Gelombang Panas, Slovakia dan Hungaria Catat Rekor Suhu 41 Derajat Celcius
Gelombang panas ekstrem yang melanda Eropa Tengah pada awal pekan ini telah mendorong Slovakia dan Hungaria mencatat rekor suhu tertinggi sepanjang masa, mencapai 41 derajat Celcius. Kondisi ini mema
Gelombang panas ekstrem yang melanda Eropa Tengah pada awal pekan ini telah mendorong Slovakia dan Hungaria mencatat rekor suhu tertinggi sepanjang masa, mencapai 41 derajat Celcius. Kondisi ini memaksa warga untuk terus menjaga hidrasi dan membatasi aktivitas di luar ruangan.
Rekor Suhu Slovakia Pecah di Tiga Lokasi
Berdasarkan data yang dihimpun Apaberita.com dari Institut Hidrometeorologi Slovakia (SHMU), suhu maksimum harian pada Senin (29/6) mencatatkan angka yang belum pernah terjadi sebelumnya. Tiga stasiun pemantau yang berlokasi di dekat perbatasan dengan Hungaria semuanya mencatat suhu melebihi rekor nasional sebelumnya yang tercatat pada 2007, yaitu 40,3°C.
Titik terpanas terukur di kota Turna nad Bodvou, yang terletak di Slovakia bagian tenggara, dengan suhu 41,0°C tepat pada pukul 14.00 waktu setempat. Dua stasiun lainnya di wilayah yang sama melaporkan suhu 40,8°C dan 40,7°C, masih jauh di atas rekor lama.
“Ini merupakan rekor absolut untuk Slowakia yang tercatat dalam lebih dari satu abad pengamatan meteorologi modern,” ungkap seorang peneliti senior di SHMU yang dikutip Apaberita.com.
Hongaria Turut Terbakar, Warga Diimbau Waspada
Di lain pihak, negara tetangga Hungaria juga tidak luput dari terpaan gelombang panas. Layanan Meteorologi Hungaria (OMSZ) mengeluarkan peringatan level tertinggi untuk sejumlah kabupaten di selatan dan timur negara itu. Di kota Szeged dan Kecskemét, termometer menunjukkan angka hingga 40,5°C, mendekati rekor nasional Hungaria yang pernah tercatat pada Juli 2007 di Kiskunfélegyháza sebesar 41,9°C.
Pihak berwenang di Budapest mengimbau warga—khususnya lansia, anak-anak, dan penderita penyakit kronis—untuk mengurangi aktivitas fisik, memakai pelindung kepala, dan memastikan asupan cairan minimal dua liter per hari. Tenda pendingin darurat didirikan di sejumlah titik keramaian.
Perubahan Iklim dan Gelombang Panas yang Semakin Sering
Para ilmuwan iklim mengaitkan intensitas dan frekuensi gelombang panas ini dengan pemanasan global. Menurut Organisasi Meteorologi Dunia, Eropa mengalami peningkatan suhu rata-rata lebih cepat dibanding benua lain, membuat kejadian cuaca ekstrem seperti ini semakin sering terjadi.
Dengan puncak musim panas yang belum sepenuhnya tiba, warga di Eropa Tengah dihimbau untuk terus waspada terhadap potensi suhu lebih tinggi dalam beberapa pekan mendatang. Pemerintah Slowakia dan Hongaria berjanji akan memperkuat sistem peringatan dini dan menyediakan fasilitas publik untuk membantu masyarakat menghadapi terik yang membahayakan.
Comments (0)