Demokrat DPR AS Pertimbangkan Pemecatan Max Miller atas Dugaan KDRT
WASHINGTON — Kubu Partai Demokrat di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat dilaporkan tengah mempertimbangkan secara serius kemungkinan memaksa dig
WASHINGTON — Kubu Partai Demokrat di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat dilaporkan tengah mempertimbangkan secara serius kemungkinan memaksa digelarnya pemungutan suara untuk memecat anggota Kongres Max Miller (Republican-Ohio) dari kursi parlemen. Dorongan itu mengemuka menyusul tuduhan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang diarahkan kepada politikus Ohio tersebut, meski Miller telah membantah keras seluruh tuduhan itu.
Pemecatan terhadap anggota DPR AS merupakan langkah yang sangat jarang ditempuh dalam sejarah politik Negeri Paman Sam. Berdasarkan Konstitusi AS, pemecatan seorang anggota Kongres membutuhkan dukungan dua pertiga suara di parlemen. Kendati demikian, ancaman pemecatan semata sepanjang tahun ini terbukti cukup ampuh memicu pengunduran diri sejumlah anggota dewan sebelum pemungutan suara benar-benar digelar.
Seorang anggota DPR dari Partai Demokrat, yang berbicara dengan syarat anonim untuk menggambarkan diskusi internal partai, mengaku yakin akan ada pembicaraan serius pekan ini mengenai langkah yang harus diambil. "Kami punya panggilan Democratic Women's Caucus... ada perbincangan kecil, dan orang-orang marah," ujar sang legislator.
Kronologi Mencuatnya Skandal
Skandal yang mengguncang Capitol Hill ini berkembang cepat hanya dalam hitungan hari. Berikut urutan peristiwanya:
- Minggu — Max Miller mengunggah video di media sosial yang menegaskan dirinya tidak akan mundur dari pencalonan pemilihan kembali. Dalam video itu, ia membantah tuduhan telah melakukan kekerasan terhadap mantan istrinya, Emily Moreno, serta putri mereka yang masih kecil.
- Tak lama berselang — mantan mertua Miller, Senator Bernie Moreno (Republican-Ohio), merilis pernyataan keras lewat platform X yang mengejutkan publik.
- Gelombang kecaman Demokrat — Sejumlah anggota DPR dari Partai Demokrat secara terbuka mengecam Miller dan menuntut pertanggungjawaban lewat pernyataan di media sosial maupun kepada awak media.
- Pekan ini — Diskusi internal Demokrat, termasuk melalui forum Democratic Women's Caucus, diperkirakan akan menentukan apakah langkah formal seperti pemecatan benar-benar ditempuh.
Pernyataan Keras Sang Mantan Mertua
Yang membuat posisi Miller kian terjepit, serangan paling tajam justru datang dari internal Partai Republican. Senator Bernie Moreno, yang tak lain adalah ayah dari mantan istri Miller, menyatakan bahwa Miller adalah "bahaya bagi putri saya, dan saya menahan napas setiap menit ketika ia memegang hak asuh cucu perempuan saya."
Moreno bahkan melangkah lebih jauh dengan mempertanyakan kelayakan moral Miller sebagai pejabat publik. "Jika ada standar karakter paling dasar yang dibutuhkan untuk memegang jabatan terpilih, Max Miller gagal memenuhinya. Ia seharusnya tidak bertugas di DPR," tegas Moreno dalam unggahannya.
Barisan Demokrat Mengeraskan Suara
Sejumlah nama besar di kubu Demokrat angkat bicara. Anggota Kongres Pramila Jayapal (Demokrat-Washington) menulis di X bahwa anggota Kongres dari kedua partai harus diikat pada standar yang lebih tinggi. "Perilaku kekerasan semacam ini tidak dapat diterima," tegasnya.
Senada dengan itu, anggota Kongres Maxine Dexter (Demokrat-Oregon) menyerukan penyelidikan menyeluruh oleh Komite Etik DPR. "Investigasi yang kuat diperlukan, tetapi jika Tuan Miller terbukti bersalah atas kekerasan tersebut, ia sepatutnya memiliki kesadaran untuk segera mengundurkan diri," tulisnya.
Sementara itu, anggota Kongres Sarah McBride (Demokrat-Delaware) menegaskan Miller seharusnya mundur sebagaimana dilakukan figur publik lain ketika menghadapi tuduhan serius dan kredibel. Jika Miller menolak, McBride menuntut "penyelidikan penuh dan tepat waktu yang dengan cepat bermuara pada pertanggungjawaban oleh seluruh anggota parlemen."
Opsi Pemecatan dan Beratnya Jalan Politik
Di balik layar, sejumlah diskusi privat di kalangan Demokrat DPR mulai mengarah pada kemungkinan langkah yang lebih mendesak, yakni pemecatan (expulsion). "Ia seharusnya tidak mengambil keputusan mengenai kehidupan masyarakat di Kongres," ujar legislator Demokrat anonim tersebut. Seorang legislator Demokrat kedua bahkan menyatakan keyakinannya: "Saya merasa yakin akan ada aksi terkait hal ini."
Sepanjang sejarah AS, pemecatan anggota DPR hanya terjadi segelintir kali. Kasus terbaru adalah pemecatan George Santos pada Desember 2023 — kali pertama dalam lebih dari dua dekade — setelah skandal etika dan pidana membelitnya. Sebelumnya, James Traficant dipecat pada 2002 usai divonis bersalah dalam kasus korupsi. Kelangkaan preseden itu menunjukkan betapa beratnya jalan yang harus ditempuh Demokrat, apalagi mereka membutuhkan dukungan lintas partai untuk mencapai ambang dua pertiga suara.
Meski demikian, tekanan politik terhadap Miller terus meningkat dari berbagai penjuru. Dengan partainya sendiri terbelah menyusul pernyataan Senator Moreno, dan dorongan pemecatan yang mulai dibicarakan serius di kubu oposisi, pekan-pekan mendatang diprediksi akan menjadi penentu nasib politik sang anggota Kongres Ohio itu di Capitol Hill.
[SOCIAL_TWEET]: 🚨 Demokrat DPR AS pertimbangkan pemecatan Max Miller (R-Ohio) atas dugaan KDRT. Mantan mertuanya, Senator Bernie Moreno: "Ia bahaya bagi putri saya." Baca selengkapnya di Apaberita.com [SOCIAL_TG]: 📰 Apaberita.com — Demokrat DPR AS mempertimbangkan pemecatan Max Miller (R-Ohio) atas dugaan KDRT terhadap mantan istri dan anaknya. Mantan mertua Miller, Senator Bernie Moreno, menyerukan agar Miller tidak lagi bertugas di Kongres. Pemecatan anggota DPR AS sangat langka dan butuh dua pertiga suara. Baca kronologi lengkapnya di Apaberita.com
Comments (0)