[BEKASI] — Klaim Bayi Alami Radang Otak Akibat Salah Suntik Vaksin DPT Terbukti Keliru

Bekasi, Apaberita — Sebuah unggahan media sosial yang mengklaim bayi berusia sembilan bulan mengalami radang otak akibat insiden salah suntik vaksin di Pus

Jul 10, 2026 - 21:50
0 0

Bekasi, Apaberita — Sebuah unggahan media sosial yang mengklaim bayi berusia sembilan bulan mengalami radang otak akibat insiden salah suntik vaksin di Puskesmas Bintara Jaya, Bekasi Barat, dipastikan tidak akurat. Informasi keliru tersebut beredar luas di platform Facebook dan memicu keresahan di kalangan orang tua.

Berdasarkan penelusuran fakta, insiden maladministrasi vaksin memang terjadi pada Sabtu (13/6/2026). Namun, klaim bahwa korban mengalami "radang otak" sebagai efek langsung dari kesalahan pemberian vaksin DPT (Difteri, Pertusis, Tetanus) tidak sesuai dengan diagnosis medis yang dikeluarkan oleh pihak rumah sakit.

Kronologi Insiden Salah Suntik Vaksin

Peristiwa berawal ketika seorang ibu berinisial A membawa bayinya yang berusia sembilan bulan ke Puskesmas Bintara Jaya, Bekasi Barat. Tujuan kedatangan adalah untuk mendapatkan imunisasi campak. Namun, petugas puskesmas justru menyuntikkan vaksin DPT dengan alasan dosis ketiga vaksin tersebut belum lengkap, meskipun catatan dalam Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) menunjukkan status yang sudah lengkap.

Pasca penyuntikan, bayi tersebut mengalami demam tinggi dan kejang hebat. Kondisi ini mengharuskan korban menjalani perawatan intensif di ruang Pediatric Intensive Care Unit (PICU).

Klaim Radang Otak Menyebar di Media Sosial

Narasi yang menyudutkan vaksinasi muncul melalui unggahan akun Facebook "Dian Ulva" pada Kamis (2/7/2026). Unggahan tersebut menampilkan gambar bayi dengan teks, "Niatnya Vaksin Campak Tapi Malah Disuntik DPT, Bayi 9 Bulan di Bekasi Kejang Sampai Alami Radang Otak."

Pengunggah juga menuliskan kronologi yang menyebutkan bahwa dokter mendiagnosis sang bayi mengalami pembengkakan atau radang otak. Hingga Jumat (10/7/2026), unggahan tersebut telah mengumpulkan lebih dari 2.000 tanda suka, 637 komentar, dan dibagikan sebanyak 682 kali. Kolom komentar dipenuhi oleh pengalaman pribadi lainnya serta pernyataan dari sejumlah orang tua yang menjadi ragu untuk melanjutkan imunisasi anak mereka.

Unggahan serupa juga ditemukan pada akun "Anggini" di dalam grup obrolan "Ide Menu MPASI dan Menu Sehat Anak", yang memperkuat persepsi keliru mengenai dampak langsung vaksin terhadap radang otak.

Klarifikasi Medis: Bukan Radang Otak Akibat Vaksin

Hasil verifikasi mengungkap fakta yang berbeda dari klaim viral tersebut. Diagnosa medis yang dialami korban, Naura Ameera Putri, adalah Kejang Demam Plus (KDP) dan Ensefalopati Akut, bukan radang otak (ensefalitis) yang disebabkan oleh vaksin.

Pihak keluarga melalui kuasa hukumnya meluruskan bahwa istilah "radang otak" yang beredar adalah terminologi awam yang tidak tepat. Faktanya, kondisi ensefalopati akut yang dialami bayi tersebut adalah penurunan kesadaran yang dipicu oleh demam tinggi, bukan infeksi atau peradangan menular pada jaringan otak.

"Atas seizin klien kami (pihak keluarga), kami meluruskan diagnosa awal yang menyebut radang otak, yang sebenarnya adalah kejang demam plus dan ensefalopati akut. Bukan radang otak yang dicurigai akibat vaksinasi," ujar kuasa hukum pihak keluarga dalam konferensi pers di Bekasi, dikutip pada Jumat (10/7/2026).

Dinas Kesehatan Kota Bekasi melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit juga menegaskan bahwa insiden ini murni merupakan maladministrasi atau kesalahan prosedur pemberian vaksin, bukan bukti bahwa kandungan vaksin DPT berbahaya atau dapat langsung menyebabkan radang otak.

Kesimpulan

Klaim yang menyatakan bahwa vaksin menyebabkan radang otak pada bayi di Bekasi adalah keliru. Tidak ada hubungan kausalitas langsung antara substansi vaksin dengan radang otak menular. Masalah utama yang terjadi adalah kesalahan pemberian jenis vaksin oleh petugas, yang kemudian memicu demam tinggi dan kejang pada anak dengan kondisi tubuh yang mungkin sedang rentan.

Hingga berita ini diturunkan, kondisi bayi bernama Naura Ameera Putri sudah menunjukkan perkembangan yang membaik.


[TAGS]: vaksinasi, hoaks, cek fakta, DPT, maladministrasi [SOCIAL_TWEET]: Klaim yang menyebut vaksin DPT sebabkan radang otak pada bayi di Bekasi adalah hoaks! Faktanya, diagnosa medis korban adalah kejang demam plus. Kejadian ini murni maladministrasi, bukan bukti vaksin berbahaya. #CekFakta #HoaksVaksin #Bekasi [SOCIAL_FB]: Viral klaim bayi di Bekasi alami radang otak akibat salah vaksin, benarkah? Simak kronologi dan klarifikasi medis lengkapnya di sini sebelum ikut menyebarkan informasi yang belum tentu benar. [SOCIAL_TG]: 🚨 CEK FAKTA: Klaim bayi di Bekasi kena radang otak karena salah vaksin DPT itu KELIRU! Diagnosis medis faktanya bukan radang otak, melainkan kejang demam plus & ensefalopati akut. Kondisi bayi sudah membaik. Jangan termakan hoaks! 🩺👶 [SOCIAL_THREADS]: Viral banget ya soal bayi di Bekasi yang katanya sampe radang otak karena disuntik vaksin DPT. Faktanya diagnosisnya beda, guys. Ini kronologi lengkap dan klarifikasi resminya. Jangan asal sebar info bikin panik.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User