Collina Bela Keputusan Wasit di Laga Argentina vs Mesir

Apaberita.com — Di tengah derasnya kritik terhadap kinerja perangkat pertandingan Piala Dunia 2026, Ketua Komite Wasit FIFA, Pierluigi Collina, angkat bica

Jul 09, 2026 - 18:58
0 0

Apaberita.com — Di tengah derasnya kritik terhadap kinerja perangkat pertandingan Piala Dunia 2026, Ketua Komite Wasit FIFA, Pierluigi Collina, angkat bicara membela keputusan wasit yang membatalkan gol Mesir saat takluk 3-2 dari Argentina di babak 16 besar. Legenda perwasitan asal Italia itu menegaskan bahwa semua pengadil bekerja tanpa intervensi eksternal dan seluruh prosedur telah dijalankan sesuai standar tertinggi Laws of the Game.

Kronologi Kontroversi

Duel sengit yang digelar di Stadion MetLife, New Jersey, pada Selasa (30/6/2026) malam waktu setempat, diwarnai drama yang mencapai puncaknya pada menit ke-67. Kala itu, Mesir yang tertinggal 2-1 berhasil menyamakan kedudukan melalui sontekan Omar Marmoush, dan nyaris berbalik unggul tiga menit berselang. Umpan terobosan Mohamed Salah diteruskan oleh Mostafa Mohamed menjadi gol ke gawang Emiliano Martínez, memicu selebrasi liar ribuan pendukung The Pharaohs yang memadati tribun 60.000 penonton.

Namun, kegembiraan itu hanya bertahan 127 detik. Wasit utama asal Prancis, Clément Turpin, menghentikan pertandingan setelah menerima sinyal dari ruang VAR yang dipimpin Tomasz Kwiatkowski. Setelah meninjau ulang insiden melalui monitor di sisi lapangan, Turpin menganulir gol tersebut karena posisi offside tipis pada Mohamed saat menerima through ball. Teknologi semi-otomatis offside memperlihatkan bahu kiri striker Nantes itu lebih maju 3,2 sentimeter dari bek terakhir Argentina, Cristian Romero.

Pembelaan Tegas Collina

Dalam konferensi pers yang digelar FIFA sehari setelah pertandingan, Collina merinci alasan di balik keputusan kontroversial tersebut. Pria 66 tahun yang dikenal dengan sorot mata tajam dan ketegasan selama memimpin di lapangan hijau itu menampik tuduhan bahwa wasit terpengaruh tekanan tribun atau besarnya nama Argentina.

“Wasit kami adalah profesional yang telah menempuh ribuan jam pelatihan. Mereka bekerja dengan satu panduan: fakta di lapangan dan bukti teknologi. Tidak ada satu pun keputusan yang dilandasi tekanan eksternal. Kasus di laga Argentina vs Mesir, kami memiliki bukti semi-otomatis offside yang akurat hingga level milimeter. Prosedur review dilakukan transparan, dan keputusan akhir sepenuhnya sesuai protokol.”

Collina juga menambahkan bahwa waktu yang dihabiskan untuk peninjauan VAR — rata-rata 2 menit 7 detik pada turnamen ini — masih dalam batas toleransi yang ditetapkan FIFA, yakni maksimal 3 menit. Ia menekankan bahwa akurasi lebih diutamakan daripada kecepatan, karena menyangkut keadilan bagi 32 tim peserta.

Data dan Fakta Kunci

  • Skor akhir: Argentina 3–2 Mesir (gol Argentina: Di María 12’, Lautaro 39’, Álvarez 84’ — gol Mesir: Salah 45’+2 penalti, Marmoush 55’).
  • Gol yang dianulir: Mostafa Mohamed menit 67’ (offside 3,2 cm berdasarkan semi-otomatis offside).
  • Waktu review VAR: 2 menit 7 detik.
  • Total tembakan: Argentina 16 (7 tepat sasaran), Mesir 11 (5 tepat sasaran).
  • Penguasaan bola: Argentina 54% – 46% Mesir.

Pernyataan Collina sekaligus menjadi respons terhadap kritik yang dilontarkan pelatih Mesir, Hossam Hassan, yang menyebut keputusan itu “membunuh momentum” timnya. FIFA juga merilis rekaman audio komunikasi antara wasit dan tim VAR untuk meningkatkan transparansi, memperlihatkan dialog teknis yang dingin dan terukur. Langkah ini diharapkan meredakan spekulasi publik dan menjaga integritas turnamen empat tahunan tersebut.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User