APABERITA.COM, JAKARTA — Aksi pencurian fasilitas umum kembali menyasar area Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Sebanyak dua unit lampu bertenaga surya (solar panel) yang terpasang di salah satu area makam dilaporkan hilang tanpa jejak. Peristiwa ini memicu keprihatinan pihak pengelola dan peziarah atas keamanan di kompleks pemakaman seluas puluhan hektare tersebut.
Fasilitas penerangan mandiri berbasis tenaga surya tersebut sejatinya baru dipasang untuk memberikan penerangan di sekitar pusara saat malam hari. Namun, saat petugas pemakaman melakukan patroli rutin, tiang penyangga ditemukan dalam kondisi kosong dan perangkat lampu telah raib dilepas secara paksa.
Kronologi Hilangnya Lampu Penerangan Makam
Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari petugas di lapangan, aksi pencurian ini diduga tidak berlangsung pada malam hari saat suasana gelap gulita, melainkan pada siang hari ketika lalu lintas peziarah dan pengawasan petugas terpecah di berbagai blok.
- Pemeriksaan Pagi Hari: Petugas kebersihan area makam masih melihat dua unit lampu tenaga surya terpasang kokoh di posisinya saat pembersihan rutin awal.
- Kondisi Lengang Siang Hari: Sekitar pukul 12.00 hingga 14.00 WIB, suasana di blok makam terpantau sepi dari aktivitas peziarah karena terik matahari.
- Penemuan Kehilangan: Menjelang sore hari saat pergantian jadwal jaga, pengawas area mendapati kedua lampu panel surya sudah tidak berada di tempatnya dengan baut penahan yang telah dirusak.
"Kami menduga pelakunya beraksi saat siang hari ketika suasana sedang hening dan petugas berpencar membersihkan blok lain. Pelaku tampaknya sudah mempersiapkan peralatan untuk membongkar baut lampu secara cepat," ujar salah seorang penjaga makam di TPU Tanah Kusir.
Modus dan Kerugian Fasilitas TPU
Pencurian perangkat lampu tenaga surya disinyalir bermotif ekonomi, mengingat komponen panel surya portabel dan baterai penyimpan daya memiliki nilai jual yang cukup tinggi di pasar barang bekas. Kejadian ini menambah daftar panjang hilangnya pernak-pernik dan ornamen makam yang kerap menjadi sasaran empuk oknum tidak bertanggung jawab.
Pihak pengelola makam menyayangkan tindakan vandalisme dan pencurian ini karena fasilitas tersebut dipasang dengan tujuan menjaga ketertiban serta kenyamanan area pemakaman. Menyikapi peristiwa ini, pengelola TPU Tanah Kusir merencanakan sejumlah langkah preventif:
- Peningkatan Frekuensi Patroli: Menambah jadwal patroli keliling petugas keamanan internal, terutama pada jam-jam rawan di siang dan sore hari.
- Koordinasi Keamanan Wilayah: Melibatkan aparat keamanan setempat untuk mengawasi akses keluar masuk kendaraan non-peziarah.
- Penguatan Sistem Penguncian: Memperkuat baut pengaman permanen atau metode pengelasan pada setiap fasilitas penerangan yang dipasang di area pemakaman terbuka.
Masyarakat dan keluarga peziarah diimbau untuk turut serta mengawasi lingkungan sekitar makam serta segera melapor kepada pos keamanan TPU apabila melihat gerak-gerik orang yang mencurigakan di dalam area pemakaman.
Comments (0)