Sep 16, 2026
Nasional

JAKARTA — Destry Damayanti Lantik Mal Isnaini Jadi Kepala DKMP BI

JAKARTA — Bank Indonesia (BI) secara resmi merombak jajaran pimpinan strategis di lingkungan bank sentral. Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, meres

JAKARTA — Destry Damayanti Lantik Mal Isnaini Jadi Kepala DKMP BI

JAKARTA — Bank Indonesia (BI) secara resmi merombak jajaran pimpinan strategis di lingkungan bank sentral. Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, meresmikan dan melantik Mal Isnaini S. Meyyanti sebagai Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial (DKMP) BI yang baru pada Selasa (15/9/2026). Pelantikan ini menjadi langkah krusial bank sentral dalam memperkuat stabilitas sistem keuangan serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional di tengah tantangan ketidakpastian global.

Prosesi pelantikan berlangsung di Gedung Thamrin, Kantor Pusat Bank Indonesia, Jakarta. Acara tersebut dihadiri secara langsung oleh jajaran Anggota Dewan Gubernur BI, pejabat kementerian dan lembaga mitra, serta pimpinan dari industri perbankan nasional. Mal Isnaini yang sebelumnya memegang berbagai posisi strategis manajerial di internal BI, kini mengemban amanat penuh dalam merumuskan serta mengimplementasikan instrumen makroprudensial demi menjaga ketahanan sektor keuangan.

Rangkaian Kronologi Prosesi Pelantikan Pejabat Baru BI

Pelantikan ini dilaksanakan secara khidmat dengan menerapkan tata kelola organisasi yang transparan serta akuntabel. Berikut adalah urutan kejadian dalam alur prosesi pelantikan tersebut:

  1. Pembacaan Keputusan Dewan Gubernur: Acara diawali dengan pembacaan Surat Keputusan Dewan Gubernur Bank Indonesia terkait pengangkatan resmi Mal Isnaini S. Meyyanti sebagai Kepala DKMP BI.
  2. Pengambilan Sumpah Jabatan: Gubernur BI Destry Damayanti memimpin langsung pengambilan sumpah jabatan yang diikutsertakan oleh pejabat terpilih di hadapan rohaniwan dan saksi.
  3. Penandatanganan Berita Acara: Prosesi dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara serah terima jabatan serta pakta integritas kepemimpinan di lingkungan bank sentral.
  4. Penyampaian Amanat Gubernur: Destry Damayanti memberikan pengarahan strategis mengenai fokus dan arah kebijakan makroprudensial yang harus diakselerasi dalam periode mendatang.

Fokus Strategis dan Tantangan Kebijakan Makroprudensial

Dalam amanat pimpinannya, Destry Damayanti menekankan pentingnya penguatan intermediasi perbankan yang seimbang, inklusif, dan tetap berhati-hati. Menurutnya, Departemen Kebijakan Makroprudensial memiliki peran sebagai benteng pertahanan utama dalam mengantisipasi penumpukan risiko sistemik di sektor perbankan dan jasa keuangan.

"Penguatan kebijakan makroprudensial harus terus diarahkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan tanpa mengabaikan aspek kehati-hatian. Kepemimpinan baru di DKMP diharapkan mampu melahirkan inovasi kebijakan yang responsif terhadap dinamika pasar dan perubahan ekonomi global," ujar Destry Damayanti dalam sambutannya.

Lebih lanjut, implementasi skema Rasio Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) dan optimalisasi Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial (RPIM) menjadi fokus utama yang harus dikawal oleh kepemimpinan baru. Kebijakan ini dirancang untuk memicu perbankan agar aktif menyalurkan pembiayaan ke sektor-sektor prioritas, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta proyek-proyek berwawasan lingkungan.

Prioritas Kerja Kepala DKMP BI yang Baru

Sebelum menduduki posisi Kepala DKMP, Mal Isnaini S. Meyyanti memiliki rekam jejak yang panjang dalam pengawasan sistem keuangan, analisis intermediasi, dan regulasi perbankan di Bank Indonesia. Pengalaman komprehensif tersebut menjadi modal penting dalam mengomandoi departemen vital ini.

Dalam menjalankan tugasnya ke depan, beberapa sasaran utama yang menjadi prioritas Departemen Kebijakan Makroprudensial meliputi:

  • Akselerasi Kredit Nasional: Mendorong pertumbuhan kredit perbankan agar mampu mencapai target 9% hingga 11% untuk menopang pertumbuhan ekonomi nasional.
  • Mitigasi Risiko Sistemik: Memperkuat pemantauan terpadu terhadap ketahanan likuiditas dan permodalan perbankan di tengah fluktuasi suku bunga global.
  • Penguatan Pembiayaan Hijau: Memperluas cakupan kebijakan makroprudensial berwawasan lingkungan demi mendukung agenda transisi energi dan keberlanjutan.

Pelantikan ini disambut positif oleh para pelaku pasar keuangan dan perbankan. Sinergi yang kuat antara kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran di bawah koordinasi Bank Indonesia diharapkan mampu menjaga momentum pemulihan ekonomi nasional secara berkesinambungan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS rizky-amelia

Reporter Senior. Meliput dinamika politik nasional, kebijakan publik, dan isu parlemen selama 8 tahun. Alumni FISIP UI.

Comments (0)

User