DEPOK, Apaberita.com — Penggunaan moda transportasi publik massal di Kota Depok mencatatkan tren positif yang signifikan. Berdasarkan data operasional terbaru sepanjang periode Januari hingga Juli 2026, keterisian armada Biskita Trans Depok mengalami kenaikan jumlah penumpang sebesar 6,86 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Tren ini menandakan semakin tingginya tingkat kepercayaaan masyarakat terhadap sarana transportasi jalan berbasis skema Buy The Service (BTS) tersebut.
Peningkatan okupansi Biskita Trans Depok tidak lepas dari makin solidnya integrasi antarmoda di wilayah Jabodetabek, utamanya konektivitas antara wilayah pemukiman di Depok dengan titik-titik simpul transportasi strategis menuju Jakarta dan sekitarnya. Pengoperasian koridor utama yang melayani rute Terminal Depok menuju Stasiun LRT Harjamukti secara konsisten menjadi kontributor utama lonjakan angka keterangkutan tersebut.
Analisis Tren Pertumbuhan dan Perbandingan Data Penumpang
Pertumbuhan volume penumpang secara bertahap dalam kurun waktu tujuh bulan pertama tahun 2026 menunjukkan dinamika efektivitas jalur. Pada awal tahun, jumlah penumpang harian berada di kisaran angka stabil, namun mulai mengalami akselerasi signifikan menjelang pertengahan tahun seiring meningkatnya intensitas kegiatan perkantoran dan pendidikan.
Berikut adalah tabel perbandingan estimasi pertumbuhan keterangkutan penumpang Biskita Trans Depok pada koridor aktif selama kurun waktu evaluasi:
| Periode Evaluasi (2026) | Rata-rata Penumpang Harian | Tingkat Okupansi (Load Factor) | Pertumbuhan Kumulatif |
|---|---|---|---|
| Triwulan I (Januari - Maret) | 8.200 penumpang | 68% | Base Line |
| Triwulan II (April - Juni) | 8.650 penumpang | 73% | +5,48% |
| Juli 2026 | 8.762 penumpang | 75% | +6,86% |
Data di atas memperlihatkan konsistensi lonjakan volume penumpang yang didorong oleh efisiensi waktu tempuh armada serta penerapan sistem pembayaran nontunai yang transparan dan mudah diakses oleh berbagai lapisan masyarakat.
Faktor Pendorong Integrasi Moda dan Ketepatan Waktu
Peningkatan sebesar 6,86 persen ini dianalisis oleh para ahli transportasi sebagai bentuk pergeseran perilaku komuter dari kendaraan pribadi ke transportasi umum. Ketersediaan jalur khusus dan headway (waktu tunggu) armada yang teratur menjadi faktor penentu utama keberhasilan layanan Biskita Trans Depok.
"Peningkatan keterangkutan sebesar 6,86 persen ini menunjukkan bahwa integrasi fisik dan jadwal antara Biskita Trans Depok dengan Stasiun LRT Harjamukti serta KRL Commuter Line berjalan sangat efektif," ujar Bambang Haryo, Analis Kebijakan Transportasi Perkotaan.
"Kepastian waktu tempuh dan fasilitas armada berpendingin udara yang terawat menjadi modal utama Biskita dalam merebut hati warga Depok yang bermobilitas tinggi setiap harinya."
Faktor-faktor pendukung peningkatan performa layanan Biskita Trans Depok meliputi:
- Ketepatan Waktu Kedatangan: Pengaturan headway antarbus rata-rata berkisar antara 10 hingga 15 menit pada jam sibuk.
- Kemudahan Integrasi Tarik Fisik: Halte penyambung terhubung langsung dengan titik temu moda transportasi lanjutan seperti Stasiun LRT Jabodebek.
- Keamanan dan Kenyamanan: Armada dilengkapi kamera CCTV di dalam kabin dan pengawasan berbasis sistem sensor pintar pengemudi.
Tantangan Infrastruktur dan Rencana Ekspansi Koridor
Kendati mencatatkan pertumbuhan positif, efisiensi Biskita Trans Depok masih dihadapkan pada beberapa tantangan infrastruktur jalan di Kota Depok. Kemacetan kronis di ruas Jalan Margonda Raya dan Jalan Tole Iskandar pada jam kerja puncak kerap kali mempengaruhi kelancaran konsistensi waktu tempuh armada.
Pemerintah Kota Depok bersama Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) kini tengah mengkaji skema penambahan koridor baru untuk mengakomodasi tingginya permintaan warga di wilayah barat dan timur Depok. Langkah lanjutan ini diharapkan dapat mereplikasi keberhasilan rute yang sudah beroperasi saat ini.
Dengan pertumbuhan tren penumpang yang positif hingga pertengahan tahun 2026, Biskita Trans Depok makin mengukuhkan posisinya sebagai tulang punggung baru moda transportasi massal yang aman, nyaman, dan terjangkau bagi masyarakat Kota Depok.
Comments (0)