Sep 16, 2026
Nasional

Fadli Zon Tinjau Situs Trowulan Percepat Revitalisasi Museum Majapahit

Di atas tanah merah kawasan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, jejak kejayaan Imperium Majapahit masih terpancar kuat meski berabad-abad telah berlalu. Di loka

Fadli Zon Tinjau Situs Trowulan Percepat Revitalisasi Museum Majapahit

Di atas tanah merah kawasan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, jejak kejayaan Imperium Majapahit masih terpancar kuat meski berabad-abad telah berlalu. Di lokasi yang pernah menjadi pusat pemerintahan Kerajaan Majapahit ini, langkah pembenahan besar-besaran mulai diakselerasi. Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon turun langsung melakukan peninjauan menyeluruh terhadap jajaran situs cagar budaya serta Museum Majapahit demi memastikan langkah percepatan revitalisasi berjalan optimal.

Kunjungan kerja ini menjadi momentum penting dalam upaya penyelamatan dan modernisasi pengelolaan warisan sejarah Nusantara. Kawasan Trowulan yang membentang seluas puluhan kilometer persegi tidak hanya menyimpan struktur bata merah terakota yang megah, tetapi juga ribuan artefak yang menjadi bukti peradaban tinggi Indonesia di masa lampau. Melalui inspeksi lapangan tersebut, pemerintah menegaskan komitmennya untuk mengembalikan fungsi vital kawasan ini sebagai pusat penelitian, edukasi, dan destinasi wisata sejarah kelas dunia.

Langkah Strategis Mempercepat Revitalisasi Museum

Fokus utama dari peninjauan ini adalah Museum Majapahit (sebelumnya dikenal sebagai Museum Trowulan), yang menyimpan koleksi artefak pemukiman kuno terlengkap di Indonesia. Revitalisasi yang dirancang tidak hanya menyentuh perbaikan fisik bangunan museum, tetapi juga tata pamer (display) koleksi berbasis teknologi digital guna menarik minat generasi muda.

Menteri Kebudayaan menegaskan pentingnya memperlakukan Trowulan sebagai ruang hidup sejarah yang harus dirawat secara ilmiah dan berkelanjutan. Penguatan narasi sejarah serta pengamanan aset dari ancaman alih fungsi lahan menjadi prioritas utama kementeriannya.

"Situs Trowulan adalah kebanggaan nasional yang membuktikan betapa agungnya peradaban Nusantara di masa lalu. Revitalisasi ini bukan sekadar mengecat ulang dinding museum, melainkan menyusun kembali tata kelola perlindungan cagar budaya secara holistik agar anak cucu kita dapat merasakan langsung kejayaan Majapahit," ujar Menbud Fadli Zon di sela-sela peninjauannya.

Pemerintah menargetkan percepatan pembenahan infrastruktur pendukung, penyempurnaan fasilitas penyimpanan koleksi (storage), hingga digitalisasi ribuan fragmen prasasti, keramik, dan patung perunggu.

Tantangan Preservasi dan Integrasi Edutainment

Melestarikan Trowulan bukanlah perkara mudah. Berbeda dengan candi-candi berbahan batu andesit seperti Borobudur atau Prambanan, mayoritas peninggalan Majapahit di Trowulan terbuat dari bata merah terakota yang sangat rentan terhadap erosi cuaca dan kelembapan tanah. Oleh karena itu, percepatan revitalisasi ini juga melibatkan tim teknis konservasi arkeologi.

Berikut adalah fokus area penanganan revitalisasi yang tengah diselaraskan oleh Kementerian Kebudayaan di kawasan Trowulan:

Area Peninggalan Kondisi Utama Fokus Program Revitalisasi
Museum Majapahit Kapasitas pamer terbatas Modernisasi interior, tata pamer digital, perbaikan storage artefak
Kawasan Kolam Segaran Pendimentian & pendangkalan Restorasi struktur air kuno dan penataan kawasan wisata hijau
Situs Permukiman Kuno Rentan konversi lahan warga Pemetaan zonasi perlindungan dan ekskavasi berkelanjutan

Dengan integrasi konsep edutainment, museum diharapkan tidak lagi berkesan kusam atau membosankan. Pengunjung nantinya dapat menikmati visualisasi rekontruksi 3D mengenai kehidupan warga kota Majapahit pada abad ke-14.

Mendorong Trowulan Menuju Pengakuan Global

Upaya serius dalam merevitalisasi kawasan cagar budaya ini juga menjadi bagian dari langkah jangka panjang untuk mendorong Kompleks Trowulan mendapatkan pengakuan penuh sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO. Integrasi antara masyarakat lokal dan pelestarian cagar budaya menjadi kunci utama agar ekonomi kreatif warga sekitar ikut terangkat seiring meningkatnya kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara.

Melalui inspeksi intensif ini, diharapkan koordinasi antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah Kabupaten Mojokerto, serta Badan Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI dapat berjalan semakin solid. Trowulan kini bersiap memasuki babak baru, berdiri anggun memancarkan kembali nilai-nilai luhur kebudayaan bangsa.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS dimas-permana

Reporter Politik Muda. Fokus pada gerakan pemuda, politik digital, dan representasi generasi Z.

Comments (0)

User