Gudang Buku SDN 04 Srengseng Sawah Terbakar, Kerugian Capai Ratusan Juta
Jakarta, Apaberita — Kebakaran melanda gudang penyimpanan buku di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 04 Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada Senin pagi, 17 Maret 2025. Peristiwa terse...
Jakarta, Apaberita — Kebakaran melanda gudang penyimpanan buku di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 04 Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada Senin pagi, 17 Maret 2025. Peristiwa tersebut menghanguskan ribuan eksemplar buku pelajaran dan literatur penunjang yang tersimpan di ruangan berukuran sekitar 6×8 meter tersebut.
Kepala Seksi Operasional Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan, Syamsul Huda, membenarkan kejadian tersebut. Dalam keterangannya di lokasi kejadian, ia menyatakan bahwa pihaknya menerima laporan warga sekitar pukul 09.15 WIB. "Kami langsung mengerahkan dua unit mobil pemadam dengan delapan personel untuk menindaklanjuti laporan tersebut. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 10.05 WIB setelah melalui proses pendinginan," ujarnya.
Berdasarkan keterangan saksi di lapangan, kobaran api pertama kali terlihat dari celah atap gudang yang terbuat dari bahan semipermanen. Kepulan asap tebal langsung membubung tinggi, membuat sejumlah guru dan siswa yang sedang melaksanakan kegiatan belajar mengajar dievakuasi ke lapangan sekolah. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun kerugian material ditaksir mencapai Rp150 juta, mencakup buku-buku baru yang belum sempat didistribusikan ke kelas.
Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki
Kepala SDN 04 Srengseng Sawah, Rina Marlina, menyatakan bahwa gudang tersebut difungsikan sebagai tempat penyimpanan koleksi buku perpustakaan sekolah, termasuk buku paket kurikulum merdeka yang baru saja diterima dari Dinas Pendidikan DKI Jakarta. "Berdasarkan catatan inventaris, terdapat sekitar 4.500 eksemplar buku yang tersimpan di sana. Sebagian besar hangus terbakar dan tidak dapat diselamatkan," jelasnya saat ditemui di ruang kerjanya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian dari Polsek Jagakarsa masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikan penyebab pasti kebakaran. Kapolsek Jagakarsa, Kompol Andi Setiawan, menyatakan bahwa dugaan awal mengarah pada korsleting listrik akibat instalasi kabel yang sudah tua di dalam gudang. "Kami belum dapat memastikan secara final. Tim laboratorium forensik akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap titik api dan barang bukti yang ditemukan," tegasnya.
Andi menambahkan bahwa pihaknya telah memeriksa tiga orang saksi, yaitu penjaga sekolah, seorang guru, dan warga yang pertama kali melihat kepulan asap. Pemeriksaan tersebut bertujuan untuk mengumpulkan keterangan guna melengkapi proses penyelidikan yang sedang berjalan.
Dinas Pendidikan Siapkan Bantuan Pengganti
Menindaklanjuti kejadian tersebut, Suku Dinas Pendidikan Wilayah II Jakarta Selatan segera berkoordinasi dengan sekolah untuk mendata total kerugian dan kebutuhan mendesak. Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah II, M. Nurul Hasanah, menyatakan bahwa bantuan berupa buku pengganti akan diupayakan melalui anggaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan dana cadangan dinas.
"Kami berkomitmen agar proses belajar mengajar tidak terganggu. Berdasarkan laporan yang kami terima, buku-buku yang terbakar mayoritas adalah buku penunjang, bukan buku utama yang digunakan siswa setiap hari. Namun, kami tetap akan mengalokasikan pengadaan buku baru dalam waktu dekat," ujarnya dalam rapat koordinasi darurat yang digelar siang ini.
Nurul menambahkan bahwa pihaknya juga akan melakukan audit menyeluruh terhadap seluruh sekolah di wilayah Jakarta Selatan, khususnya terkait kelayakan instalasi listrik di area gudang penyimpanan. Langkah ini diambil sebagai upaya preventif agar insiden serupa tidak terulang kembali.
Evakuasi dan Dampak pada Kegiatan Sekolah
Proses evakuasi berlangsung tertib tanpa kepanikan. Para guru bersama staf tata usaha membantu memindahkan sejumlah arsip dan peralatan yang berada di ruangan sebelah gudang agar tidak ikut terbakar. Kegiatan belajar mengajar sempat dihentikan selama dua jam, namun dilanjutkan kembali setelah api dinyatakan padam dan area dinyatakan aman.
Seorang warga sekitar, Bambang (52), mengaku melihat kepulan asap saat ia sedang bersiap berangkat kerja. "Saya langsung menghubungi pemadam kebakaran dan memberitahu penjaga sekolah. Api cepat membesar karena banyak kertas di dalam gudang," katanya.
Hingga berita ini ditulis, pihak sekolah telah memasang garis polisi di sekitar lokasi kebakaran. Rina Marlina menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh pihak yang telah membantu proses pemadaman dan berharap penyebab kebakaran segera terungkap. "Kami berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi kami semua untuk lebih waspada terhadap potensi bahaya kebakaran," pungkasnya.
Comments (0)