Sep 16, 2026
Hukum

JAKARTA — Furnitur Indonesia Raih Potensi Transaksi USD2,26 Juta di India

JAKARTA — Produk furnitur dan kerajinan buatan perajin Indonesia kembali menorehkan prestasi gemilang di panggung internasional. Dalam ajang pameran dagang

JAKARTA — Furnitur Indonesia Raih Potensi Transaksi USD2,26 Juta di India

JAKARTA — Produk furnitur dan kerajinan buatan perajin Indonesia kembali menorehkan prestasi gemilang di panggung internasional. Dalam ajang pameran dagang internasional INDEXPLUS 2026 yang berlangsung di New Delhi, India, Paviliun Indonesia sukses mengantongi potensi transaksi ekonomi bernilai fantastis, yakni mencapai USD2,26 juta. Capaian ini menegaskan posisi strategis produk olahan kayu dan interior nasional yang semakin diminati di pasar Asia Selatan.

Tidak hanya sekadar komitmen transaksi jangka panjang, kehadiran delegasi perdagangan Indonesia di pameran tersebut juga membuahkan penjualan langsung secara signifikan. Paviliun Indonesia berhasil membukukan realisasi transaksi secara instan senilai USD151 ribu atau setara dengan Rp2,65 miliar. Angka mengesankan ini diraih sepanjang tiga hari penyelenggaraan pameran yang berlangsung pada tanggal 7 hingga 9 Agustus 2026.

Mengusung tema utama "Indonesian Craftsmanship, Global Design", Paviliun Indonesia tampil memukau di atas lahan pameran seluas 156 meter persegi. Keikutsertaan ini dimanfaatkan secara optimal oleh Kementerian Perdagangan Republik Indonesia (Kemendag) bersama para pelaku usaha furnitur domestik, termasuk sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), untuk memamerkan keunggulan estetika dan kualitas keahlian pertukangan Nusantara.

Analisis Potensi Pasar dan Pergeseran Tren Konsumen India

Pasar India saat ini dipandang sebagai salah satu destinasi ekspor paling prospektif bagi komoditas furnitur asal Indonesia. Pertumbuhan ekonomi yang masif serta pesatnya pembangunan infrastruktur permukiman di kota-kota besar India menjadi faktor utama pembuka keran permintaan barang-barang interior berkualitas tinggi.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Fajarini Puntodewi, menegaskan bahwa partisipasi ini merupakan momentum krusial untuk memperluas jangkauan ekspor nasional. “Keikutsertaan Indonesia pada INDEXPLUS 2026 menjadi momentum untuk memperkuat penetrasi produk furnitur kita di pasar India. Kemendag mengajak pelaku usaha furnitur Indonesia, termasuk UMKM, mempelajari tren konsumen produk furnitur India dan semakin menggencarkan ekspor,” ujar Puntodewi dalam keterangan resminya.

Lebih lanjut, Puntodewi menjelaskan adanya pergeseran preferensi gaya hidup pada masyarakat urban India. Di kota-kota metropolitan seperti Mumbai dan New Delhi, selera konsumen mulai bergeser secara bertahap dari furnitur tradisional berukir rumit menuju desain bernuansa minimalis-modern serta scandinavian-industrial. Perubahan tren ini menjadi peluang besar bagi produsen Indonesia yang fleksibel dalam menyesuaikan desain tanpa mengorbankan kualitas material kayu khas Indonesia.

Tabel Rincian Capaian Transaksi Paviliun Indonesia

Berikut adalah perincian hasil perolehan transaksi yang berhasil dicatatkan oleh Paviliun Indonesia selama gelaran INDEXPLUS 2026 di New Delhi, India:

Kategori Transaksi Nilai (Dolar AS) Nilai (Rupiah) Keterangan Penjualan
Realisasi Transaksi Langsung USD 151.000 Rp2,65 Miliar Transaksi instan di lokasi pameran
Potensi Transaksi Ekspor USD 2.260.000 Rp36,1 Miliar Kontrak pembelian & tindak lanjut bisnis
Total Nilai Ekonomi USD 2.411.000 Rp38,75 Miliar Aktivitas akumulatif pameran

Langkah Strategis Memperluas Penetrasi Ekspor UMKM

Untuk mengonversi potensi transaksi menjadi kesepakatan dagang permanen, Kementerian Perdagangan mendorong para pelaku usaha domestik untuk mengambil langkah-langkah strategis dalam menembus pasar Asia Selatan secara berkelanjutan. Rangkaian tahapan strategis tersebut mencakup:

  1. Riset Pasar dan Pemetaan Tren: Memahami secara mendalam keinginan konsumen urban India yang menginginkan furnitur fungsional berkonsep minimalis-modern.
  2. Peningkatan Kualitas dan Desain: Menyelaraskan keahlian kerajinan tangan lokal (*craftsmanship*) dengan estetika desain global agar mampu bersaing dengan produsen mancanegara lainnya.
  3. Penguatan Penetrasi Digital: Memanfaatkan platform e-commerce B2B untuk mempermudah buyer institusional di India dalam melakukan pemesanan ulang (*repeat order*) secara langsung.
"Pergeseran preferensi konsumen urban di India dari furnitur tradisional menuju gaya minimalis-modern menjadi ceruk pasar baru yang sangat potensial untuk dimaksimalkan oleh UMKM furnitur Indonesia."

Dengan strategi pemasaran yang tepat dan penguatan sinergi antara pemerintah serta pelaku usaha, ekspor furnitur Indonesia ke India diyakini akan terus meningkat pesat dalam beberapa tahun mendatang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS bagus-nugroho

Reporter Kebijakan Publik. Fokus pada APBN, otonomi daerah, dan reformasi birokrasi.

Comments (0)

User