Aldi Taher Soal Ibunda Jalani Terapi Robot Usai 25 Tahun Idap Stroke
Di balik gemerlap panggung hiburan dan tingkah lucunya yang kerap mengundang gelak tawa, Aldi Taher menyimpan sisi lain sebagai seorang anak yang begitu berbakti kepada orang tuanya. Belum lama ini,
Di balik gemerlap panggung hiburan dan tingkah lucunya yang kerap mengundang gelak tawa, Aldi Taher menyimpan sisi lain sebagai seorang anak yang begitu berbakti kepada orang tuanya. Belum lama ini, ia membuka lembaran kisah yang jarang tersorot, yakni perjuangan sang ibunda melawan stroke yang telah berlangsung selama seperempat abad. Kabar terbaru tentang kondisi ibunda Aldi pun menuai perhatian hangat dari publik, bukan hanya karena lamanya sang ibu berjuang, tetapi juga karena pendekatan pengobatan yang kini dijalani.
Perjalanan Panjang 25 Tahun Melawan Stroke
Ibundanya diketahui sudah mengidap stroke selama 25 tahun, sebuah rentang waktu yang tentu tidak mudah dijalani oleh pasien maupun keluarga. Meski begitu, Aldi tak pernah lelah mengupayakan jalan kesembuhan. Berdasarkan laporan Apaberita.com, ia kini mendatangkan secercah harapan lewat metode pengobatan mutakhir berupa terapi robot. Terapi ini bukan sekadar rutinitas medis biasa, melainkan pendekatan rehabilitasi dengan perangkat mekanik canggih yang dirancang untuk memulihkan fungsi motorik pasien pasca-stroke.
Dalam keterangannya kepada awak media, Aldi dengan sabar menjelaskan tujuan dari terapi tersebut. Ia menekankan bahwa perangkat robotik itu digunakan untuk melatih kembali gerakan kaki ibundanya, yang selama ini menjadi salah satu bagian paling terdampak oleh serangan stroke. Pemulihan motorik menjadi fokus utama agar sang ibu bisa kembali bergerak lebih leluasa dan mengalami peningkatan kualitas hidup.
"Ini terapi robot ya. Jadi kakinya tuh dilatih buat motoriknya supaya gerak. Nah, kan stroke terakhir Ibu kan miring karena saraf lehernya kena. Sekarang lagi pelan-pelan diterapi supaya bisa lurus lagi, bismillah," tutur Aldi Taher saat dijumpai di kawasan Senayan, Jakarta, Sabtu (5/7/2026).
Pernyataan tersebut sekaligus memperjelas kondisi terkini sang ibunda. Stroke yang menyerang saraf leher membuat posisi tubuhnya condong atau miring ke satu sisi, sebuah gejala yang jamak ditemui pada penderita gangguan saraf pascastroke. Dengan bantuan terapi robot, tubuh ibunda Aldi secara bertahap dilatih agar kembali tegak dan lurus. Upaya ini dijalani secara perlahan namun penuh optimisme, seperti yang dilafalkan Aldi dengan kalimat “bismillah”, yang menandakan doa dan harapan yang terus menyertai setiap proses terapi.
Menurut informasi yang dihimpun media kami, terapi robot memang menjadi salah satu terobosan dalam dunia rehabilitasi medis. Alat ini dapat memberikan latihan yang konsisten, terukur, dan berulang kepada pasien, sesuatu yang sangat penting untuk merangsang neuroplastisitas otak pasca-stroke. Aldi Taher yang selama ini dikenal publik lewat konten-konten kocak dan lagu-lagu uniknya, kini menunjukkan dedikasi luar biasa di balik layar. Ia tak segan mengantar langsung sang ibu ke sesi terapi, menjadi saksi bisu setiap langkah kecil menuju kemajuan. Melalui unggahannya di media sosial, Aldi kerap membagikan momen-momen terapi tersebut untuk mengedukasi masyarakat bahwa stroke bukanlah akhir dari segalanya, dan dukungan keluarga adalah kunci utama dalam pemulihan. Perjalanan masih panjang, namun semangat yang dipancarkan Aldi dan ibundanya menjadi inspirasi bagi banyak keluarga yang menghadapi situasi serupa.
Comments (0)