Sep 17, 2026
Nasional

James Riady Dorong Penguatan Diplomasi Ekonomi dan Investasi Asing Kadin

JAKARTA, Apaberita.com — Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia terus mempercepat langkah diplomasi ekonomi internasional guna memperluas akses pasar

James Riady Dorong Penguatan Diplomasi Ekonomi dan Investasi Asing Kadin

JAKARTA, Apaberita.com — Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia terus mempercepat langkah diplomasi ekonomi internasional guna memperluas akses pasar ekspor dan menarik arus investasi asing langsung (Foreign Direct Investment/FDI) berkualitas ke dalam negeri. Dalam ajang KADIN Friday Breakfast yang diselenggarakan di Hotel Aryaduta, Jakarta, Wakil Ketua Umum Koordinator KADIN Indonesia Bidang Luar Negeri, James Riady, menegaskan pentingnya konsolidasi antara dunia usaha dan pemerintah untuk menghadapi ketidakpastian ekonomi global.

Pertemuan strategis ini dihadiri oleh jajaran pengurus KADIN, diplomat dari negara-negara sahabat, serta para pemimpin industri lintas sektor. Diskusi berfokus pada langkah konkrit Indonesia dalam mengamankan posisi penting pada rantai pasok global (global supply chain) di tengah eskalasi konflik geopolitik dan pergeseran pola perdagangan internasional.

James Riady menyampaikan bahwa diplomasi ekonomi era modern tidak bisa lagi sekadar mengandalkan promosi produk komoditas mentah. Sebaliknya, Indonesia harus menonjolkan kekuatan manufaktur bernilai tambah, industri berbasis teknologi, dan kesiapan infrastruktur investasi. Target realisasi investasi nasional yang dipatok mencapai lebih dari Rp1.650 triliun menuntut peran aktif KADIN sebagai jembatan utama antara investor global dan pemangku kepentingan dalam negeri.

Analisis Strategis: Navigasi Tantangan Geopolitik dan Ekspansi Pasar

Dalam pemaparannya, James mengulas tantangan proteksionisme perdagangan yang kian marak di berbagai kawasan. Pelaku usaha nasional diimbau untuk memperkuat standarisasi produk agar mampu menembus ketatnya regulasi keberlanjutan (sustainability standards) yang diterapkan oleh negara-negara maju seperti Uni Eropa dan Amerika Serikat.

Fokus Diplomasi Pasar Tradisional (Lama) Pasar Non-Tradisional (Strategi Baru)
Kawasan Target AS, Uni Eropa, Tiongkok Timur Tengah, Afrika, Asia Selatan, Amerika Latin
Komoditas Utama Bahan Mentah & Sawit Produk Manufaktur, Hasil Hilirisasi, Jasa Teknologi
Pola Pendekatan Perdagangan Bilateral Standar Kemitraan Strategis, Alih Teknologi, Integrasi Rantai Pasok

Untuk mengakselerasi jangkauan internasional, KADIN Indonesia merumuskan langkah sistematis yang terbagi ke dalam beberapa pilar utama:

  1. Diversifikasi Pasar Ekspor: Mengurangi ketergantungan pada pasar tradisional dengan membuka penetrasi ke kawasan berkembang seperti Asia Selatan, Timur Tengah, dan Afrika.
  2. Peningkatan Kemitraan Teknologi: Mendorong kerja sama joint venture yang mewajibkan adanya alih teknologi bagi tenaga kerja lokal.
  3. Advokasi Kebijakan Investasi: Memberikan masukan konstruktif kepada pemerintah guna menciptakan iklim usaha yang kondusif, transparan, dan berdaya saing tinggi.
"Kita tidak bisa lagi hanya menjadi penonton atau sekadar pasar bagi produk asing. Indonesia memiliki daya tawar yang sangat kuat. Melalui diplomasi ekonomi yang proaktif dan terstruktur, kita harus memastikan bahwa setiap investasi masuk membawa dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi nasional dan pembukaan lapangan kerja berkualitas," ujar James Riady di sela-sela acara.

Prospek Investasi dan Sinergi Sektor Swasta-Pemerintah

Penguatan jalur diplomasi luar negeri ini juga bertujuan mendukung agenda prioritas pemerintah, khususnya program hilirisasi industri mineral dan transisi energi bersih. KADIN mencatat bahwa minat investor global terhadap sektor energi terbarukan dan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia menunjukkan tren kenaikan sebesar 18,5 persen secara tahunan.

Sinergi antara KADIN Bidang Luar Negeri dan perwakilan diplomatik Indonesia di luar negeri diharapkan mampu memangkas hambatan birokrasi yang kerap mengendalikan laju masuknya modal asing. Melalui platform berkala seperti KADIN Friday Breakfast, sinergi komunikasi ini dipastikan bakal terus bergulir guna memberikan kepastian hukum dan kenyamanan berusaha bagi para investor global.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS hendra-wijaya

Editor Politik. Mantan jurnalis cetak dengan spesialisasi politik elektoral. Menulis analisis kebijakan dan reportase parlemen.

Comments (0)

User