Danantara Evaluasi PT Pos Indonesia, DPR Dorong Pengawasan BUMN Diperkuat
Jakarta – Apaberita.com, Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara melakukan evaluasi menyeluruh terhadap PT Pos Indonesia menyusul munculnya dugaan permasalahan tata kelola perusahaan, termasuk in
Jakarta – Apaberita.com, Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara melakukan evaluasi menyeluruh terhadap PT Pos Indonesia menyusul munculnya dugaan permasalahan tata kelola perusahaan, termasuk indikasi rekayasa keuangan. Langkah ini disambut positif oleh Anggota Komisi VI DPR RI, Firnando Ganinduto, yang menilai evaluasi tersebut menunjukkan komitmen Danantara dalam menjalankan fungsi pengawasan secara profesional dan transparan.
Evaluasi Mendalam untuk Perbaikan Tata Kelola
Firnando menjelaskan bahwa Danantara memiliki peran vital dalam mengidentifikasi potensi risiko dan mendorong penyelesaian persoalan tata kelola di BUMN. "Ini adalah langkah tepat yang perlu terus diperkuat. Danantara harus bisa menjadi garda terdepan dalam memastikan BUMN beroperasi dengan prinsip akuntabilitas tinggi," ujarnya kepada Apaberita.com. Ia menegaskan, evaluasi seperti ini tidak hanya bersifat korektif, tetapi juga preventif agar kasus serupa tidak terjadi di perusahaan pelat merah lainnya.
"Danantara harus bisa menjadi garda terdepan dalam memastikan BUMN beroperasi dengan prinsip akuntabilitas tinggi."
Kasus di PT Pos dan Pelajaran bagi BUMN Lain
Dugaan rekayasa keuangan di PT Pos Indonesia mencuat setelah adanya temuan awal dari audit internal. Apaberita.com merangkum informasi bahwa praktik-praktik yang tidak sesuai standar tata kelola ini diduga telah berlangsung dalam kurun waktu tertentu, memicu kekhawatiran di kalangan pemangku kepentingan. Evaluasi yang dilakukan Danantara menjadi respons cepat untuk memastikan pemulihan tata kelola yang baik. Kasus ini menjadi pengingat bahwa pengawasan BUMN harus dilakukan secara berkelanjutan dan tidak boleh lengah.
Komisi VI DPR Mendorong Penguatan Peran Danantara
Komisi VI DPR RI, melalui Firnando, mendesak agar kewenangan Danantara dalam melakukan evaluasi dan pengawasan diperluas. Saat ini, proses evaluasi masih terbatas pada aspek tertentu, padahal potensi risiko di BUMN sangat luas. "Kami di Komisi VI akan terus mendukung upaya penguatan kelembagaan Danantara agar mampu menjalankan fungsi kontrol yang lebih efektif," ungkapnya. Dukungan legislatif dinilai penting untuk melengkapi kerangka regulasi yang memadai.
Selain itu, transparansi hasil evaluasi juga menjadi perhatian. Firnando berharap Danantara secara berkala melaporkan hasil kinerja dan temuannya kepada publik melalui mekanisme yang telah disepakati. "Masyarakat berhak mengetahui bagaimana aset negara dikelola, dan evaluasi ini adalah bagian dari akuntabilitas tersebut," tambahnya.
Dengan langkah konkret dari Danantara, diharapkan tata kelola BUMN semakin kuat dan mampu berkontribusi optimal bagi perekonomian nasional. Apaberita.com akan terus memantau perkembangan penanganan dugaan pelanggaran tata kelola di PT Pos Indonesia serta langkah-langkah yang diambil Danantara ke depannya.
Comments (0)