BANJARMASIN, APABERITA.COM — Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin menginstruksikan seluruh rumah sakit rujukan dan fasilitas layanan kesehatan di wilayah Banjarmasin serta sekitarnya untuk bersiaga penuh menyusul insiden kecelakaan laut yang menimpa KMP Virgo Transport. Kesiapsiagaan ini difokuskan guna memastikan setiap korban yang dievakuasi segera memperoleh penanganan medis darurat tanpa hambatan administratif.
Langkah cepat tersebut diambil sebagai bentuk tanggap darurat pemerintah daerah terhadap peristiwa kecelakaan transportasi laut di perairan Kalimantan Selatan. Seluruh sumber daya medis, mulai dari ruang instalasi gawat darurat (IGD), ketersediaan stok darah, dokter spesialis bedah, hingga layanan trauma healing telah disiapkan untuk mengantisipasi kedatangan para penyintas.
Kronologi dan Langkah Tanggap Darurat Penyelamatan
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan bersama instansi gabungan langsung menyusun alur penanganan darurat segera setelah laporan kecelakaan kapal diterima oleh pihak berwenang. Berikut adalah tahapan respons cepat yang dilakukan tim terpadu:
- Aktivasi Pusat Krisis Kesehatan: Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan langsung membuka posko darurat dan berkoordinasi dengan Basarnas serta Ditpolairud Polda Kalsel guna memantau jumlah korban yang berhasil dievakuasi dari titik koordinat kapal.
- Penyiagaan Armada Ambulans: Puluhan armada ambulans dari berbagai puskesmas dan relawan dikerahkan ke titik debarkasi pelabuhan untuk menyambut para korban yang dibawa kapal penyelamat.
- Mobilisasi RS Rujukan Utama: Rumah sakit besar di Banjarmasin, termasuk RSUD Ulin dan RSUD Moch Ansari Saleh, menaikkan status siaga dengan mengosongkan tempat tidur darurat serta menyiagakan tenaga medis tambahan di ruang operasi.
"Fokus utama kita saat ini adalah keselamatan jiwa para penumpang dan awak kapal. Seluruh rumah sakit rujukan harus siaga 24 jam. Jangan ada kendala birokrasi, semua korban harus ditangani secara cepat, tepat, dan intensif," tegas Gubernur Kalsel H. Muhidin saat memberikan arahan kepada jajaran dinas terkait.
Penguatan Fasilitas Medis dan Penanganan Trauma Korban
Selain penanganan luka fisik akibat benturan atau paparan air laut dalam waktu lama, tim medis juga menyiapkan penanganan psikologis bagi para penyintas. Sejumlah langkah prioritas layanan kesehatan yang disiapkan meliputi:
- Penanganan Hipotermia dan Dehidrasi: Penyediaan ruang observasi khusus dengan peralatan penghangat tubuh dan infus cairan elektrolit untuk memulihkan kondisi korban pascaevakuasi.
- Operasi Bedah Darurat: Tim dokter bedah ortopedi dan bedah umum disiagakan apabila ditemukan korban dengan trauma fisik parah atau patah tulang.
- Pendampingan Psikologis: Tim psikiater dan psikolog klinis diterjunkan guna membantu memulihkan trauma emosional penumpang, terutama kelompok rentan seperti wanita dan anak-anak.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus menjalin komunikasi intensif dengan pihak Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) serta tim SAR gabungan guna memastikan pembaruan data korban selamat maupun yang masih memerlukan perawatan intensif di rumah sakit rujukan.
Comments (0)