Sep 16, 2026
Nasional

Dodhy Hardiyanto Umumkan Kangen Band Bubar Akibat Dikecewakan Kezaliman

Kabar mengejutkan kembali berembus dari kancah musik pop Tanah Air. Gitaris sekaligus pencipta lagu utama Kangen Band, Dodhy Hardiyanto, secara terbuka men

Dodhy Hardiyanto Umumkan Kangen Band Bubar Akibat Dikecewakan Kezaliman

Kabar mengejutkan kembali berembus dari kancah musik pop Tanah Air. Gitaris sekaligus pencipta lagu utama Kangen Band, Dodhy Hardiyanto, secara terbuka mengumumkan bahwa grup musik legendaris asal Lampung tersebut telah resmi membubarkan diri. Pengumuman mendadak ini mendadak menggegerkan para penikmat musik nasional serta jutaan penggemar setia yang telah mengikuti perjalanan karier mereka selama dua dekade.

Melalui unggahan terbuka di akun Instagram pribadinya, Dodhy tidak hanya mengabarkan perpisahan tersebut, tetapi juga menyuarakan kekecewaan mendalam terkait dinamika internal yang dialami grup. Ia secara tegas menyebutkan adanya tindakan yang dianggap tidak adil atau kezaliman sebagai alasan utama di balik keputusan berat ini.

Pengakuan Mengejutkan Lewat Media Sosial

Langkah ekstrem yang diambil oleh Dodhy ini menjadi sorotan luas mengingat Kangen Band merupakan salah satu pelopor kebangkitan genre pop-melayu di industri musik Indonesia. Publik tersentak lantaran Dodhy merupakan figur sentral di balik kesuksesan musikalitas dan popularitas karya-karya band tersebut sejak pertama kali muncul ke permukaan.

"Melalui kesempatan ini, saya menyampaikan bahwa Kangen Band telah resmi membubarkan diri. Keputusan ini diambil karena sudah tidak ada lagi keselarasan dan adanya kezaliman yang terus terjadi di dalam lingkungan kerja kami," ungkap Dodhy dalam narasi unggahannya.

Meskipun gitaris kawakan ini belum membeberkan rincian lebih lanjut mengenai bentuk kezaliman yang dimaksud—apakah berkaitan dengan hak cipta lagu, pembagian royalti pertunjukan, atau perselisihan dengan manajemen—pernyataan tersebut langsung memicu diskusi hangat di berbagai platform digital.

Perjalanan Panjang dan Dinamika Internal Band

Dua dekade berkiprah di belantika hiburan, Kangen Band memang dikenal memiliki rekam jejak dinamika internal yang cukup bergelombang. Diberdirikan pada tahun 2005 di Bandar Lampung, grup ini sempat meraih puncak kejayaan luar biasa di tengah gempuran kritik industri.

Peran seorang Dodhy Hardiyanto dalam tubuh Kangen Band tidak dapat dipandang sebelah mata. Sebagai komposer tunggal dari mayoritas tembang populer mereka, sentuhan musikalitas Dodhy berhasil melahirkan hits yang meledak di pasaran seperti "Pujaan Hati", "Bintang 14 Hari", dan "Selingkuh".

Berikut adalah beberapa fakta penting perjalanan karier Kangen Band di industri musik:

  • Awal Berdiri (2005): Merintis karier dari Lampung melalui jalur independen sebelum menembus industri musik nasional.
  • Puncak Popularitas (2007–2011): Menjadi fenomena budaya populer dengan penjualan album fisik yang fantastis serta menguasai tangga lagu radio nasional.
  • Perubahan Formasi: Sempat mengalami perpecahan ketika sang vokalis, Andika Mahesa, hengkang pada tahun 2012 sebelum akhirnya melakukan reuni beberapa tahun belakangan.
  • Penentu Musikalitas: Dodhy Hardiyanto merupakan pemegang hak cipta atas sebagian besar katalog lagu hits Kangen Band.

Dampak Bagi Industri Musik dan Penggemar

Keputusan pembubaran ini menyisakan duka mendalam bagi para penggemar yang tergabung dalam komunitas DOY. Momen reuni yang sempat membangkitkan nostalgia musik era 2000-an kini harus terhenti akibat konflik internal yang kembali mencuat ke permukaan.

Hingga saat berita ini diterbitkan, personel lainnya termasuk sang vokalis Andika Mahesa belum memberikan tanggapan resmi mengenai tuduhan kezaliman maupun keabsahan dari pembubaran grup tersebut. Publik kini menantikan klarifikasi resmi dari manajemen Kangen Band guna mendapatkan gambaran yang utuh atas nasib grup band yang pernah meredefinisi lanskap musik pop melayu di Indonesia ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS dimas-permana

Reporter Politik Muda. Fokus pada gerakan pemuda, politik digital, dan representasi generasi Z.

Comments (0)

User