Jakarta Fair 2026 Ditutup, Total Transaksi Tembus Rp8,2 Triliun
Jakarta Fair Kemayoran 2026 secara resmi berakhir pada Minggu (12/7) malam, menandai rampungnya pameran multisektor terbesar di Tanah Air yang telah berlangsung sejak 19 Juni 2026. Penyelenggaraan tah...
Jakarta Fair Kemayoran 2026 secara resmi berakhir pada Minggu (12/7) malam, menandai rampungnya pameran multisektor terbesar di Tanah Air yang telah berlangsung sejak 19 Juni 2026. Penyelenggaraan tahun ini membukukan total nilai transaksi bisnis sebesar Rp8,2 triliun, melampaui target awal yang ditetapkan oleh panitia pelaksana sebesar Rp7,5 triliun. Angka tersebut juga tercatat lebih tinggi dibandingkan perolehan tahun 2025 yang mencapai Rp7,8 triliun. Capaian ini diumumkan langsung oleh jajaran penyelenggara dalam seremoni penutupan yang digelar di area Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta Pusat.
Rekor Transaksi dan Lonjakan Pengunjung
Berdasarkan data resmi yang dirilis Panitia Pelaksana Jakarta Fair 2026, sebanyak 2.650 stan dari beragam sektor usaha berpartisipasi dalam perhelatan tahun ini. Mulai dari industri otomotif, properti, elektronik, furnitur, fesyen, kerajinan, hingga kuliner Nusantara. Ketua Panitia Pelaksana Jakarta Fair 2026, Bapak Hendra Gunawan, menyatakan bahwa total kunjungan selama 24 hari penyelenggaraan mencapai 6,8 juta orang, meningkat 4,6 persen dari tahun sebelumnya yang mencatat 6,5 juta pengunjung. “Kami sangat bersyukur atas antusiasme masyarakat yang luar biasa. Pencapaian ini menegaskan posisi Jakarta Fair sebagai magnet ekonomi dan hiburan yang vital bagi Jakarta dan Indonesia,” ujarnya di sela acara penutupan.
Sektor Properti dan Otomotif Jadi Motor Penggerak
Direktur Pemasaran JIExpo, Ibu Ratna Dewi, mengungkapkan bahwa sektor properti dan otomotif kembali menjadi kontributor terbesar terhadap total transaksi. Dari total Rp8,2 triliun, transaksi di sektor properti—termasuk penjualan rumah, apartemen, dan tanah—menyumbang Rp3,6 triliun, sementara penjualan kendaraan roda empat dan roda dua mencapai Rp2,8 triliun. “Banyak pengembang dan agen pemegang merek yang menawarkan program promosi eksklusif selama pameran. Hal ini mendorong lonjakan pemesanan yang signifikan,” jelasnya. Ia menambahkan, produk-produk elektronik dan furnitur juga mencatat pertumbuhan penjualan yang positif, masing-masing menembus angka Rp1,1 triliun dan Rp450 miliar.
Dampak Ekonomi dan Dukungan Pemerintah
Menteri Perdagangan, Bapak Darmawan Prasetyo, dalam keterangan tertulisnya menilai bahwa capaian Jakarta Fair 2026 merupakan indikator kuat dari daya beli masyarakat yang tetap resilien di tengah dinamika ekonomi global. “Transaksi Rp8,2 triliun ini tidak hanya mencerminkan konsumsi domestik yang tangguh, tetapi juga menjadi motor penggerak sektor riil, terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang turut dilibatkan,” tegasnya. Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, sekitar 40 persen stan diisi oleh UMKM binaan pemerintah pusat dan daerah. Sementara itu, Penjabat Gubernur DKI Jakarta menegaskan bahwa ajang tahunan ini memberikan efek berganda bagi perekonomian ibu kota, termasuk penyerapan tenaga kerja musiman dan peningkatan pendapatan sektor pariwisata serta perhotelan.
Penutupan Meriah dan Proyeksi 2027
Acara penutupan dimeriahkan dengan pertunjukan musik serta penganugerahan penghargaan kepada stan-stan terbaik dan mitra strategis. Dalam sambutannya, Direktur Utama PT Jakarta International Expo, Bapak Ahmad Fauzi, menyatakan bahwa pihaknya telah menyusun rencana perbaikan untuk penyelenggaraan Jakarta Fair 2027. “Kami akan menindaklanjuti arahan pemerintah untuk memperluas partisipasi produk dalam negeri dan meningkatkan kualitas layanan. Target transaksi tahun depan kami tetapkan sebesar Rp9 triliun,” ungkapnya. Jadwal pasti pelaksanaan Jakarta Fair 2027 dijadwalkan untuk diumumkan dalam Rapat Koordinasi Nasional Pariwisata dan Perdagangan pada kuartal pertama tahun depan. Dengan sukses gelaran tahun ini, Jakarta Fair Kemayoran kembali mengukuhkan diri sebagai salah satu motor penggerak ekonomi nasional yang strategis.
Baca juga:
Comments (0)