Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, mengajak seluruh lapisan masyarakat di provinsi tersebut untuk melaksanakan salat istisqa dan doa bersama secara berjemaah sebagai ikhtiar memohon turunnya hujan di tengah musim kemarau. Ajakan itu disampaikan menyusul kondisi cuaca kering yang melanda sejumlah wilayah di daerah yang dikenal memiliki hamparan lahan gambut terluas di Indonesia itu.
Dalam keterangan resmi yang diterima wartawan di Palangka Raya, Agustiar Sabran menyatakan bahwa ibadah salat istisqa merupakan salah satu upaya yang dianjurkan ketika suatu daerah mengalami kekeringan berkepanjangan. Ia menegaskan bahwa ikhtiar memohon hujan tidak hanya dilakukan melalui upaya teknis, tetapi juga melalui pendekatan spiritual yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Gubernur mengajak para tokoh agama, tokoh masyarakat, serta aparatur pemerintah di tingkat kabupaten dan kota untuk memimpin serta menggerakkan pelaksanaan salat istisqa dan doa bersama di lingkungan masing-masing.
"Kami mengajak seluruh masyarakat Kalimantan Tengah untuk melaksanakan salat istisqa dan doa bersama. Semoga melalui ikhtiar ini, Tuhan Yang Maha Kuasa berkenan menurunkan hujan untuk daerah kita," demikian pernyataan Agustiar Sabran dalam imbauan yang disampaikannya kepada publik.
Salat Istisqa sebagai Ikhtiar Menghadapi Kekeringan
Salat istisqa merupakan salat sunah dua rakaat yang dikerjakan secara berjemaah untuk memohon diturunkannya hujan. Ibadah ini dicontohkan oleh Rasulullah SAW ketika masyarakat di zamannya dilanda musim kemarau panjang. Tata cara pelaksanaannya dimulai dengan takbir, dilanjutkan dua rakaat sebagaimana salat Id, kemudian khotbah yang berisi anjuran bertobat, memperbanyak istigfar, serta doa bersama agar Allah SWT menurunkan hujan.
Di sejumlah daerah, salat istisqa biasanya digelar di masjid, musala, maupun lapangan terbuka agar dapat diikuti oleh jemaah sebanyak-banyaknya. Selain sebagai permohonan hujan, kegiatan ini juga menjadi wahana memperkuat kebersamaan antarmasyarakat serta pengingat akan pentingnya menjaga kelestarian alam dalam menghadapi perubahan musim.
Musim Kemarau dan Ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan
Kalimantan Tengah merupakan salah satu provinsi dengan luasan lahan gambut terbesar di Indonesia. Pada musim kemarau, kondisi gambut yang mengering menjadikan wilayah ini rentan terhadap kebakaran hutan dan lahan yang berpotensi menimbulkan kabut asap. Kabut asap akibat karhutla tidak hanya mengganggu kesehatan masyarakat, tetapi juga berdampak pada aktivitas penerbangan, transportasi sungai, serta kegiatan ekonomi warga.
Menindaklanjuti kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah telah menggelar Rapat Koordinasi yang melibatkan unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, serta instansi terkait untuk memetakan daerah rawan dan menyiapkan langkah pencegahan. Upaya pemadaman dini, patroli terpadu, dan edukasi kepada masyarakat menjadi prioritas agar titik panas dapat segera ditangani sebelum meluas.
Gubernur juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Larangan tersebut telah diatur dalam peraturan perundang-undangan, dan pelanggarnya diancam sanksi pidana. Menurut dia, pencegahan sejak dini jauh lebih efektif dibandingkan penanganan ketika api telah menyebar luas dan sulit dikendalikan.
Dukungan Masyarakat Menanti Turunnya Hujan
Ajakan Gubernur mendapat sambutan dari berbagai elemen masyarakat. Sejumlah pengurus masjid di Palangka Raya menyatakan kesiapan untuk menyelenggarakan salat istisqa dan doa bersama secara berjemaah. Mereka berharap kegiatan itu dapat memperkuat kebersamaan sekaligus menjadi media permohonan kepada Tuhan Yang Maha Esa agar kawasan Kalimantan Tengah segera diguyur hujan.
Kalangan tokoh agama menilai ibadah salat istisqa relevan dengan kondisi aktual daerah yang tengah menghadapi musim kemarau. Selain aspek spiritual, mereka mengingatkan pentingnya menjaga lingkungan, termasuk tidak membakar lahan dan menjaga kelestarian hutan, agar keseimbangan alam tetap terjaga dan bencana kabut asap dapat dicegah sejak awal.
Ikhtiar Bersama Menanti Turunnya Hujan
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menegaskan komitmennya untuk terus memantau perkembangan cuaca serta kondisi lapangan selama musim kemarau berlangsung. Seluruh perangkat daerah diminta bersiaga dalam menghadapi potensi kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan, termasuk mempercepat penyaluran bantuan air bersih bagi wilayah yang mengalami kesulitan air.
Dengan pelaksanaan salat istisqa dan doa bersama, diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga lingkungan hidup. Pemerintah daerah berharap ikhtiar yang dilakukan bersama-sama, baik melalui upaya teknis maupun spiritual, dapat membawa berkah berupa turunnya hujan yang dinantikan seluruh warga Kalimantan Tengah.
Comments (0)