Sep 16, 2026
Sulawesi Selatan

Daeng Mangalle Jadi Tokoh Makassar Pertama Pegang Jabatan Menteri Thailand

BANGKOK — Catatan diplomasi maritim Nusantara menorehkan fakta sejarah luar biasa di daratan Asia Tenggara. Sosok bangsawan berdarah Bugis-Makassar, Daeng

Daeng Mangalle Jadi Tokoh Makassar Pertama Pegang Jabatan Menteri Thailand

BANGKOK — Catatan diplomasi maritim Nusantara menorehkan fakta sejarah luar biasa di daratan Asia Tenggara. Sosok bangsawan berdarah Bugis-Makassar, Daeng Mangalle, tercatat dalam lembaran sejarah sebagai perantau asal Sulawesi Selatan pertama yang berhasil menduduki jabatan mentereng setingkat menteri dan dipercaya mengelola urusan keuangan di Kerajaan Siam (kini Thailand).

Kisah diaspora ini bermula pasca-pergolakan politik di Kerajaan Gowa pada abad ke-17. Berbekal reputasi ketangguhan maritim dan keahlian diplomasi, kehadiran para pelaut Makassar tidak hanya diterima hangat oleh penguasa Siam, tetapi juga mengubah dinamika militer serta birokrasi pemerintahan Raja Narai di Ayutthaya.

Jejak Eksodus dan Perjalanan Menuju Ayutthaya

Keterlibatan orang-orang Makassar di panggung kekuasaan Thailand berakar dari peristiwa jatuhnya Benteng Somba Opu dalam Perang Makassar. Menolak tunduk pada monopoli VOC pasca-Perjanjian Bungaya tahun 1667, pangeran dan bangsawan Makassar memilih melaut ke mancanegara.

  1. Tahun 1667–1669: Rombongan bangsawan Kerajaan Gowa yang dipimpin Daeng Mangalle bersama ratusan pengikutnya berlayar meninggalkan tanah Celebes menuju daratan Indochina.
  2. Tahun 1670-an: Tiba di ibu kota Ayutthaya, Raja Narai Agung menyambut rombongan tersebut dan memberikan suaka politik serta sebidang tanah permukiman khusus bagi komunitas Makassar.
  3. Tahun 1680-an: Berkat kecakapan militer dan integritas tinggi, Daeng Mangalle diangkat sebagai pejabat kepercayaan istana yang mengurus perbendaharaan dan pengawal kerajaan.
"Orang-orang Makassar dikenal dengan keberanian tempur yang luar biasa serta kepatuhan pada sumpah setia, sehingga Raja Narai menempatkan mereka di posisi strategis pertahanan dan administrasi perbendaharaan istana Siam," demikian catatan sejarah arsip kolonial Prancis abad ke-17.

Kiprah Strategis Mengelola Keuangan dan Militer Kerajaan Siam

Di bawah kepemimpinan Daeng Mangalle, kontingen prajurit Makassar menjelma menjadi salah satu kekuatan elite pengawal kerajaan di Ayutthaya. Keterampilannya dalam berdagang dan menguasai rute pelayaran internasional menjadikan Daeng Mangalle figur kunci dalam menghubungkan jaringan logistik maritim Siam dengan pedagang asing dari Timur Tengah dan Eropa.

Keberhasilan Daeng Mangalle memegang mandat keuangan kerajaan menegaskan pengakuan internasional terhadap kapasitas intelektual serta manajerial pelaut Nusantara. Di tengah persaingan ketat pengaruh pedagang Prancis, Belanda, dan Inggris di Ayutthaya, Daeng Mangalle mampu menjaga stabilitas perbendaharaan istana selama masa pengabdiannya.

  • Kepercayaan Monarki: Memperoleh akses langsung ke lingkaran dalam Raja Narai untuk urusan finansial kerajaan.
  • Kekuatan Korps Prajurit: Memimpin detasemen pasukan pengawal berkuda dan infanteri elite berdarah Makassar.
  • Jaringan Global: Menjadi jembatan diplomasi lintas bangsa di pelabuhan internasional Ayutthaya.

Warisan Sejarah dan Diaspora Nusantara di Panggung Dunia

Meskipun pada akhir masa jabatannya terjadi dinamika politik internal yang melibatkan intrik penasihat asing di istana Siam, nama Daeng Mangalle tetap dihormati sebagai simbol ketangguhan perantau Nusantara. Jejak keturunannya bahkan tercatat melintasi benua hingga ke istana Raja Louis XIV di Prancis, ketika dua putranya dibawa ke Paris dan meniti karier sebagai perwira angkatan laut Prancis.

Kisah Daeng Mangalle menjadi bukti nyata bahwa pengaruh peradaban maritim Indonesia telah mengakar kuat di kancah geopolitik global jauh sebelum era modern.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS dimas-permana

Reporter Politik Muda. Fokus pada gerakan pemuda, politik digital, dan representasi generasi Z.

Comments (0)

User