Jembatan Cincin Donat Dukuh Atas Mulai Dibangun, Nyambung MRT hingga LRT

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama PT MRT Jakarta secara resmi memulai pencanangan pembangunan pedestrian deck atau yang dikenal sebagai jembatan cincin donat di kawasan Dukuh Atas pada hari i

Jul 08, 2026 - 06:17
0 0
Jembatan Cincin Donat Dukuh Atas Mulai Dibangun, Nyambung MRT hingga LRT

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama PT MRT Jakarta secara resmi memulai pencanangan pembangunan pedestrian deck atau yang dikenal sebagai jembatan cincin donat di kawasan Dukuh Atas pada hari ini. Proyek strategis ini dirancang untuk menjadi simpul integrasi antarmoda yang akan menghubungkan enam moda transportasi publik sekaligus, mulai dari MRT Jakarta, LRT, KRL Commuter Line, Bus Transjakarta, hingga angkutan umum lainnya. Dengan hadirnya jembatan layang pejalan kaki ini, mobilitas masyarakat di pusat bisnis Jakarta diproyeksikan semakin lancar, aman, dan nyaman.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan bahwa pembangunan jembatan pejalan kaki sepanjang dan seluas yang direncanakan ini tidak akan menggeser posisi Patung Jenderal Sudirman yang telah menjadi ikon kawasan tersebut. “Kami pastikan ikon kota tetap terjaga. Justru jembatan ini akan memperkuat wajah Dukuh Atas sebagai pusat transportasi modern,” ujarnya melalui keterangan resmi yang diterima Apaberita.com.

Lebih lanjut, Pramono menyampaikan apresiasi mendalam kepada pemerintah Jepang, khususnya kepada Ministry of Land, Infrastructure, Transport, and Tourism (MLIT) serta Urban Renaissance yang telah menyusun kajian awal hingga rancang bangun konseptual pedestrian deck ini. Kerja sama teknis tersebut menjadi fondasi penting bagi pemerintah provinsi untuk mewujudkan proyek yang tidak hanya fungsional tetapi juga estetis.

“Kami berterima kasih atas dukungan teknis yang menjadikan kajian awal ini solid. Proyek ini adalah wujud nyata kolaborasi internasional yang berorientasi pada kenyamanan warga,” kata Pramono.

Proyek jembatan cincin donat ini ditargetkan rampung paling lambat pada tahun 2028. Pembiayaan pembangunan dipastikan sepenuhnya berasal dari dana internal PT MRT Jakarta, tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta. Langkah ini menunjukkan kemandirian fiskal perusahaan daerah yang berhasil mengelola pendapatan dari operasional kereta dan pengembangan kawasan berorientasi transit (TOD).

Dengan rampungnya jembatan penghubung ini, pengguna transportasi publik tidak perlu lagi menyeberang di permukaan jalan yang padat, sehingga risiko kecelakaan dapat diminimalkan. Desain melingkar yang menyerupai donat akan menjadi ikon baru yang melengkapi langit Jakarta sekaligus memanjakan pejalan kaki dengan akses langsung ke stasiun dan halte tanpa terputus.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bagus-nugroho

Editor Ekonomi. Editor isu pasar, bisnis, dan moneter.

Comments (0)

User