Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terperosok ke zona merah pada perdagangan akhir pekan. Menutup jeda siang sesi pertama, indeks saham domestik terpangkas signifikan akibat kombinasi sentimen lonjakan harga minyak mentah global dan kekhawatiran berlanjutnya kenaikan suku bunga acuan.
Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG parkir di level 6.490,91 atau melemah 1,49 persen (turun 98,43 poin). Tekanan jual langsung membayangi pasar sejak pembukaan hingga menjelang penutupan sesi siang.
Kronologi Pergerakan IHSG Sepanjang Sesi I
Dinamika transaksi di bursa saham domestik memperlihatkan dominasi aksi jual pemodal sejak lonceng perdagangan dibunyikan. Berikut urutan pergerakan IHSG pada perdagangan sesi pertama:
- Pukul 09.00 WIB: IHSG mengawali perdagangan dengan dibuka di posisi 6.552,79 dan langsung menyentuh titik tertinggi hariannya pada level 6.552,80.
- Pukul 09.30 – 10.45 WIB: Gelombang aksi jual terus menekan bursa hingga IHSG anjlok ke titik terendahnya di level 6.462,96.
- Pukul 11.30 WIB: Indeks mulai mengalami koreksi teknikal minor namun tetap tertahan di zona merah, hingga akhirnya ditutup pada level 6.490,91 saat jeda istirahat siang.
Sentimen Lonjakan Minyak Global dan Tekanan Makroekonomi
Pelemahan pasar modal domestik sejalan dengan kekhawatiran global terhadap lonjakan harga komoditas energi. Minyak mentah acuan Brent tercatat menembus angka USD 108 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berada di kisaran USD 102,48 per barel.
Kenaikan tajam komoditas energi tersebut memicu kekhawatiran eskalasi inflasi global yang berpotensi memaksa bank-bank sentral dunia mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Kondisi ini secara langsung memicu peralihan modal dari pasar berkembang (emerging markets) ke aset-aset lindung nilai yang lebih aman.
Aksi Jual Bersih Asing dan Proyeksi Pasar
Tekanan di pasar reguler juga diperberat oleh aksi jual bersih (net sell) investor asing. Pada sesi sebelumnya, investor asing mencatatkan net sell mencapai Rp747,51 miliar. Sejumlah saham berkapitalisasi besar menjadi sasaran utama pelepasan portofolio asing, antara lain:
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)
- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI)
- PT Indosat Tbk (ISAT)
- PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA)
- PT Indika Energy Tbk (INDY)
"IHSG hari ini akan menguji level 6.525. Jika tembus level tersebut, IHSG berpeluang menguji level support selanjutnya di rentang 6.400 hingga 6.460," tulis Tim Analis Phintraco Sekuritas dalam riset hariannya.
Meski pasar modal berada di bawah tekanan eksternal, indikator ekonomi domestik sebenarnya masih memperlihatkan ketahanan. Data penjualan ritel menunjukkan pertumbuhan sebesar 1,1 persen secara tahunan (YoY), mencerminkan adanya pemulihan daya beli masyarakat secara bertahap di tengah ketidakpastian pasar finansial.
Comments (0)