Harga Minyak Naik 11 Persen Sepekan, CPO Melemah dan Batu Bara Menguat

Harga minyak mentah dunia mencatat penguatan mingguan signifikan sebesar 11 persen pada perdagangan yang ditutup Jumat (17/7), seiring dengan kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan akibat eskala...

Jul 19, 2026 - 21:19
0 0
Harga Minyak Naik 11 Persen Sepekan, CPO Melemah dan Batu Bara Menguat

Harga minyak mentah dunia mencatat penguatan mingguan signifikan sebesar 11 persen pada perdagangan yang ditutup Jumat (17/7), seiring dengan kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan akibat eskalasi konflik bersenjata di Timur Tengah, meskipun aksi pengambilan keuntungan mendorong koreksi pada penutupan akhir pekan.

Berdasarkan data perdagangan internasional, minyak acuan Brent ditutup di level di atas USD 84 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) berada di bawah USD 79 per barel pada Jumat (17/7). Keduanya secara kolektif menguat mendekati 11 persen sepanjang sepekan.

Risiko Pasokan Akibat Konflik Timur Tengah

Ketegangan geopolitik memanas seiring dengan serangan militer yang dilancarkan oleh Amerika Serikat terhadap Iran selama lima hari berturut-turut hingga Kamis (16/7). Sebagai respons, pihak Iran dilaporkan telah mengajukan permintaan kepada kelompok pemberontak Houthi di Yaman untuk menutup akses jalur pelayaran Bab el-Mandeb apabila infrastruktur kelistrikan wilayahnya mengalami serangan balasan.

Ancaman tersebut memicu kekhawatiran luas di kalangan pelaku pasar energi global mengenai potensi terganggunya rute pelayaran strategis menuju Laut Merah yang menjadi salah satu jalur vital distribusi minyak dunia.

"Tanpa adanya eskalasi yang benar-benar signifikan, para trader enggan mendorong harga naik lebih tinggi lagi. Pasar fisik saat ini juga belum menunjukkan adanya kekurangan pasokan yang kritis," ujar Rebecca Babin, trader energi senior di CIBC Private Wealth Group.

Meskipun jumlah kapal yang melintasi Selat Hormuz terpantau menurun, sebagian pengiriman minyak internasional masih terus beroperasi. Sejumlah kapal tanker diketahui telah melakukan aktivitas transfer dari kapal ke kapal di perairan lepas pantai Oman untuk memitigasi risiko logistik.

Pergerakan CPO dan Batu Bara Berjangka

Di sektor agrikultur, harga Crude Palm Oil (CPO) untuk kontrak pengiriman Agustus terkoreksi 0,18 persen pada perdagangan Jumat (17/7), menempatkan harga referensi di posisi MYR 4.529 per ton. Penurunan tersebut mencerminkan tekanan terhadap komoditas minyak nabati di tengah volatilitas pasar energi.

Berbeda halnya, harga batu bara berjangka jenis Newcastle untuk kontrak Agustus berhasil menguat 1,02 persen ke level USD 133,35 per ton pada penutupan yang sama. Penguatan ini menunjukkan divergensi pergerakan antarkomoditas energi yang dipengaruhi oleh faktor fundamental berbeda.

Proyeksi Pasar Energi Global

Pelaku pasar menegaskan bahwa keputusan investasi selanjutnya akan sangat bergantung pada perkembangan ketegangan di Timur Tengah. Para investor diyakini akan menindaklanjuti setiap indikator eskalasi baru sebelum menentukan arah posisi perdagangan mereka secara masif.

Sementara itu, pasar fisik minyak global hingga saat ini belum menunjukkan defisit pasokan yang signifikan. Kondisi tersebut menyebabkan harga sulit menembus level lebih tinggi kecuali terdapat gangguan nyata pada infrastruktur produksi atau distribusi minyak dunia.

Dengan mempertimbangkan dinamika geopolitik yang masih fluida, pergerakan harga minyak dan komoditas terkait diproyeksikan akan terus bergantung pada risiko pasokan yang muncul dari jalur strategis di Timur Tengah dan keputusan yang ditetapkan oleh para pelaku pasar dalam merespons perkembangan tersebut.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User