Sep 16, 2026
Hukum

Ford Bantah Tudingan Menteri Transportasi AS Soal Kemitraan dengan Tiongkok

Ketegangan antara regulator pemerintah Amerika Serikat dan industri otomotif kembali memanas. Ford Motor Company secara terbuka melancarkan serangan balik

Ford Bantah Tudingan Menteri Transportasi AS Soal Kemitraan dengan Tiongkok

Ketegangan antara regulator pemerintah Amerika Serikat dan industri otomotif kembali memanas. Ford Motor Company secara terbuka melancarkan serangan balik terhadap Menteri Transportasi AS, Sean Duffy, menyusul tuduhan keras terkait hubungan bisnis pabrikan otomotif tersebut dengan entitas asal Tiongkok. Ford menilai kritik yang dilontarkan Duffy sebagai langkah yang keliru dan semata-mata bermotif untuk menarik perhatian media massa.

Perselisihan ini bermula ketika Sean Duffy mengirimkan surat resmi kepada Chief Executive Officer (CEO) Ford, Jim Farley. Dalam surat tersebut, Duffy menyatakan kekhawatiran mendalam atas langkah strategis Ford yang dinilai terlalu bergantung pada transfer teknologi dari negara yang dianggap sebagai pesaing geopolitik utama Washington.

"Ketergantungan terhadap teknologi dari pihak lawan asing membawa risiko strategis yang signifikan bagi ketahanan industri nasional dan keamanan rantai pasok Amerika Serikat," tegas Sean Duffy dalam suratnya kepada jajaran pimpinan Ford.

Kritik Pedas dari Departemen Transportasi

Kritik dari Departemen Transportasi AS berfokus pada kemitraan Ford dalam pengembangan komponen kendaraan listrik (electric vehicle/EV), khususnya kesepakatan lisensi teknologi baterai dengan perusahaan asal Tiongkok. Pemerintah AS di bawah pengawasan ketat regulator terus menyoroti potensi kerentanan keamanan siber dan dominasi pasokan baterai luar negeri yang dapat mengancam kedaulatan industri domestik.

Menanggapi surat peringatan tersebut, pihak Ford merespons dengan nada tegas. Manajemen Ford menegaskan bahwa tudingan Duffy tidak berdasar dan menyebarkan informasi yang tidak akurat kepada publik demi menciptakan sensasi politik.

"Pernyataan tersebut merupakan upaya keliru untuk mencari tajuk berita utama di media. Seluruh operasional dan investasi kami di Amerika Serikat ditujukan untuk menciptakan lapangan kerja lokal serta memperkuat daya saing manufaktur domestik," ujar juru bicara Ford dalam keterangan resminya.

Sikap Keras Ford dan Isu Lisensi Teknologi

Ford menjelaskan bahwa model kerja sama yang dijalankan tidak memberikan kendali operasional kepada pihak asing. Pabrikan yang berbasis di Dearborn, Michigan, tersebut menegaskan beberapa poin penting terkait komitmen investasinya:

  • Kepemilikan Penuh: Fasilitas manufaktur baterai berlokasi di tanah AS dan dimiliki 100 persen oleh anak perusahaan Ford.
  • Penciptaan Lapangan Kerja: Proyek elektrifikasi ini menyerap ribuan tenaga kerja lokal di Amerika Serikat tanpa memindahkan basis produksi ke luar negeri.
  • Penguasaan Teknologi: Kerja sama yang dilakukan murni berupa lisensi teknologi demi mempercepat transisi energi tanpa menyerahkan akses data strategis.

Implikasi Geopolitik terhadap Transisi Kendaraan Listrik

Perdebatan ini mencerminkan dilema besar yang dihadapi produsen otomotif global. Di satu sisi, Tiongkok saat ini menguasai rantai pasok dan inovasi baterai lithium iron phosphate (LFP) berbiaya murah yang sangat dibutuhkan untuk menekan harga jual mobil listrik. Di sisi lain, tekanan politik dari Washington menuntut pemutusan rantai pasok dari Beijing demi alasan keamanan nasional.

Perseteruan terbuka antara Ford dan Menteri Transportasi Sean Duffy ini diprediksi akan memperketat pengawasan kongres terhadap seluruh kemitraan teknologi transnasional yang dijalankan oleh produsen mobil AS di masa mendatang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS hendra-wijaya

Editor Politik. Mantan jurnalis cetak dengan spesialisasi politik elektoral. Menulis analisis kebijakan dan reportase parlemen.

Comments (0)

User