Sep 17, 2026
Nasional

JAKARTA — Dokter Emanoel Oepangat Ungkap Bahaya Insufisiensi Vena Kronis

Rasa pegal, berat, hingga pembengkakan pada area kaki kerap dianggap sebagai kelelahan fisik biasa setelah seharian beraktivitas. Padahal, kondisi yang ter

JAKARTA — Dokter Emanoel Oepangat Ungkap Bahaya Insufisiensi Vena Kronis

Rasa pegal, berat, hingga pembengkakan pada area kaki kerap dianggap sebagai kelelahan fisik biasa setelah seharian beraktivitas. Padahal, kondisi yang terkesan sepele ini bisa menjadi indikator awal dari gangguan sirkulasi darah yang lebih serius, yakni chronic venous insufficiency (CVI) atau insufisiensi vena kronis. Masalah kesehatan pembuluh darah ini sering kali luput dari perhatian masyarakat hingga gejalanya memburuk dan mengganggu kualitas hidup penderitanya.

Menanggapi isu kesehatan tersebut, Dokter Emanoel Oepangat SpJP, seorang konsultan intervensi jantung dan pembuluh darah dari Siloam Hospitals TB Simatupang Jakarta, memberikan penjelasan komprehensif mengenai mekanisme terjadinya CVI, potensi risiko komplikasi, hingga penanganan medis modern yang dapat dilakukan.

Mekanisme Kerusakan Katup Pembuluh Darah Vena

Secara medis, insufisiensi vena kronis terjadi ketika pembuluh darah vena di area kaki mengalami kesulitan untuk mengalirkan darah kembali ke jantung. Pembuluh darah vena normal dilengkapi dengan katup satu arah yang berfungsi mencegah aliran balik darah akibat gaya gravitasi. Namun, ketika katup tersebut melemah atau mengalami kerusakan, darah akan menggenang di area kaki dan memicu peningkatan tekanan pembuluh darah secara berkelanjutan.

"Banyak orang yang tidak menyadari bahwa pembengkakan atau rasa berat di kaki adalah sinyal imbas dari katup vena yang tidak berfungsi optimal. Jika dibiarkan tanpa penanganan medis yang tepat, kondisi ini dapat memicu komplikasi kronis seperti luka terbuka yang sangat sulit disembuhkan," ungkap dr. Emanoel Oepangat, SpJP.

Berdasarkan data medis, risiko CVI cenderung meningkat seiring bertambahnya usia, kebiasaan berdiri atau duduk terlalu lama saat bekerja, obesitas, hingga faktor keturunan. Penderita kondisi ini dapat mengalami rentetan gejala yang bervariasi, mulai dari munculnya garis urat halus (spider veins), pembuluh darah menonjol (varises), perubahan warna kulit menjadi kehitaman, hingga pembentukan borok atau ulkus vena.

Tahapan Perkembangan Gejala Insufisiensi Vena

Untuk mempermudah pemahaman masyarakat mengenai intensitas keluhan CVI, berikut adalah gambaran perbandingan karakteristik antara CVI stadium awal dan stadium lanjut:

Parameter CVI Stadium Awal CVI Stadium Lanjut
Kondisi Fisik Kaki Pegal ringan, spider veins, bengkak minimal di sore hari. Pembengkakan menetap, varises menonjol, kulit mengeras.
Perubahan Kulit Warna kulit masih normal. Hiperpigmentasi (kulit cokelat/hitam) dan ruam eksim.
Risiko Komplikasi Rendah, dapat diatasi dengan terapi konservatif. Tinggi, berisiko menimbulkan luka terbuka (ulkus vena).

Metode Penanganan Medis dan Opsi Intervensi

Penanganan CVI membutuhkan pendekatan secara bertahap dan terukur. Pada tahap awal, dokter biasanya merekomendasikan perubahan gaya hidup rutin, seperti berolahraga secara teratur, menghindari posisi duduk atau berdiri terlalu lama tanpa jeda, mengganjal kaki lebih tinggi saat berbaring, serta mengaplikasikan kaus kaki kompresi (compression stockings) untuk membantu mendorong aliran darah ke atas.

Namun, untuk kasus yang lebih berat atau tidak membaik dengan terapi konservatif, tindakan penanganan medis berbasis intervensi minimal invasif menjadi solusi utama. Sebagai spesialis konsultan intervensi, dr. Emanoel Oepangat menyoroti pentingnya tindakan berteknologi tinggi yang presisi.

"Teknologi kedokteran saat ini memungkinkan penanganan insufisiensi vena kronis dilakukan secara efisien dengan prosedur minimal invasif, seperti skleroterapi maupun terapi ablasia endovaskular (EVLA/RFA), yang memiliki tingkat pemulihan jauh lebih cepat dibanding operasi terbuka konvensional," tambah dr. Emanoel.

Dengan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan pembuluh darah, diharapkan penanganan CVI dapat dilakukan secara dini sebelum menimbulkan dampak komplikasi kronis yang menurunkan produktivitas. Siloam Hospitals TB Simatupang terus berkomitmen menghadirkan layanan edukasi serta fasilitas medis terpadu bagi masyarakat yang membutuhkan perawatan pembuluh darah.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS putri-anggraini

Fact Checker Politik. Memverifikasi klaim publik, pidato pejabat, dan informasi viral. Anggota jaringan cek fakta Indonesia.

Comments (0)

User