Jampidsus Febrie Adriansyah Jawab Isu Rumah Sentul dan Bisnis Cipete
Jakarta — Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah akhirnya buka suara mengenai isu yang menyeret namanya dalam pusaran pemberit
Jakarta — Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah akhirnya buka suara mengenai isu yang menyeret namanya dalam pusaran pemberitaan tentang kepemilikan rumah mewah di Sentul dan bisnis di kawasan Cipete. Dalam konferensi pers di Gedung Bundar Kejaksaan Agung, Jumat (10/7/2026), ia dengan tegas membantah seluruh tuduhan yang beredar, sembari membeberkan fakta di balik aset-aset yang disorot publik.
Dengan ekspresi tenang namun penuh tekanan, Febrie menyampaikan klarifikasinya selama hampir satu jam. “Saya hadir di sini bukan untuk membela diri, tetapi untuk menghormati hak publik atas informasi yang benar,” ucapnya membuka sesi. Kehadiran puluhan wartawan yang memadati ruangan menunjukkan besarnya perhatian terhadap isu yang berpotensi mengguncang kredibilitas institusi Adhyaksa ini.
Rumah di Sentul: Warisan, Bukan Hasil Korupsi
Isu rumah mewah di Sentul pertama kali mencuat setelah sebuah akun media sosial mengunggah foto bangunan luas bergaya minimalis yang diklaim sebagai milik Jampidsus. Netizen langsung menghitung prediksi harganya yang mencapai puluhan miliar rupiah. Febrie tak menampik bahwa properti itu memang milik keluarganya, namun menjelaskan asal-usulnya.
“Rumah di Sentul yang dimaksud adalah rumah peninggalan mertua saya, dibangun sejak 2015 jauh sebelum saya menjabat Jampidsus. Sertifikat atas nama istri saya, itu adalah hibah. Dan nilai jualnya tidak sefantastis yang beredar,”tegasnya sambil menunjukkan salinan dokumen.
Ia menjelaskan, rumah tersebut berada di lahan seluas 400 meter persegi dan dibangun dengan tabungan keluarga serta pinjaman bank yang sudah dilunasi. Febrie mempersilakan media untuk melakukan verifikasi langsung. Tak hanya itu, ia juga menantang pihak manapun yang meragukan untuk melapor ke LHKPN atau KPK. “LHKPN saya selalu dilaporkan tepat waktu dan bisa diakses publik. Jika ada yang tidak sesuai, silakan diperiksa,” tambahnya lantang.
Bisnis Cipete: Salah Alamat
Selain rumah, nama Febrie juga dikaitkan dengan usaha kuliner di Cipete, Jakarta Selatan. Rumor menyebut ia memiliki restoran mewah bernilai miliaran rupiah yang digunakan sebagai tempat pencucian uang. Febrie kembali membantah keras.
“Itu bukan bisnis saya. Yang punya adalah adik ipar. Saya tidak punya saham, tidak terlibat pengelolaan, bahkan jarang makan di sana,”ujarnya disambut gelak tawa kecil dari hadirin.
Ia menjelaskan bahwa isu tersebut sengaja diembuskan untuk merusak reputasinya di tengah penanganan sejumlah kasus besar yang melibatkan para oligarki. “Ini serangan balik. Ketika kami sedang mengusut kasus korupsi kelas kakap, tiba-tiba muncul pemberitaan seperti ini. Itu pola yang sudah biasa,” cetusnya tanpa menyebut nama.
Strategi Transparansi dan Dukungan Internal
Jaksa Agung ST Burhanuddin lewat juru bicara menyatakan dukungan penuh kepada Febrie. Menurutnya, kejaksaan berkomitmen untuk terus membuka ruang klarifikasi bagi pejabat yang diserang tanpa dasar. Kejagung kini tengah menggodok sistem pelaporan kekayaan pejabat yang terintegrasi secara real-time untuk mencegah misinformasi serupa di masa depan.
Pengamat antikorupsi dari Universitas Indonesia, Prof. Diani Sadiawati, menilai langkah Febrie sebagai preseden baik. “Pejabat penegak hukum yang difitnah harus melawan dengan data, bukan dengan ancaman. Klarifikasi ini membuka mata bahwa tidak semua isu viral itu benar,” katanya.
Meski klarifikasi telah disampaikan, Febrie berharap agar publik tetap kritis namun harus adil. Ia meminta agar tuduhan diiringi bukti, bukan sekadar sensasi. “Saya tidak kebal hukum. Jika ada bukti saya bermain, tangkap dan adili saya,” tutupnya penuh keyakinan.
Kisah ini menjadi pengingat penting: di tengah derasnya arus informasi, fakta dan bukti tetap menjadi penentu kebenaran. Kejaksaan berjanji akan terus menjaga marwah, dan Febrie siap menghadapi segala pengawasan.
[SOCIAL_TWEET]: Jampidsus Febrie Adriansyah tegaskan rumah Sentul adalah warisan, bukan hasil korupsi. Bisnis Cipete pun milik adik ipar. Ia tantang publik cek LHKPN, jangan hanya percaya rumor. #Jampidsus #Klarifikasi #LHKPN[SOCIAL_TG]: 🏛️ Jampidsus Febrie buka suara! Rumah Sentul warisan mertua, bisnis Cipete bukan miliknya. Ia siap hadapi pengawasan. Simak press conference-nya di artikel ini.
Comments (0)