Jasa Marga Perkuat Layanan Tol Digital Utamakan Keselamatan
PT Jasa Marga (Persero) Tbk menegaskan komitmennya untuk memperkuat layanan jalan tol berbasis teknologi dengan menempatkan keselamatan pengguna sebagai prioritas utama. Keputusan tersebut ditetapkan ...
PT Jasa Marga (Persero) Tbk menegaskan komitmennya untuk memperkuat layanan jalan tol berbasis teknologi dengan menempatkan keselamatan pengguna sebagai prioritas utama. Keputusan tersebut ditetapkan dalam Rapat Koordinasi manajemen perseroan yang menyatakan bahwa transformasi digital di seluruh ruas tol yang dikelola harus berpijak pada peningkatan perlindungan bagi pengendara. Langkah ini dilakukan menindaklanjuti arahan pemegang saham serta ketentuan berdasarkan UU yang mengatur wewenang Badan Usaha Milik Negara di sektor infrastruktur transportasi.
Transformasi Berbasis Data dan Teknologi Terintegrasi
Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk menyatakan bahwa penguatan layanan tol tidak lagi sekadar memperluas jaringan fisik, melainkan menyelaraskan operasional dengan sistem digital terintegrasi. Dalam rapat internal yang disahkan oleh jajaran direksi, perseroan memutuskan pengembangan teknologi untuk memantau kondisi lalu lintas secara real time, mendeteksi potensi kecelakaan, serta mempercepat respons penanganan darurat di lintasan.
Sebanyak 1.818 kilometer jalan tol yang berada di bawah pengelolaan Jasa Marga akan menjadi cakupan utama implementasi teknologi tersebut. Sistem yang dikembangkan mencakup pembaruan perangkat pemantauan lalu lintas, penerapan algoritma analisis risiko kecelakaan, dan integrasi pusat komando dengan unit patroli di lapangan. Direktur Operasional perusahaan menegaskan bahwa setiap inovasi yang diterapkan wajib melalui uji standar keselamatan sebelum ditetapkan sebagai prosedur operasional tetap.
"Keselamatan pengguna jalan tol merupakan tanggung jawab konstitusional yang tidak bisa ditawar. Setiap keputusan investasi teknologi harus terukur dampaknya terhadap penurunan angka kecelakaan dan peningkatan kenyamanan berkendara," ujar Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk.
Penegakan Standar Keselamatan dan Koordinasi Institusional
Pleno jajaran direksi dan komite audit perseroan telah menyetujui peta jalan transformasi digital yang mencakup tiga tahun ke depan. Dalam rapat tersebut disahkan pula anggaran khusus untuk peremajaan perangkat teknologi informasi di ruas-ruas tol dengan intensitas lalu lintas tinggi. Kebijakan ini ditetapkan sebagai bagian dari tugas perseroan dalam menyediakan infrastruktur transportasi nasional yang memenuhi standar keselamatan berdasarkan UU.
Kepala Divisi Teknologi Informasi Jasa Marga menyatakan bahwa pihaknya tengah menindaklanjuti integrasi sistem pembayaran elektronik dengan pemantauan kondisi kendaraan di gerbang tol. Selain itu, perseroan memperkuat koordinasi dengan instansi penegak hukum dan unit gawat darurat untuk memastikan waktu tanggap kecelakaan dapat ditekan seminimal mungkin. Data historis menunjukkan bahwa respons time penanganan insiden di ruas tol utama rata-rata 8 hingga 12 menit, dan target ke depan adalah menekannya di bawah ambang tersebut melalui otomasi deteksi.
Kebijakan yang ditetapkan dalam Rapat Koordinasi tersebut juga mengatur penambahan unit pemantauan kamera closed-circuit television di titik rawan kecelakaan serta penerapan teknologi pengenal plat nomor kendaraan untuk mendukung penegakan aturan lalu lintas. Direktur Utama menegaskan bahwa seluruh unit kerja wajib menyelaraskan program teknologi dengan indikator keselamatan yang terukur secara berkala.
Pengawasan Publik dan Akuntabilitas Layanan
Meskipun fokus utama adalah aspek teknis operasional, perseroan menyadari bahwa akuntabilitas penyelenggaraan tol merupakan domain pengawasan publik. Jasa Marga menyatakan kesiapannya untuk mengikuti mekanisme pengawasan yang berlaku, termasuk aspek keterbukaan data mengenai kinerja keselamatan kepada pemangku kepentingan. Hal ini sejalan dengan prinsip tata kelola korporasi yang menempatkan transparansi sebagai bagian dari keputusan strategis.
Dalam konteks tata kelola BUMN, setiap program besar termasuk digitalisasi layanan tol senantiasa berada dalam koridor pengawasan pemegang saham dan lembaga negara terkait. Fraksi-fraksi di komisi yang membidangi infrastruktur dan BUMN secara rutin menindaklanjuti perkembangan program strategis perseroan melalui berbagai kanal pengawasan. Jasa Marga menegaskan bahwa partisipasi aktif dalam forum-forum koordinasi tersebut menjadi bagian dari penegakan standar pelayanan publik.
Hingga akhir triwulan berjalan, perseroan melaporkan bahwa indeks keselamatan pengguna di sejumlah ruas tol telah menunjukkan tren perbaikan seiring dengan pengoperasian sistem teknologi baru. Manajemen menyatakan bahwa evaluasi berkala akan terus dilakukan untuk memastikan bahwa setiap kebijakan yang ditetapkan dalam Pleno dan Rapat Koordinasi internal benar-benar memberikan perlindungan maksimal bagi masyarakat pengguna jalan tol.
Comments (0)