Sep 01, 2026
Politik

Eddy Soeparno Ajak PBNU Kolaborasi Wujudkan Ketahanan Energi dan Dakwah Ekologis

Wakil Ketua MPR Republik Indonesia Eddy Soeparno menyampaikan ajakan strategis kepada Nahdlatul Ulama (NU) melalui Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk menjalin kolaborasi dalam bidang ketahana...

Eddy Soeparno Ajak PBNU Kolaborasi Wujudkan Ketahanan Energi dan Dakwah Ekologis

Wakil Ketua MPR Republik Indonesia Eddy Soeparno menyampaikan ajakan strategis kepada Nahdlatul Ulama (NU) melalui Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk menjalin kolaborasi dalam bidang ketahanan energi dan dakwah ekologis. Ajakan tersebut disampaikan dalam rangkaian silaturahmi sekaligus ucapan selamat kepada kepemimpinan baru PBNU yang dipimpin KH Miftachul Akhyar dan KH Abdul Hakim Mahfudz.

Silaturahmi dengan Kepemimpinan Baru PBNU

Dalam kunjungannya ke markas PBNU, Eddy Soeparno menegaskan pentingnya sinergi antara lembaga legislatif tinggi dan organisasi kemasyarakatan terbesar di Indonesia dalam menjawab tantangan lingkungan hidup dan energi nasional. Ia menyampaikan apresiasinya terhadap peran aktif Nahdlatul Ulama dalam berbagai aspek kehidupan berbangsa dan bernegara selama puluhan tahun.

"Kami menyampaikan ucapan selamat kepada KH Miftachul Akhyar dan KH Abdul Hakim Mahfudz yang telah dipercaya memimpin PBNU. Semoga kepemimpinan keduanya dapat membawa Nahdlatul Ulama semakin memberikan kontribusi nyata bagi bangsa," tegas Eddy Soeparno dalam kesempatan tersebut.

Ketahanan Energi sebagai Prioritas Nasional

Lebih lanjut, Eddy Soeparno menjelaskan bahwa ketahanan energi merupakan salah satu prioritas utama pemerintah yang memerlukan dukungan seluruh komponen bangsa. Dalam konteks ini, peran organisasi kemasyarakatan seperti NU dinilai sangat strategis mengingat jangkauan dan pengaruh nahdliyin di seluruh pelosok Tanah Air.

"Ketahanan energi bukan hanya soal ketersediaan sumber daya, tetapi juga tentang bagaimana masyarakat dapat mengakses energi secara merata, terjangkau, dan berkelanjutan. NU dengan jaringan organisasinya yang luas dapat menjadi mitra strategis dalam sosialisasi dan edukasi energi kepada masyarakat," jelas Eddy Soeparno.

Ia menambahkan bahwa transformasi energi nasional membutuhkan partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat. Selama ini, kata Eddy, banyak program pemerintah yang belum sepenuhnya tersosialisasi dengan baik hingga ke tingkat grassroots. Dengan melibatkan NU, diharapkan pesan-pesan terkait diversifikasi energi dan efisiensi penggunaan energi dapat tersampaikan secara lebih efektif kepada masyarakat.

Dakwah Ekologis: Mengintegrasikan Nilai Agama dan Lingkungan Hidup

Konsep dakwah ekologis yang digaungkan oleh Eddy Soeparno merupakan pendekatan yang mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dengan tanggung jawab terhadap lingkungan hidup. Dalam perspektif Islam, menjaga lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab manusia sebagai khalifah di muka bumi yang harus dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan Yang Maha Esa.

"Dakwah ekologis adalah upaya menyampaikan pesan-pesan keagamaan yang tidak hanya menyentuh dimensi spiritual, tetapi juga tanggung jawab manusia terhadap alam sekitarnya. Ini merupakan bentuk nyata dari ajaran Islam yang mengajarkan keseimbangan antara manusia dan alam," papar Eddy Soeparno.

Ia menekankan bahwa dakwah ekologis dapat menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara kebijakan pemerintah di bidang lingkungan hidup dengan pemahaman keagamaan masyarakat. Selama ini, terdapat kesenjangan pemahaman antara regulasi lingkungan yang ditetapkan pemerintah dengan tingkat pemahaman masyarakat di tingkat grassroots.

"NU memiliki tradisi dakwah yang kuat dan mendalam di tengah masyarakat. Jika dakwah ekologis ini dapat diintegrasikan ke dalam kegiatan keagamaan NU, saya yakin kesadaran masyarakat terhadap pelestarian lingkungan akan meningkat secara signifikan," tutur Eddy Soeparno.

Kolaborasi Lintas Sektor untuk Masa Depan Berkelanjutan

Eddy Soeparno memandang bahwa kolaborasi antara MPR dan PBNU dalam bidang ketahanan energi dan dakwah ekologis merupakan langkah konkret menuju pembangunan berkelanjutan. Ia berharap kerja sama ini tidak bersifat seremonial, melainkan dapat ditindaklanjuti melalui program-program nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

"Kami terbuka untuk menjalin kerja sama yang lebih intensif dengan PBNU. Kolaborasi ini dapat diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi, edukasi, dan pendampingan masyarakat dalam bidang energi dan lingkungan hidup," tegas Eddy Soeparno.

Sebagai Wakil Ketua MPR, Eddy Soeparno menyadari bahwa lembaga yang dipimpinnya memiliki fungsi pokok menyerap aspirasi masyarakat dan menyampaikan kehendak rakyat. Melalui kolaborasi dengan PBNU, proses penyerapan aspirasi tersebut dapat dilakukan secara lebih optimal mengingat kedalaman hubungan NU dengan basis masyarakatnya.

"MPR sebagai lembaga representasi rakyat sangat membutuhkan masukan dari organisasi kemasyarakatan yang memiliki hubungan erat dengan masyarakat. PBNU adalah mitra strategis yang tidak dapat diabaikan dalam upaya membangun ketahanan energi dan kesadaran ekologis nasional," papar Eddy Soeparno.

Ia optimistis bahwa kerja sama antara MPR dan PBNU dalam bidang ketahanan energi dan dakwah ekologis akan memberikan dampak positif yang luas. Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi model bagi sinergi lainnya antara lembaga negara dengan organisasi kemasyarakatan dalam menyelesaikan berbagai tantangan nasional ke depan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS hendra-wijaya

Editor Politik. Mantan jurnalis cetak dengan spesialisasi politik elektoral. Menulis analisis kebijakan dan reportase parlemen.

Comments (0)

User