Dortmund Gilas Celtic 7-1, Puncaki Klasemen Sementara Liga Champions
SIGNAL IDUNA PARK — Borussia Dortmund membuka kampanye Liga Champions 2024/2025 dengan pesta gol spektakuler. Die Borussen menghancurkan raksasa Skotlandia
SIGNAL IDUNA PARK — Borussia Dortmund membuka kampanye Liga Champions 2024/2025 dengan pesta gol spektakuler. Die Borussen menghancurkan raksasa Skotlandia Celtic FC dengan skor telak 7-1 dalam laga matchday pertama Grup A yang berlangsung di hadapan lebih dari 81.000 pendukung fanatik Yellow Wall, Rabu dini hari WIB (2/10/2024). Kemenangan ini mengantarkan wakil Jerman itu memuncaki klasemen sementara grup.
Babak Pertama: Dominasi Mutlak Tuan Rumah
Dortmund langsung menggebrak sejak peluit kick-off dibunyikan wasit Michael Oliver. Belum genap dua menit pertandingan berjalan, tendangan bebas melengkung Julian Brandt dari sisi kanan pertahanan Celtic tak mampu diantisipasi kiper Joe Hart. Bola meluncur mulus ke pojok kiri bawah gawang. 1-0 untuk Dortmund.
Gol cepat ini menjadi sinyal malapetaka bagi tim tamu. Pada menit ke-7, Karim Adeyemi memanfaatkan umpan terobosan presisi Emre Can. Akselerasi eksplosifnya meninggalkan bek Celtic, Cameron Carter-Vickers, sebelum dengan dingin menceploskan bola melewati Hart. Kedudukan berubah 2-0.
Celtic mencoba merespons melalui serangan balik cepat yang digalang bintang Jepang, Kyogo Furuhashi, pada menit ke-14. Namun sundulan tipisnya masih melambung tipis di atas mistar gawang Gregor Kobel. Momen ini menjadi satu-satunya ancaman serius tim tamu sepanjang 45 menit pertama.
Dortmund kembali menggandakan keunggulan melalui eksekusi penalti Emre Can di menit ke-28. Pelanggaran dilakukan oleh Liam Scales terhadap Adeyemi di kotak terlarang. Sang kapten mengeksekusi dengan tenang ke sisi kanan, sementara Hart bergerak ke arah berlawanan. Skor menjadi 3-0.
Karim Adeyemi melengkapi brace-nya pada menit ke-32. Umpan tarik rendah Nico Schlotterbeck dari overlap kiri berhasil disambut tendangan first-time winger 22 tahun itu ke sudut sempit gawang. Hart hanya bisa memandangi bola bersarang di jaringnya untuk kali keempat. Babak pertama ditutup dengan keunggulan 4-0 yang mencerminkan dominasi total Dortmund — 72% penguasaan bola dan 14 tembakan berbanding 2 milik Celtic.
Babak Kedua: Pesta Gol Berlanjut, Ujian Mental Celtic Jebol
Pelatih Brendan Rodgers melakukan dua pergantian pemain sekaligus memasuki babak kedua. Masuknya Paulo Bernardo dan Hyun-jun Yang diharapkan mampu menambah daya gedor. Namun, justru Dortmund yang kembali menambah keunggulan.
Pada menit ke-58, Serhou Guirassy — striker anyar yang didatangkan dari VfB Stuttgart — mencatatkan namanya di papan skor. Sundulan kerasnya meneruskan sepak pojok Marco Reus tak mampu dihalau palang pintu pertahanan Celtic. 5-0 dan pesta belum usai.
Celtic akhirnya mendapat gol hiburan pada menit ke-63. Kesalahan fatal bek Dortmund, Niklas Süle, yang kehilangan bola di area sendiri berhasil dimaksimalkan oleh Daizen Maeda. Pemain Jepang itu melepaskan tembakan mendatar yang mengecoh Kobel. Skor berubah 5-1, dan sekitar 3.000 pendukung tamu yang hadir akhirnya bersorak untuk pertama kalinya malam itu.
"Kami kehilangan konsentrasi sejenak dan itu pelajaran berharga. Di level ini, kesalahan sekecil apa pun bisa dihukum," ujar pelatih Dortmund, Edin Terzić, dalam konferensi pers pasca-pertandingan.
Gol balasan Celtic justru memicu amarah Die Borussen. Giovanni Reyna yang masuk sebagai pemain pengganti mencetak gol keenam Dortmund melalui sepakan melengkung indah dari luar kotak penalti pada menit ke-71. Tendangan kaki kanan wonderkid asal Amerika Serikat itu meluncur deras ke sudut atas gawang tanpa mampu dijangkau Hart. 6-1.
Puncak pesta gol ditutup oleh gelandang Felix Nmecha pada menit ke-79. Menerima umpan pendek dari dalam kotak penalti, eks pemain VfL Wolfsburg itu melakukan body feint untuk mengecoh satu bek sebelum melepaskan tembakan terukur ke pojok kiri bawah. Gol ketujuhnya malam itu memastikan kemenangan 7-1 yang menjadi kemenangan terbesar Dortmund di fase grup Liga Champions sepanjang sejarah klub.
Wasit Michael Oliver akhirnya meniup peluit panjang setelah dua menit injury time tanpa insiden berarti. Papan skor di Signal Iduna Park menampilkan angka 7-1 yang disambut gemuruh riuh lebih dari 81.000 penonton. Borussia Dortmund memimpin klasemen sementara Grup A dengan tiga poin sempurna dan selisih gol +6 yang fantastis.
Statistik & Implikasi di Klasemen
Berdasarkan data statistik resmi UEFA, Dortmund mencatatkan 22 total tembakan (11 tepat sasaran) berbanding 5 milik Celtic (2 tepat sasaran). Penguasaan bola dikuasai Dortmund dengan 68 persen dan akurasi oper mencapai 91 persen. Karim Adeyemi dinobatkan sebagai Player of the Match dengan kontribusi 2 gol, 1 assist, dan 4 dribel sukses.
| Statistik | Borussia Dortmund | Celtic FC |
|---|---|---|
| Gol | 7 | 1 |
| Total Tembakan | 22 | 5 |
| Tembakan Tepat Sasaran | 11 | 2 |
| Penguasaan Bola | 68% | 32% |
| Akurasi Oper | 91% | 78% |
| Pelanggaran | 7 | 12 |
| Kartu Kuning | 1 | 3 |
Kemenangan besar ini menempatkan Dortmund di puncak klasemen sementara Grup A dengan selisih gol superior menjelang laga tandang melawan AC Milan pada matchday kedua. Sementara Celtic harus bangkit menghadapi juara bertahan Liga Champions, Real Madrid, di Celtic Park. Kekalahan telak ini menjadi alarm keras bagi Brendan Rodgers untuk segera membenahi koordinasi lini belakang timnya.
[SOCIAL_TWEET]: PESTA GOL DI SIGNAL IDUNA PARK! 🟡⚫ Dortmund menghancurkan Celtic 7-1 di matchday pertama Liga Champions! Karim Adeyemi dan Felix Nmecha sama-sama bikin brace. Die Borussen langsung puncaki klasemen Grup A dengan selisih gol +6. Ini sinyal juara? 🔥 #UCL #BVBCEL #BorussiaDortmund[SOCIAL_TG]: ⚽🔥 DORTMUND GILA-GILAAN! Baru matchday pertama langsung gaspol 7-1 lawan Celtic. Karim Adeyemi & Felix Nmecha brace, sisanya disumbang Brandt, Can, Guirassy, Reyna. Signal Iduna Park bergemuruh! Ini baru pembuka, gaes… 👀💛🖤
Comments (0)