Jari Remaja Tersangkut di Lubang Kursi, Damkar Bandung Lakukan Evakuasi
Seorang remaja berusia 16 tahun yang berinisial Kimi dievakuasi oleh petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung setelah jari tangannya tersangkut di dalam lubang kursi kayu di kedia...
Seorang remaja berusia 16 tahun yang berinisial Kimi dievakuasi oleh petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung setelah jari tangannya tersangkut di dalam lubang kursi kayu di kediamannya pada Kamis (13/8) pagi. Kejadian tersebut bermula dari aksi iseng korban yang memasukkan jari ke celah kursi, namun tidak dapat mengeluarkannya kembali. Laporan bantuan diterima pukul 08.37 WIB melalui layanan Emergency Call 113, dan petugas langsung menindaklanjuti dengan mengirimkan satu regu Rescue Peleton 2 ke lokasi kejadian.
Proses Pelaporan dan Koordinasi Penyelamatan
Berdasarkan keterangan resmi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung, korban pada awalnya secara tidak sengaja memasukkan jari ke lubang kursi kayu. Kondisi tersebut menyebabkan jari terjepit dan sulit diekstraksi tanpa bantuan alat khusus. Menyadari situasi yang semakin membahayakan, korban kemudian menghubungi layanan darurat 113 untuk meminta pertolongan.
Kepala Bidang Penyelamatan Damkarmat Kota Bandung, Immanuel, menyatakan bahwa pihaknya menerima laporan pada pukul 08.37 WIB. Petugas kemudian berkoordinasi dengan pelapor untuk memastikan kondisi terkini korban sebelum tim diterjunkan. Immanuel menegaskan bahwa setiap laporan yang masuk melalui saluran resmi akan ditindaklanjuti sesuai dengan prosedur operasional standar yang telah ditetapkan.
"Awalnya korban memasukkan jari ke lubang kursi, jari kemudian tersangkut dan sulit dilepas. Kejadian tersebut kemudian dilaporkan ke Emergency Call 113," kata Immanuel.
Penanganan Teknis di Lokasi Kejadian
Tim Rescue Peleton 2 tiba di lokasi dan segera melakukan asesmen terhadap kondisi kursi kayu yang menjepit jari korban. Petugas menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap sebelum memulai proses evakuasi. Dengan hati-hati, petugas membelah papan kayu menggunakan kapak untuk menciptakan celah yang lebih besar di sekitar jari Kimi.
Setelah papan kayu berhasil dibelah, petugas menggunakan peralatan pemotong dan tang secara perlahan serta presisi untuk memperluas ruang di sekitar jari korban. Immanuel menegaskan bahwa proses pembongkaran kursi dilakukan dengan sangat berhati-hati agar tidak menimbulkan cedera tambahan atau luka pada jari remaja tersebut.
"Petugas membelah papan kayu menggunakan kapak, kemudian memotong secara perlahan dan presisi untuk memperluas celah kayu," ujar Immanuel.
Selama proses evakuasi yang berlangsung sekitar 20 menit, petugas terus memastikan setiap gerakan alat tidak mengenai langsung jari korban. Pukul 08.40 WIB ditetapkan sebagai waktu mulai penanganan di lokasi, dan pukul 09.00 WIB proses evakuasi dinyatakan selesai setelah jari Kimi berhasil dilepaskan dari celah kursi.
Imbauan Pemanfaatan Layanan Darurat
Immanuel menyatakan bahwa keberhasilan evakuasi ini menjadi bukti efektivitas layanan Emergency Call 113 yang dapat diakses masyarakat dalam kondisi darurat. Pihaknya menegaskan agar warga tidak ragu menggunakan saluran resmi tersebut ketika menghadapi situasi yang membahayakan keselamatan jiwa maupun anggota tubuh.
Dalam operasi tersebut, petugas mengerahkan sejumlah peralatan, antara lain alat pelindung diri, kapak, holygantul, dan tang. Seluruh peralatan tersebut digunakan secara profesional untuk memastikan keputusan operasional di lapangan dapat dijalankan dengan maksimal tanpa mengorbankan keselamatan korban. Kimi sendiri tidak mengalami cedera serius usai evakuasi dan dapat kembali beraktivitas.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung kembali mengingatkan bahwa layanan Emergency Call 113 disahkan sebagai saluran bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan pertolongan cepat. Layanan tersebut diharapkan dapat diminimalisir salah gunanya dengan memastikan setiap panggilan benar-benar menyangkut kondisi darurat yang memerlukan respons petugas.
Comments (0)