Bupati Kaur Sebut Infrastruktur Penggerak Utama Sentra Durian dan Sawit
Bengkulu — Pemerintah Kabupaten Kaur menempatkan pembangunan infrastruktur sebagai prioritas strategis untuk mendorong produktivitas kawasan perkebunan unggulan di Cawang Kidau, Desa Manau. Bupati K...
Bengkulu — Pemerintah Kabupaten Kaur menempatkan pembangunan infrastruktur sebagai prioritas strategis untuk mendorong produktivitas kawasan perkebunan unggulan di Cawang Kidau, Desa Manau. Bupati Kaur Gusril Pausi menyatakan bahwa akses transportasi dan fasilitas pendukung yang memadai menjadi prasyarat mutlak bagi pengembangan sentra durian dan kelapa sawit di wilayah tersebut.
Penegasan itu disampaikan Bupati Gusril Pausi dalam kunjungan kerja ke Kecamatan Cawang Kidau pada Senin, 14 Juli 2025. Ia didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Kaur, Sekretaris Daerah, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah terkait. Rombongan meninjau langsung kondisi jalan produksi dan jembatan penghubung yang selama ini menjadi keluhan utama para petani.
"Infrastruktur adalah fondasi. Tanpa jalan yang layak, hasil panen durian dan tandan buah segar sawit akan rusak sebelum mencapai pasar. Kami tidak bisa membiarkan potensi besar ini terhambat hanya karena akses yang buruk," ujar Gusril Pausi di sela peninjauan.
Target Penyelesaian Jalan Produksi
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Kaur, Hendri Yanto, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyusun rencana teknis pembangunan dan peningkatan jalan sepanjang 12,8 kilometer yang menghubungkan sentra perkebunan dengan jalan provinsi. Proyek itu ditargetkan mulai dikerjakan pada triwulan ketiga tahun anggaran 2025.
Anggaran yang dialokasikan mencapai Rp 34,2 miliar bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan serta Dana Alokasi Khusus infrastruktur. Pekerjaan mencakup pengaspalan, pembangunan drainase, dan penguatan dua jembatan penghubung yang saat ini hanya dapat dilalui kendaraan roda dua.
"Kami menargetkan seluruh ruas jalan produksi dapat difungsikan secara optimal sebelum musim panen raya durian pada Desember 2025 hingga Februari 2026. Saat ini tim teknis sedang melakukan survei tanah dan penetapan titik koordinat," kata Hendri Yanto.
Potensi Ekonomi dan Data Produksi
Sentra Cawang Kidau tercatat memiliki lahan perkebunan durian seluas 1.247 hektare dengan jumlah pohon produktif mencapai 18.500 batang. Varietas unggulan seperti durian Bido, Tembaga, dan Musang King mendominasi areal tanam. Produksi tahun 2024 tercatat sebesar 4.800 ton dengan nilai ekonomi diperkirakan menembus Rp 120 miliar.
Sementara itu, perkebunan kelapa sawit di kawasan yang sama meliputi 3.200 hektare yang dikelola oleh 2.300 petani plasma dan swadaya. Rata-rata produktivitas mencapai 18 ton tandan buah segar per hektare per tahun. Keterbatasan infrastruktur selama ini menyebabkan biaya angkut membengkak hingga 35 persen dari harga jual di tingkat pabrik kelapa sawit.
Ketua Asosiasi Petani Durian Kaur, Marzuki, menyambut baik komitmen pemerintah daerah. Ia mengungkapkan bahwa kerusakan jalan selama musim hujan kerap mengakibatkan buah durian terguncang berlebihan selama pengangkutan sehingga menurunkan kualitas dan harga jual. "Kami berharap proyek ini tidak berhenti di tahap perencanaan. Petani sudah terlalu lama menunggu," katanya.
Koordinasi Lintas Sektor
Bupati Gusril Pausi menyatakan bahwa realisasi proyek infrastruktur sentra perkebunan memerlukan koordinasi intensif antara Pemerintah Kabupaten Kaur, Pemerintah Provinsi Bengkulu, dan kementerian terkait di tingkat pusat. Ia telah menjadwalkan rapat koordinasi dengan Dinas Perkebunan Provinsi Bengkulu dan Balai Pelaksana Jalan Nasional pada 21 Juli 2025.
Sekretaris Daerah Kabupaten Kaur, Nasaruddin, menambahkan bahwa pihaknya tengah menyiapkan dokumen penetapan status jalan strategis kabupaten untuk ruas-ruas yang melayani kawasan sentra produksi. Status tersebut akan mempermudah alokasi anggaran pemeliharaan secara berkelanjutan.
Berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2023 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, Pemkab Kaur menetapkan target peningkatan panjang jalan kabupaten dalam kondisi mantap dari 62 persen menjadi 78 persen pada akhir tahun 2026. Kawasan sentra durian dan sawit Cawang Kidau menjadi salah satu prioritas utama dalam dokumen perencanaan tersebut.
"Ini bukan sekadar proyek fisik. Ini adalah investasi untuk mengubah wajah ekonomi Kaur. Durian dan sawit adalah komoditas strategis yang harus kita dukung penuh," tegas Gusril Pausi menutup keterangannya.
Comments (0)