Destry Damayanti: Rapat KSSK Fokus Stabilitas, Bukan Suksesi Gubernur BI

JAKARTA — Penjabat Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti menegaskan bahwa rapat koordinasi yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto bersama Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) pada Senin, 27 ...

Destry Damayanti: Rapat KSSK Fokus Stabilitas, Bukan Suksesi Gubernur BI

JAKARTA — Penjabat Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti menegaskan bahwa rapat koordinasi yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto bersama Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) pada Senin, 27 Juli 2026, sama sekali tidak membahas usulan nama calon Gubernur BI definitif pengganti Perry Warjiyo. Destry menyatakan pertemuan di Kompleks Istana Kepresidenan itu sepenuhnya difokuskan pada penguatan ketahanan sektor keuangan nasional di tengah ketidakpastian global.

"Rapat hari ini murni membahas kerangka koordinasi dan langkah antisipatif menghadapi dinamika perekonomian global yang masih bergejolak. Tidak ada satu pun agenda yang menyinggung suksesi kepemimpinan di Bank Indonesia," ujar Destry di Jakarta, usai mengikuti rapat tertutup yang berlangsung selama lebih dari dua jam itu.

Klarifikasi Spekulasi Publik

Pernyataan tersebut sekaligus merespons spekulasi yang merebak di kalangan pelaku pasar dan pengamat politik bahwa agenda rapat antara Presiden dengan para pemimpin otoritas sektor keuangan adalah menjaring nama calon Gubernur BI baru. Masa jabatan Perry Warjiyo sebagai Gubernur BI akan habis pada 24 Mei 2027, namun proses seleksi calon pengganti kini sudah memasuki tahap penjaringan di Dewan Perwakilan Rakyat berdasarkan ketentuan dalam Undang-Undang tentang Bank Indonesia.

Destry menjelaskan bahwa pembahasan suksesi Gubernur BI merupakan kewenangan konstitusional yang melibatkan prosedur terpisah, yaitu melalui mekanisme pengusulan oleh Presiden dengan persetujuan DPR. "Penjaringan dan pencalonan memiliki jalurnya sendiri, diatur oleh undang-undang, dan bukan menjadi objek bahasan dalam forum KSSK," tegasnya.

Agenda Utama Rapat KSSK

Berdasarkan keterangan resmi yang diberikan Destry, rapat KSSK yang dihadiri oleh Menteri Keuangan, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, dan Ketua Lembaga Penjamin Simpanan itu terpusat pada tiga isu strategis: perkembangan terkini pasar keuangan global, mitigasi risiko transmisi ke sektor domestik, serta sinkronisasi kebijakan antar lembaga anggota KSSK.

Presiden Prabowo, menurut Destry, memberikan arahan agar seluruh otoritas memperkuat koordinasi guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah yang dalam sepekan terakhir menghadapi tekanan akibat penguatan dolar Amerika Serikat. "Presiden menekankan pentingnya respons cepat dan terukur agar kepercayaan pasar tetap terjaga," ujarnya.

Peran Penjabat Gubernur di KSSK

Dalam rapat tersebut, Destry hadir sebagai Penjabat Gubernur BI dan anggota penuh KSSK. Kehadirannya sebagai pimpinan sementara bank sentral menjadi sorotan karena statusnya yang menjabat setelah Perry Warjiyo menjalani cuti menjelang akhir masa baktinya. KSSK sendiri dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2016 tentang Pencegahan dan Penanganan Krisis Sistem Keuangan, dan anggotanya adalah empat pejabat ex officio yang tidak terpengaruh oleh transisi kepemimpinan di masing-masing lembaga.

"KSSK adalah forum yang dibangun di atas kelembagaan, bukan personal. Siapa pun pemimpinnya, fungsinya tetap berjalan," kata Destry menegaskan.

Pasar sebelumnya bereaksi hati-hati terhadap isu transisi di BI, mengingat Perry Warjiyo telah menjabat selama dua periode—sejak 2018 dan kembali diangkat pada 2023 untuk periode kedua yang diperpendek hingga 2027 berdasarkan amanat Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan. Dengan klarifikasi ini, para pelaku pasar diharapkan tidak lagi mengaitkan setiap langkah KSSK dengan manuver politik menuju pergantian pucuk pimpinan bank sentral.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User