Sep 18, 2026
Hukum

KAI Operasikan 113 Unit PLTS demi Dukung Efisiensi Energi Perkeretaapian

JAKARTA — PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus mempercepat langkah dekarbonisasi dan transisi energi hijau di lingkungan operasionalnya. Hingga kini, ba

KAI Operasikan 113 Unit PLTS demi Dukung Efisiensi Energi Perkeretaapian

JAKARTA — PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus mempercepat langkah dekarbonisasi dan transisi energi hijau di lingkungan operasionalnya. Hingga kini, badan usaha milik negara tersebut telah resmi mengoperasikan sebanyak 113 unit Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang tersebar di 92 titik aset strategis di berbagai wilayah operasi.

Langkah pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) ini mencatatkan total kapasitas terpasang sebesar 4,43 Megawatt peak (MWp). Melalui infrastruktur pembangkit berbasis tenaga surya tersebut, KAI memproyeksikan produksi energi listrik bersih mampu mencapai 5,8 juta hingga 6,6 juta kilowatt-hour (kWh) per tahun.

Kronologi dan Tahapan Pemasangan Panel Surya KAI

Pembangunan sistem PLTS pada fasilitas perkeretaapian tidak dilakukan secara instan, melainkan melalui peta jalan terukur yang dimulai sejak beberapa tahun terakhir. Peningkatan kapasitas terpasang berlangsung secara konsisten dari tahun ke tahun:

  1. Tahun 2022: KAI memulai proyek rintisan implementasi energi surya ramah lingkungan dengan kapasitas awal sebesar 206 kWp.
  2. Tahun 2023: Perluasan instalasi panel surya meningkat tajam dengan penambahan daya terpasang hingga mencapai 1.314,30 kWp.
  3. Tahun 2024: Ekspansi berlanjut secara masif melalui penambahan kapasitas baru sebesar 1.914,20 kWp di berbagai titik aset strategis.
  4. Tahun 2025: Penguatan jaringan PLTS terus berjalan dengan penambahan daya terpasang sebesar 996,15 kWp.
  5. Tahun 2026: Manajemen merencanakan perluasan lanjutan dengan target tambahan kapasitas sedikitnya 500 kWp untuk memperluas jangkauan fasilitas hijau.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menegaskan bahwa keandalan infrastruktur energi menjadi pilar utama dalam menjamin kenyamanan mobilitas penumpang dan kelancaran distribusi logistik nasional.

"Kereta api membutuhkan dukungan infrastruktur yang andal agar perjalanan masyarakat dan distribusi barang dapat berjalan optimal. Pengelolaan energi menjadi salah satu aspek penting dalam operasional perkeretaapian, sehingga KAI terus mencari peluang pemanfaatan teknologi yang dapat meningkatkan efisiensi energi pada aset perusahaan," ujar Anne Purba dalam keterangan resminya.

Cakupan Distribusi Aset dan Dampak Lingkungan

Dari total instalasi yang beroperasi, pemanfaatan panel surya saat ini telah mencakup 62 lokasi stasiun penumpang serta puluhan gedung perkantoran, dipo lokomotif, hingga balai yasa. Keberadaan PLTS di area stasiun tidak hanya menyuplai kebutuhan penerangan dan pendingin ruangan, tetapi juga memangkas beban biaya listrik konvensional secara signifikan.

Integrasi energi surya ini memberikan sejumlah dampak strategis bagi operasional perkeretaapian nasional, di antaranya:

  • Reduksi Emisi Karbon: Menekan jejak karbon operasional secara berkelanjutan guna mendukung target Net Zero Emission pemerintah.
  • Efisiensi Biaya Operasional: Mengurangi ketergantungan pada pasokan listrik fosil pada jam-jam beban puncak di stasiun dan kantor operasional.
  • Peningkatan Keandalan Pasokan: Menyediakan cadangan energi mandiri yang ramah lingkungan untuk menunjang fasilitas pelayanan publik.

Dengan perluasan yang terus digulirkan, KAI berkomitmen menjadikan moda transportasi rel bukan hanya sebagai sarana angkutan massal yang bebas macet, melainkan juga sebagai ekosistem transportasi paling ramah lingkungan di Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS hendra-wijaya

Editor Politik. Mantan jurnalis cetak dengan spesialisasi politik elektoral. Menulis analisis kebijakan dan reportase parlemen.

Comments (0)

User