Jakarta — Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI) resmi mengumumkan

Dalam sambutan perdananya, Senanatha menegaskan tiga prioritas utama: pengawalan kebijakan Uang Kuliah Tunggal yang terjangkau, pengembangan pusat pelatiha

Jul 10, 2026 - 21:45
0 0
Jakarta — Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI) resmi mengumumkan

Dalam sambutan perdananya, Senanatha menegaskan tiga prioritas utama: pengawalan kebijakan Uang Kuliah Tunggal yang terjangkau, pengembangan pusat pelatihan kewirausahaan mahasiswa, dan perluasan jangkauan SEMMI ke 150 perguruan tinggi pada akhir tahun ini. “Kami tidak hanya bicara di ruang seminar, tetapi hadir di setiap kampus untuk memastikan tidak ada mahasiswa yang putus kuliah karena alasan biaya,” ujar Senanatha di hadapan pengurus pusat dan perwakilan cabang.

Berdasarkan dokumen yang diterima Apaberita, SEMMI saat ini memiliki 14.200 anggota aktif yang tersebar di 127 kampus di 28 provinsi. Bidang Kemahasiswaan dan Kepemudaan menjadi salah satu unit strategis karena membawahi program yang langsung bersentuhan dengan keseharian mahasiswa, mulai dari beasiswa internal hingga pendampingan kasus sengketa akademik. Senanatha, yang sebelumnya menjabat sebagai Koordinator Wilayah Jawa Barat, dianggap mampu menerjemahkan visi besar organisasi ke dalam rencana kerja terukur.

Hadir dalam acara itu, Ketua Umum PB SEMMI, Ahmad Fauzi, menekankan pentingnya transformasi digital di tubuh organisasi. “Mas Senanatha kami pilih karena rekam jejaknya di lapangan. Ia paham bagaimana memadukan idealisme mahasiswa dengan pendekatan data. Kami ingin SEMMI lebih responsif, dan itu dimulai dari bidang ini,” katanya.

Analisis: Kebutuhan Baru Advokasi Mahasiswa di Tahun 2025

Penunjukan Muhammad Senanatha terjadi di tengah dinamika kebijakan pendidikan tinggi yang berubah cepat. Kenaikan UKT di sejumlah perguruan tinggi negeri pada awal 2025 telah memicu protes di 34 kampus. Di sisi lain, hasil survei internal PB SEMMI terhadap 1.200 mahasiswa menunjukkan bahwa 62% responden mengaku kesulitan mengakses informasi beasiswa, sementara 48% merasa tidak memiliki keterampilan yang cukup untuk bersaing di pasar kerja.

Pengamat pendidikan dari Universitas Negeri Jakarta, Dr. Rina Maharani, menilai bahwa organisasi kemahasiswaan seperti SEMMI memegang peran vital sebagai jembatan antara mahasiswa, kampus, dan pemerintah. “Saat kebijakan pemerintah belum sepenuhnya menyentuh akar masalah, organisasi independen harus mengisi kekosongan. Kehadiran figur baru di bidang kemahasiswaan bisa menjadi katalis jika programnya konkret dan berbasis data,” ujarnya.

Program unggulan yang dijanjikan Senanatha mencakup pusat informasi beasiswa terintegrasi yang akan diuji coba di 10 kampus mitra pada Mei mendatang. Pusat ini akan memanfaatkan sistem chatbot berbasis kecerdasan buatan untuk memetakan peluang beasiswa sesuai profil akademik mahasiswa. Langkah ini diharapkan mampu memperpendek rantai informasi yang selama ini menjadi hambatan utama.

Perbandingan Jangkauan Program SEMMI
Indikator202320242025 (Target)
Jumlah Kampus Mitra98114150
Penerima Beasiswa Internal340512800
Peserta Pelatihan Wirausaha1.2002.0504.000
Kasus Advokasi yang Ditangani83127200

Angka-angka tersebut menunjukkan tren pertumbuhan yang konsisten, meskipun tantangan terbesar tetap pada pendanaan. Senanatha berencana menggandeng 12 perusahaan nasional melalui skema tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk mendanai beasiswa internal dan pelatihan. “Kami sudah menjalin komunikasi awal dengan tiga BUMN dan dua perusahaan teknologi. Ini bukan sekadar proposal, tetapi kemitraan berbasis dampak,” tambahnya.

Respons dan Langkah ke Depan

Penunjukan Senanatha mendapat respons positif dari sejumlah pimpinan organisasi mahasiswa lainnya. Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Jakarta, Dani Firmansyah, mengatakan bahwa kolaborasi antar organisasi menjadi kunci di tengah kompleksitas isu mahasiswa saat ini. “Kami berharap PB SEMMI di bawah koordinasi mas Senanatha bisa menjadi mitra kritis yang konstruktif,” ujarnya.

Senanatha sendiri menargetkan pembentukan 10 posko advokasi mahasiswa baru di daerah-daerah yang selama ini minim akses, seperti Nusa Tenggara Timur, Maluku Utara, dan Papua Barat Daya. Posko ini akan berfungsi sebagai pusat pengaduan, konsultasi beasiswa, dan ruang pengembangan keterampilan digital. “Kami ingin mengurangi kesenjangan antara mahasiswa di Jawa dan di luar Jawa. Akses terhadap informasi dan pendampingan harus merata,” tegasnya.

Dengan mandat baru ini, publik menanti sejauh mana PB SEMMI mampu menerjemahkan janji menjadi hasil. Dr. Rina Maharani mengingatkan bahwa organisasi kemahasiswaan perlu tetap menjaga independensi dan kritis terhadap kebijakan pemerintah, sekaligus profesional dalam mengelola program. “Keseimbangan itulah yang akan menentukan relevansi mereka,” pungkasnya.

[TAGS]: Muhammad Senanatha, PB SEMMI, Bidang Kemahasiswaan, Advokasi Mahasiswa, Pendidikan Tinggi [SOCIAL_TWEET]: Muhammad Senanatha resmi pimpin Bidang Kemahasiswaan PB SEMMI. Targetkan 150 kampus, pusat info beasiswa AI, & 800 penerima beasiswa internal di 2025. #MahasiswaBerdaya #SEMMI #PendidikanTinggi [SOCIAL_FB]: Baru dilantik, Ketua Bidang Kemahasiswaan PB SEMMI langsung tancap gas. Simak rencana konkretnya untuk mahasiswa Indonesia: dari pusat beasiswa digital hingga posko advokasi di luar Jawa. [SOCIAL_TG]: 🎓 PB SEMMI tunjuk Muhammad Senanatha sebagai Ketua Bidang Kemahasiswaan & Kepemudaan. Fokus: atasi kenaikan UKT, bangun pusat info beasiswa pakai AI, dan buka 10 posko advokasi baru di daerah. Target 150 kampus mitra tahun ini. [SOCIAL_THREADS]: baru aja dilantik, Muhammad Senanatha langsung gaspol bikin program buat mahasiswa. pusat beasiswa pake AI? ada. posko advokasi sampe ke NTT & Papua? siap. ini bukan sekadar janji di atas panggung.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User