IKEA Tutup Dua Gerai Pick-up di AS per 30 Agustus
New York, Apaberita.com — Raksasa furnitur asal Swedia, IKEA, mengumumkan akan menutup dua lokasi layanan “Plan and order point with Pick-up” di Amerika Se
New York, Apaberita.com — Raksasa furnitur asal Swedia, IKEA, mengumumkan akan menutup dua lokasi layanan “Plan and order point with Pick-up” di Amerika Serikat pada 30 Agustus 2026. Langkah ini merupakan bagian dari evaluasi strategis perusahaan untuk meningkatkan aksesibilitas dan keberlanjutan model bisnis di tengah perubahan perilaku konsumen.
Kronologi Penutupan
Kabar penutupan muncul pertama kali melalui pemberitahuan internal kepada karyawan pada awal pekan ini. Berikut garis waktu peristiwa yang diketahui publik sejauh ini:
- 29 Januari 2026 – IKEA mengonfirmasi rencana penghentian operasi dua gerai format kecil tersebut. Pengumuman disampaikan langsung oleh divisi IKEA U.S. kepada media setempat.
- Februari–Juli 2026 – Masa transisi dilakukan, termasuk pemindahan stok barang, penyesuaian tenaga kerja, dan komunikasi kepada pelanggan yang masih memiliki pesanan.
- 30 Agustus 2026 – Kedua lokasi akan resmi menutup pintunya untuk terakhir kali. Setelah tanggal ini, layanan akan sepenuhnya dialihkan ke toko utama terdekat atau kanal daring.
Latar Belakang Format “Plan and order point”
“Plan and order point with Pick-up” adalah format toko mungil yang diperkenalkan IKEA pada 2021. Berbeda dari gerai raksasa berwarna biru-kuning pada umumnya, lokasi ini dirancang untuk area perkotaan padat. Konsumen dapat berkonsultasi langsung dengan perencana dapur atau kamar mandi, memesan produk, lalu mengambil sendiri di tempat dalam hitungan hari. Tidak ada area pamer furnitur besar maupun restoran bakso legendaris di dalamnya.
Dua lokasi yang akan ditutup berada di Arcadia, California, dan Queens, New York. Keduanya dipilih karena tingkat kunjungan yang stagnan serta kedekatan dengan toko IKEA berskala penuh yang mampu menyerap seluruh permintaan.
Alasan Strategis di Balik Penutupan
Dalam pernyataan resminya, IKEA menyebut penutupan sebagai “langkah untuk menyelaraskan jejak ritel dengan kebutuhan masa depan”. Juru bicara perusahaan menegaskan bahwa keputusan ini bukan semata penghematan biaya, melainkan penajaman fokus pada format toko yang paling relevan.
“Kami terus mengevaluasi setiap titik layanan. Dengan berkaca pada data kunjungan dan preferensi konsumen, kami yakin investasi pada toko format besar serta platform digital akan memberikan pengalaman yang lebih lengkap dan berkelanjutan,” ujar Javier Quiñones, CEO IKEA U.S.
Perusahaan menyoroti tiga faktor utama:
- Pergeseran ke belanja daring – Lebih dari 35% penjualan IKEA di Amerika kini berasal dari kanal online, meningkat dua kali lipat sejak 2019.
- Efisiensi rantai pasok – Menyatukan stok di sedikit titik distribusi menurunkan emisi karbon, sejalan dengan target climate positive 2030.
- Aksesibilitas nyata – Toko besar yang dilengkapi restoran, area bermain anak, dan seluruh katalog justru lebih menarik bagi keluarga yang ingin “wisata belanja”.
Dampak pada Karyawan dan Konsumen
IKEA memastikan bahwa tidak ada pemutusan hubungan kerja massal. Semua karyawan di dua gerai tersebut—sekitar 40 orang—akan ditawari posisi di toko terdekat atau bekerja dari jarak jauh di divisi layanan pelanggan digital. “Kami menghargai dedikasi mereka dan berkomitmen menghadirkan transisi yang mulus,” tambah Quiñones.
Bagi konsumen, pesanan yang sudah dilakukan sebelum penutupan akan tetap diproses. Pengambilan terakhir dapat dilakukan hingga H-3 sebelum gerai ditutup. Setelahnya, pelanggan diarahkan ke toko IKEA Burbank (untuk Arcadia) dan Long Island (untuk Queens) atau memanfaatkan layanan pengiriman langsung ke rumah.
Konteks Tren Ritel Global
Keputusan ini bukan kejutan bagi pengamat industri. Sejak 2023, IKEA telah menutup beberapa city store kecil di Eropa dan Asia, termasuk di Tokyo dan Paris. Strategi serupa terlihat dari kompetitor seperti Target dan Walmart yang mengurangi jumlah toko format eksperimental demi memperkuat fulfillment center.
Di sisi lain, IKEA justru membuka gerai raksasa baru di San Francisco dan merenovasi outlet di Chicago dengan investasi lebih dari $250 juta. Langkah ini menegaskan bahwa masa depan ritel furnitur tetap bertumpu pada pengalaman fisik yang imersif, meski didukung penuh oleh teknologi digital.
Masa Depan IKEA di Amerika Serikat
Hingga akhir 2026, IKEA akan mengoperasikan 51 toko format penuh, 19 lokasi Plan and order point, serta 8 pusat distribusi di seluruh Amerika Serikat. Perusahaan juga berencana menambah 900 titik pengisian kendaraan listrik di area parkir dan meluncurkan program sewa furnitur sirkular di 10 kota baru.
Dengan langkah ini, IKEA menunjukkan bahwa keberlanjutan bukan hanya soal material ramah lingkungan, melainkan juga tentang merancang jejak operasi yang benar-benar dibutuhkan. Warga Amerika kini harus sedikit lebih jauh berkendara, tetapi mendapatkan pengalaman IKEA yang sesungguhnya—lengkap dengan bakso dan ball pit.
[SOCIAL_TWEET]: IKEA resmi menutup dua gerai “Plan and order point” di AS per 30 Agustus. Bukan PHK, tapi strategi hijau dan fokus daring. #IKEA #Ritel #BisnisBerkelanjutan[SOCIAL_TG]: 🇸🇪 IKEA tutup dua lokasi pick-up di AS: Arcadia & Queens. Fokus geser ke toko besar + online. Karyawan tetap aman. Lengkap di sini 👇
Comments (0)