Sep 18, 2026
Hukum

DAGUPAN — Filipina Adopsi Sistem Banjir Katedral Dagupan Jadi Model Nasional

Pemerintah Filipina melalui Departemen Pekerjaan Umum dan Jalan Raya (DPWH) mengumumkan rencana strategis untuk mereplikasi sistem pengendalian banjir mili

DAGUPAN — Filipina Adopsi Sistem Banjir Katedral Dagupan Jadi Model Nasional

Pemerintah Filipina melalui Departemen Pekerjaan Umum dan Jalan Raya (DPWH) mengumumkan rencana strategis untuk mereplikasi sistem pengendalian banjir milik Katedral Santo Yohanes Penginjil (St. John the Evangelist Cathedral) di Kota Dagupan, Pangasinan. Langkah ini diambil setelah infrastruktur penampungan air bawah tanah (cistern) yang dibangun di bawah area parkir katedral tersebut terbukti efektif menjaga kawasan gereja tetap kering meski diterjang hujan deras dan luapan air pasang.

Sekretaris Pekerjaan Umum Filipina, Vince Dizon, menegaskan bahwa model drainase terintegrasi yang diterapkan di Katedral Dagupan akan dijadikan acuan nasional untuk menanggulangi krisis banjir di berbagai wilayah perkotaan yang memiliki karakteristik serupa. Dalam kunjungan kerjanya bersama Anggota DPR Filipina dari Daerah Pemilihan IV Pangasinan, Gina de Venecia, pemerintah berkomitmen mengadopsi teknologi berbasis komunal ini ke dalam proyek infrastruktur publik skala besar.

Analisis Terobosan Sistem Tangkapan Air Bawah Tanah

Kota Dagupan selama puluhan tahun dikenal sebagai salah satu wilayah yang paling rentan terhadap banjir akibat kombinasi pasang air laut, dataran rendah, dan tingginya curah hujan tahunan. Namun, terobosan yang dilakukan pengelola Katedral Santo Yohanes berhasil mengubah peta risiko banjir di area tersebut secara signifikan. Pengelola membangun sistem reservoir bawah tanah berkapasitas besar tepat di bawah pelataran parkir katedral, yang berfungsi menyerap dan menampung jutaan liter air hujan sebelum mengalirkannya secara terkontrol.

Menurut analisis teknis DPWH, keberhasilan sistem ini terletak pada kemampuannya memutus genangan permukaan secara instan. Air hujan dari atap dan pelataran tidak langsung dibuang ke saluran kota yang sering kali sudah jenuh, melainkan dialirkan masuk ke tangki resapan utama. Ketika saluran kota mulai surut, pompa otomatis berdaya tinggi baru mengalirkan air dari cistern menuju badan air penerima.

Parameter Evaluasi Drainase Konvensional Perkotaan Sistem Cistern Katedral Dagupan
Metode Penanganan Air Aliran langsung ke saluran terbuka Penampungan sementara bawah tanah
Penggunaan Ruang Utama Membutuhkan lahan terbuka luas Multifungsi (bawah tanah area parkir)
Tingkat Risiko Genangan Sangat Tinggi saat pasang laut Dapat Ditekan hingga 0% di area lokal

Kronologi Evaluasi dan Rencana Perluasan Skala Nasional

Proses penilaian dan pengadopsian teknologi ini oleh pemerintah Filipina melewati beberapa tahapan krusial:

  1. Tahap Pengujian Lokal: Pembangunan fasilitas penampungan air bawah tanah katedral selesai diuji coba saat musim badai, membuktikan area pelataran tetap kering 100%.
  2. Inspeksi Lapangan: Sekretaris DPWH Vince Dizon dan Rep. Gina de Venecia meninjau langsung kinerja tangki dan pompa penampungan di bawah katedral.
  3. Integrasi Kebijakan: DPWH menginstruksikan tim teknis untuk menyusun cetak biru (blueprint) standar yang dapat diterapkan di fasilitas publik, sekolah, dan alun-alun kota di seluruh Filipina.

Anggota DPR Gina de Venecia menyatakan apresiasi mendalam atas inisiatif pihak gereja. "Katedral Dagupan telah memberikan contoh nyata bagaimana inovasi lokal yang cerdas mampu menyelesaikan masalah kronis tanpa harus menunggu proyek megastruktur bertahun-tahun," ujarnya di sela-sela inspeksi.

Sementara itu, Vince Dizon menekankan pentingnya pendekatan modern dalam manajemen risiko bencana. "Kami tidak lagi bisa mengandalkan penanggulangan banjir tradisional. Model tangki bawah tanah Dagupan akan menjadi standar baru pembangunan infrastruktur perkotaan di Filipina," tegas Dizon. Pemerintah optimistis replikasi sistem ini mampu menekan kerugian ekonomi akibat banjir hingga jutaan peso setiap tahunnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS hendra-wijaya

Editor Politik. Mantan jurnalis cetak dengan spesialisasi politik elektoral. Menulis analisis kebijakan dan reportase parlemen.

Comments (0)

User