Israel Tahan Jenazah Dua Remaja Palestina yang Ditembak di Tepi Barat

Otoritas Israel menahan jenazah dua remaja Palestina yang tewas ditembak pasukan keamanan di wilayah Tepi Barat, dilaporkan terjadi di utara kota Hebron. Penahanan jenazah ini menuai kecaman dari pih

Jul 06, 2026 - 14:07
0 0
Israel Tahan Jenazah Dua Remaja Palestina yang Ditembak di Tepi Barat

Otoritas Israel menahan jenazah dua remaja Palestina yang tewas ditembak pasukan keamanan di wilayah Tepi Barat, dilaporkan terjadi di utara kota Hebron. Penahanan jenazah ini menuai kecaman dari pihak Palestina dan dikhawatirkan akan memperburuk ketegangan di kawasan yang sudah memanas dalam beberapa pekan terakhir. Menurut laporan yang dihimpun Apaberita.com, insiden berdarah itu berlangsung pada Senin malam waktu setempat, ketika kedua remaja tersebut diduga terlibat dalam aksi pelemparan bom molotov ke arah pos militer Israel.

Versi Militer Israel dan Identifikasi Korban

Militer Israel dalam pernyataan resminya menegaskan bahwa pasukan mereka melepaskan tembakan setelah sekelompok pemuda melemparkan bom molotov yang membahayakan keselamatan prajurit. Akibat tembakan tersebut, dua orang tewas di tempat. Pihak berwenang Israel belum memberikan rincian lebih lanjut mengenai prosedur penembakan, namun memastikan bahwa jenazah kedua remaja itu saat ini berada dalam penguasaan mereka untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut. Praktik penahanan jenazah warga Palestina oleh Israel bukanlah hal baru, dan kerap dikritik oleh organisasi hak asasi manusia karena dianggap sebagai hukuman kolektif yang menyulitkan keluarga untuk melaksanakan pemakaman secara layak.

Sumber dari kalangan medis dan kantor berita resmi Palestina mengidentifikasi korban tewas sebagai Reda Sami Awad (15) dan Arafat Ismail Awad (19). Keduanya diketahui masih berstatus pelajar dan berasal dari keluarga yang tinggal di kawasan Hebron. Otoritas Umum Urusan Sipil yang berafiliasi dengan Otoritas Palestina di Ramallah telah mengonfirmasi bahwa jenazah Reda dan Arafat ditahan oleh pihak Israel. Pihak keluarga kedua remaja ini mendesak agar jenazah segera dikembalikan agar dapat disemayamkan sesuai tradisi Islam.

"Kami mendapat laporan bahwa ada upaya pelemparan bom molotov yang membahayakan pasukan kami. Tindakan tegas terpaksa diambil untuk menetralisir ancaman langsung tersebut," demikian bunyi pernyataan singkat militer Israel yang dikutip Apaberita.com, Selasa (23/6/2026).

Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya kekerasan di Tepi Barat sejak awal tahun 2026, dengan serangkaian bentrokan antara pemuda Palestina dan pasukan Israel. Organisasi masyarakat sipil mencatat setidaknya sudah lebih dari selusin warga Palestina tewas di tangan pasukan Israel dalam dua bulan terakhir, termasuk beberapa anak di bawah umur. Di sisi lain, Israel mengklaim tengah meningkatkan operasi keamanan pasca serangkaian serangan terhadap warga negara Israel di wilayah permukiman.

Penahanan jenazah kali ini diprediksi akan memicu demonstrasi lanjutan dari kalangan aktivis dan keluarga korban. Beberapa jam setelah kabar penembakan menyebar, puluhan warga Palestina turun ke jalan di Hebron menuntut pengembalian jenazah. Aparat keamanan Palestina dikabarkan mencoba meredam massa agar tidak mendekati zona konflik, namun suasana di lapangan dilaporkan masih sangat tegang. Apaberita.com akan terus memantau perkembangan situasi ini dan memberikan laporan akurat kepada pembaca.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
rizky-amelia

Reporter Nasional. Reporter isu nasional dan peristiwa penting.

Comments (0)

User