkotaan yang mencapai 71 juta ton per tahun belum diolah secara optimal. Angka tersebut menjadi dasar dorongan agar sampah tidak lagi hanya berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA), melainkan diubah menjadi energi listrik yang bermanfaat bagi masyarakat.
"Timbunan sampah perkotaan yang mencapai 71 juta ton per tahun belum diolah optimal," demikian pernyataan resmi Kementerian ESDM.
Pengolahan sampah menjadi energi, atau yang dikenal dengan istilah waste to energy (WtE), dinilai memiliki dua manfaat sekaligus, yaitu mengurangi beban TPA yang semakin penuh sekaligus menambah pasokan listrik nasional. Teknologi ini memanfaatkan sampah sebagai bahan bakar pembangkit listrik sehingga volume sampah berkurang drastis, sementara energinya dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan warga dan industri.
Beberapa poin penting dari dorongan Kementerian ESDM tersebut:
- 71 juta ton sampah perkotaan per tahun menjadi potensi bahan baku pembangkit listrik yang belum tergarap maksimal.
- Pengolahan sampah menjadi listrik dapat mengurangi beban TPA yang semakin penuh di berbagai kota besar.
- Teknologi WtE diharapkan berkontribusi pada ketahanan energi nasional sekaligus menjaga kebersihan lingkungan.
- Dibutuhkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan swasta untuk merealisasikan pembangkit listrik berbasis sampah di berbagai wilayah.
Meski potensinya besar, pengolahan sampah menjadi energi tetap menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari kebutuhan pemilahan sampah di sumbernya, kesiapan teknologi, hingga pendanaan investasi yang tidak sedikit. Karena itu, edukasi kepada masyarakat untuk memilah sampah sejak dari rumah menjadi kunci agar bahan baku pembangkit listrik tetap tersedia secara berkelanjutan.
Dua Langkah Menuju Kota yang Lebih Layak Huni
Kedua kebijakan tersebut mencerminkan arah pembangunan yang semakin memadukan aspek sosial dan lingkungan. Rusun Manggarai menjawab kebutuhan hunian terjangkau di tengah kota, sementara pengolahan sampah menjadi listrik menjawab dua masalah sekaligus, yaitu pencemaran lingkungan dan kebutuhan energi nasional.
Namun, keberhasilan kedua program tetap bergantung pada konsistensi pelaksanaan di lapangan. Masyarakat menanti realisasi nyata, mulai dari selesainya pembangunan rusun di Stasiun Manggarai hingga beroperasinya fasilitas pengolahan sampah menjadi energi di berbagai kota di Indonesia.
[SOCIAL_TWEET]: Rusun Manggarai mulai dibangun Jumat ini, ESDM dorong 71 juta ton sampah kota disulap jadi listrik. #RusunManggarai #SampahJadiEnergi[SOCIAL_TG]: Rusun Manggarai groundbreaking Jumat ini. ESDM: 71 juta ton sampah kota per tahun belum diolah optimal, dorong jadi listrik. Simak berita lengkapnya!
Comments (0)