Deportasi Massal Trump Bebankan Wajib Pajak AS 2.358 Dolar per Orang
WASHINGTON, Apaberita.com — Kebijakan deportasi massal yang digencarkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump ternyata memiliki harga yang sangat mahal bag
WASHINGTON, Apaberita.com — Kebijakan deportasi massal yang digencarkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump ternyata memiliki harga yang sangat mahal bagi rakyat Amerika. Berdasarkan kalkulator terbaru yang dirilis Economic Policy Institute (EPI), setiap wajib pajak di Amerika Serikat diperkirakan menanggung biaya sekitar 2.358 dolar AS atau setara kurang lebih Rp39 juta untuk mendanai operasi pengusiran imigran ilegal tersebut.
Temuan ini memicu perdebatan hangat di Washington. Publik dan para pengamat kebijakan kini mempertanyakan apakah ratusan miliar dolar anggaran federal yang dialokasikan untuk deportasi seharusnya dapat digunakan untuk prioritas publik yang lebih mendesak, seperti bantuan pangan, layanan kesehatan, hingga perumahan rakyat.
Angka Fantastis di Balik Operasi Deportasi
Mengacu pada data National Priorities Project yang dikutip EPI, total anggaran yang diproyeksikan untuk program deportasi dan detensi massal pemerintahan Trump mencapai 268,9 miliar dolar AS. Angka ini menjadikan program tersebut sebagai salah satu kebijakan imigrasi termahal dalam sejarah Amerika Serikat modern.
Kalkulator EPI memungkinkan warga Amerika menghitung secara langsung berapa besar kontribusi pajak mereka yang terserap untuk membiayai operasi Immigration and Customs Enforcement (ICE), termasuk biaya penangkapan, penahanan, proses hukum, hingga penerbangan deportasi ke negara asal para imigran.
Simulasi: Uang Itu Bisa untuk Apa Saja?
EPI kemudian membandingkan anggaran deportasi tersebut dengan sejumlah program sosial vital. Hasilnya cukup mencengangkan. Dengan dana 268,9 miliar dolar AS, pemerintah sebenarnya dapat membiayai hal-hal berikut:
- Memberi makan lebih dari 118 juta penerima tambahan program SNAP (bantuan pangan) selama sisa 2,5 tahun masa jabatan pemerintahan Trump.
- Memberikan layanan kesehatan Medicaid kepada hampir 12 juta warga tambahan.
- Menyediakan akses perumahan publik berbiaya rendah bagi lebih dari 9,7 juta rumah tangga di seluruh Amerika Serikat.
Kronologi Perdebatan Anggaran Deportasi
Berikut linimasa perkembangan kebijakan deportasi massal yang kini menuai sorotan publik:
- Awal pemerintahan Trump: Gedung Putih memerintahkan perluasan operasi ICE secara besar-besaran di berbagai kota besar Amerika Serikat.
- Pertengahan periode: Anggaran federal untuk deportasi dan detensi membengkak hingga diproyeksikan menembus 268,9 miliar dolar AS.
- Saat ini: EPI merilis kalkulator publik yang memetakan beban biaya per wajib pajak, memicu perdebatan nasional soal prioritas anggaran.
Respons Pengamat dan Publik
Para peneliti EPI menilai banyak warga Amerika yang belum menyadari besaran dana yang digelontorkan untuk kebijakan ini.
"Saya rasa masyarakat tidak menyadari berapa banyak uang yang dibelanjakan untuk deportasi massal ini," ujar salah satu peneliti EPI dalam laporannya.
Di sisi lain, pendukung kebijakan Trump berargumen bahwa penegakan hukum imigrasi merupakan kewajiban pemerintah federal demi keamanan perbatasan. Namun kritikus menegaskan bahwa di tengah krisis biaya hidup dan perumahan, alokasi anggaran sebesar itu sulit dibenarkan ketika jutaan warga Amerika masih kesulitan mengakses makanan, layanan kesehatan, dan tempat tinggal layak.
Dengan sisa masa pemerintahan sekitar 2,5 tahun, perdebatan soal prioritas anggaran deportasi versus program sosial diprediksi akan terus memanas dan menjadi salah satu isu utama menjelang pemilihan berikutnya.
[SOCIAL_TWEET]: Deportasi massal Trump bikin setiap wajib pajak AS menanggung 2.358 dolar. Anggaran 268,9 miliar dolar itu sebenarnya bisa membiayai 118 juta penerima bantuan pangan. Baca selengkapnya di Apaberita.com[SOCIAL_TG]: 💰 Deportasi massal Trump berbiaya 2.358 dolar per wajib pajak AS. Total anggarannya 268,9 miliar dolar — cukup untuk memberi makan 118 juta orang. Selengkapnya hanya di Apaberita.com
Comments (0)