Ismael Saibari Cedera, Dipastikan Absen Bela Maroko Lawan Perancis

New York — Gelandang serang anyar Bayern Munich, Ismael Saibari, resmi dicoret dari susunan pemain Timnas Maroko untuk laga perempat final Piala Dunia 2026

Jul 09, 2026 - 18:27
0 0

New York — Gelandang serang anyar Bayern Munich, Ismael Saibari, resmi dicoret dari susunan pemain Timnas Maroko untuk laga perempat final Piala Dunia 2026 melawan Perancis. Kepastian tersebut diumumkan tim medis dan pelatih Walid Regragui, Kamis (9/7) waktu setempat, hanya berselang satu hari sebelum pertandingan krusial yang dijadwalkan berlangsung di Stadion MetLife, East Rutherford, Jumat (10/7) dini hari WIB.

Cedera otot yang dialami Saibari menjadi pukulan telak bagi Singa Atlas. Pemain berusia 25 tahun itu merupakan motor serangan Maroko sepanjang turnamen, dengan kontribusi langsung 2 gol dan 3 assist dalam empat pertandingan. Absennya Saibari dipastikan setelah hasil pemindaian medis menunjukkan adanya robekan ringan pada hamstring kanan, yang membutuhkan waktu pemulihan 7 hingga 10 hari.

Kronologi Cedera Jelang Laga Hidup-Mati

Rangkaian peristiwa yang menyebabkan Saibari harus menepi berlangsung dalam kurun tiga hari terakhir. Berikut linimasa perjalanan cedera pemain kelahiran Belgia tersebut:

  1. Selasa (7/7) — Sesi Latihan Tertutup di New York
    Saibari bergabung dalam sesi latihan intensif skuad Maroko di pusat pelatihan sementara di New York, hanya sehari setelah merampungkan transfernya ke Bayern Munich. Pada menit ke-40 sesi latihan, ia mendadak mengeluhkan nyeri tajam di paha kanan setelah melakukan sprint eksplosif. Tim medis segera membawanya keluar lapangan untuk pemeriksaan awal. Saat itu, belum ada keputusan terkait tingkat keparahan cedera.
  2. Rabu (8/7) — Pemeriksaan MRI dan Diagnosis
    Pagi harinya, Saibari menjalani pemindaian Magnetic Resonance Imaging (MRI) di rumah sakit Mount Sinai, New York. Hasil yang keluar siang hari mengonfirmasi adanya robekan mikro pada otot hamstring sisi kanan. Dokter tim Maroko, Dr. Adil Benkassou, merekomendasikan istirahat total selama minimal seminggu untuk mencegah cedera bertambah parah. Sejak saat itu, status Saibari untuk laga kontra Perancis praktis tidak memungkinkan.
  3. Kamis (9/7) — Pengumuman Resmi Pelatih
    Dalam konferensi pers pralaga, Pelatih Walid Regragui menyatakan Saibari tidak akan dimasukkan dalam daftar susunan pemain. "Ismael adalah pemain penting, tetapi risiko cedera lebih besar jika dipaksakan. Kami tidak akan mengorbankan kebugarannya hanya untuk satu pertandingan, betapapun besarnya laga ini," ujar Regragui.

Dampak Absennya Saibari pada Strategi Maroko

Absennya Saibari memaksa Regragui merombak lini tengah. Pemain 25 tahun itu sejauh ini menjadi pemain Maroko dengan kontribusi gol tertinggi di Piala Dunia 2026—5 keterlibatan gol (2 gol, 3 assist)—dan menduduki peringkat kedua dalam daftar peluang tercipta per 90 menit (2,8). Dalam sistem 4-3-3 yang kerap diterapkan, Saibari berperan sebagai box-to-box midfielder yang menghubungkan lini pertahanan dengan trisula penyerang.

Tanpa Saibari, opsi pengganti yang tersedia adalah Bilal El Khannouss (Genk) dan Amir Richardson (Reims). Keduanya memiliki karakter bermain berbeda—El Khannouss lebih kreatif namun minim pengalaman di turnamen besar, sementara Richardson lebih defensif. Regragui belum memberikan indikasi siapa yang akan mengisi posisi tersebut, tetapi sejumlah analis menduga ia akan kembali ke formasi 4-2-3-1 dengan menambah satu gelandang bertahan untuk meredam agresivitas lini tengah Perancis yang digalang Aurélien Tchouaméni dan Eduardo Camavinga.

Di sisi lain, Maroko tetap memiliki ancaman dari sayap. Hakim Ziyech dan Amine Adli diharapkan tampil lebih ofensif untuk menutupi hilangnya kreativitas dari lini kedua. Dukungan dari Achraf Hakimi yang kerap naik membantu serangan juga menjadi kunci.

Reaksi dan Harapan

Kabar cedera Saibari langsung menuai reaksi dari para pendukung Maroko yang membanjiri media sosial dengan dukungan. Sementara itu, kubu Perancis tak mau terlena. Pelatih Didier Deschamps menyebut absennya Saibari tidak mengubah persiapan timnya. "Maroko tetaplah tim kuat. Kami sudah menyiapkan antisipasi terhadap semua kemungkinan," kata Deschamps.

Pertandingan perempat final ini menjadi ulangan semifinal Piala Dunia 2022 di Qatar, di mana Perancis menang 2-0. Maroko bertekad membalas, namun tanpa Saibari, beban semakin berat di pundak para pemain yang tersisa.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User