Gudang SDN Srengseng Sawah 04 Terbakar Saat Jam Pelajaran

JAKARTA — Kebakaran melanda gudang penyimpanan barang di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Srengseng Sawah 04, Jakarta Selatan, pada Kamis, 6 Agustus 2026, saat kegiatan belajar mengajar tengah berlangsung...

Gudang SDN Srengseng Sawah 04 Terbakar Saat Jam Pelajaran

JAKARTA — Kebakaran melanda gudang penyimpanan barang di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Srengseng Sawah 04, Jakarta Selatan, pada Kamis, 6 Agustus 2026, saat kegiatan belajar mengajar tengah berlangsung. Peristiwa tersebut menyebabkan proses pembelajaran di sejumlah ruang kelas sempat dihentikan sementara demi keselamatan para siswa dan tenaga pendidik.

Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan, dalam keterangan resminya, menyatakan bahwa pihaknya menerima laporan kebakaran pada pukul 09.47 WIB. Sebanyak 10 unit mobil pemadam kebakaran dengan 50 personel diterjunkan ke lokasi untuk memadamkan api. Proses pemadaman berlangsung sekitar 30 menit dan berhasil dilokalisasi agar tidak merembet ke bangunan utama sekolah.

"Api berhasil dipadamkan pada pukul 10.15 WIB. Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian ini. Namun, kerugian material ditaksir mencapai ratusan juta rupiah karena gudang tersebut menyimpan berbagai perlengkapan sekolah, termasuk meja, kursi, serta alat peraga pendidikan," ujar Kepala Sudin Gulkarmat Jakarta Selatan di lokasi kejadian.

Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki

Berdasarkan keterangan sementara dari petugas di lapangan, dugaan awal penyebab kebakaran adalah korsleting listrik pada instalasi di dalam gudang. Namun, pihak kepolisian bersama tim forensik masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan sumber api secara pasti. Proses olah tempat kejadian perkara (TKP) direncanakan berlangsung pada Jumat, 7 Agustus 2026.

Kepala SDN Srengseng Sawah 04, saat ditemui di ruang kerjanya, membenarkan bahwa kebakaran terjadi di gudang yang terletak di bagian belakang sekolah. Ia menegaskan bahwa seluruh siswa telah dievakuasi ke lapangan terbuka dengan tertib dan aman.

"Kami mengikuti prosedur evakuasi yang telah dilatih sebelumnya. Para guru langsung mengarahkan siswa keluar dari ruang kelas menuju titik kumpul. Kegiatan belajar mengajar dihentikan sementara dan orang tua siswa telah diberitahukan melalui kanal resmi sekolah," jelasnya.

Dampak pada Kegiatan Belajar Mengajar

Akibat kebakaran tersebut, ruang gudang yang hangus tidak dapat digunakan untuk sementara waktu. Sekolah berencana memindahkan sejumlah barang yang masih bisa diselamatkan ke lokasi lain. Aktivitas belajar mengajar dijadwalkan kembali normal pada Senin, 10 Agustus 2026, setelah dilakukan pembersihan dan pemeriksaan kelayakan bangunan oleh dinas terkait.

Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah II Jakarta Selatan menyatakan bahwa pihaknya akan segera menindaklanjuti kejadian ini dengan melakukan inventarisasi kerugian dan mengajukan permohonan penggantian aset melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Ia juga memastikan bahwa proses pembelajaran tidak akan terganggu secara signifikan.

"Kami berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta untuk menyediakan bantuan darurat berupa perlengkapan sekolah yang hangus. Prioritas utama adalah memastikan siswa tetap mendapatkan hak pendidikannya tanpa hambatan," tegasnya.

Respons Wali Murid dan Masyarakat

Sejumlah wali murid yang datang ke sekolah setelah mendengar kabar kebakaran menyatakan rasa syukur karena tidak ada korban jiwa. Mereka juga mengapresiasi respons cepat petugas pemadam kebakaran yang tiba di lokasi dalam waktu kurang dari 10 menit setelah laporan diterima.

"Kami sangat khawatir saat mendengar kabar ini, tetapi alhamdulillah anak-anak selamat. Semoga pihak sekolah dan pemerintah segera memperbaiki fasilitas yang rusak," ujar salah seorang wali murid yang enggan disebutkan namanya.

Peristiwa kebakaran ini menjadi pengingat pentingnya pemeriksaan rutin instalasi listrik di lingkungan sekolah. Dinas Pendidikan DKI Jakarta diharapkan melakukan audit menyeluruh terhadap seluruh sekolah di wilayahnya untuk mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.

Hingga berita ini diturunkan, petugas kepolisian masih berjaga di lokasi untuk mengamankan area bekas kebakaran. Sementara itu, pihak sekolah telah memasang garis pembatas di sekitar gudang untuk mencegah akses warga yang tidak berkepentingan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
putri-anggraini

Fact Checker Politik. Memverifikasi klaim publik, pidato pejabat, dan informasi viral. Anggota jaringan cek fakta Indonesia.

Comments (0)

User