BULOG dan Komisi IV DPR Kolaborasi Tingkatkan Kesejahteraan Petani

Jakarta — Direktur Utama Perum BULOG menegaskan bahwa keberhasilan sektor pangan nasional tidak terlepas dari sinergi erat seluruh pemangku kepentingan. Ko

Jul 11, 2026 - 15:16
0 1
BULOG dan Komisi IV DPR Kolaborasi Tingkatkan Kesejahteraan Petani

Jakarta — Direktur Utama Perum BULOG menegaskan bahwa keberhasilan sektor pangan nasional tidak terlepas dari sinergi erat seluruh pemangku kepentingan. Kolaborasi antara pemerintah, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan para petani dinilai menjadi fondasi utama dalam menjaga stabilitas pasokan serta meningkatkan kesejahteraan petani di seluruh Indonesia.

Dalam sebuah forum diskusi yang digelar di Jakarta, Direktur Utama BULOG mengungkapkan bahwa capaian produksi dan distribusi pangan selama ini merupakan hasil kerja bersama yang terintegrasi. Ia menekankan peran BULOG sebagai buffer stock dan stabilisator harga pangan, khususnya beras, tidak akan optimal tanpa dukungan kebijakan dan pengawasan dari Komisi IV DPR RI yang membidangi pertanian.

"Capaian sektor pangan nasional adalah hasil kolaborasi para pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, DPR RI, BUMN, dan petani. BULOG tidak bisa berjalan sendiri. Kami sangat terbantu dengan arahan dan dukungan Komisi IV DPR, baik dari sisi regulasi maupun penganggaran, sehingga program penyerapan gabah dan stabilisasi harga bisa berjalan tepat sasaran,"

ujar Direktur Utama BULOG.

Peran Strategis BULOG dalam Menjaga Stabilitas Harga

Sepanjang tahun 2026, Perum BULOG mencatatkan kinerja positif dalam penyerapan gabah petani. Hingga semester pertama, BULOG berhasil menyerap lebih dari 1,2 juta ton gabah setara beras dari sentra produksi di Jawa, Sumatera, dan Sulawesi. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya mencapai 980 ribu ton.

Penyerapan dilakukan dengan mengacu pada Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang telah ditetapkan. Direktur Utama BULOG memastikan bahwa pihaknya membeli gabah petani dengan harga yang wajar dan kompetitif, sehingga petani mendapatkan margin keuntungan yang layak. Selain itu, BULOG juga memperkuat infrastruktur gudang dan pengeringan di berbagai daerah agar kualitas gabah yang disimpan tetap terjaga.

Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari strategi BULOG dalam mengamankan cadangan beras nasional. Dengan stok yang memadai, pemerintah dapat mengintervensi pasar ketika terjadi gejolak harga, terutama menjelang hari besar keagamaan atau saat musim paceklik. Direktur Utama BULOG menyebut bahwa stok beras di gudang BULOG saat ini mencapai 1,5 juta ton, cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional selama lebih dari enam bulan ke depan.

Dukungan Komisi IV DPR melalui Pengawasan dan Regulasi

Komisi IV DPR RI, yang salah satu mitra kerjanya adalah Perum BULOG, terus memberikan dukungan aktif baik dari sisi legislasi, anggaran, maupun pengawasan. Anggota Komisi IV DPR dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Andi Akmal Pasluddin, menyatakan bahwa pihaknya secara berkala melakukan rapat kerja dengan BULOG untuk memastikan program-program yang dijalankan benar-benar menyentuh kepentingan petani kecil.

"Kami di Komisi IV mendorong agar BULOG tidak hanya fokus pada stabilitas harga di tingkat konsumen, tetapi juga memberikan kepastian harga di tingkat produsen. Petani harus menjadi prioritas utama. Karena itu, setiap kebijakan BULOG kami kawal agar tidak merugikan petani, sekaligus tidak membebani konsumen,"

tegasnya dalam kesempatan terpisah.

Dukungan DPR diwujudkan antara lain melalui persetujuan anggaran operasional BULOG yang memadai. Pada tahun anggaran 2026, Komisi IV menyetujui alokasi dana sebesar Rp3,2 triliun untuk pengadaan gabah dan beras dalam negeri. Dana tersebut memungkinkan BULOG untuk memperluas jangkauan pembelian hingga ke wilayah-wilayah terpencil yang selama ini sulit diakses oleh tengkulak besar.

Selain itu, Komisi IV juga mendorong BULOG untuk mengadopsi teknologi digital dalam sistem pembelian dan distribusi. Dengan sistem digital, transparansi harga di tingkat petani dapat ditingkatkan, serta potensi kebocoran dan permainan harga oleh oknum dapat diminimalisir. BULOG saat ini tengah mengembangkan aplikasi “BULOG Mitra Tani” yang memungkinkan petani terhubung langsung dengan gudang BULOG terdekat.

Tantangan dan Solusi untuk Kesejahteraan Petani

Meskipun kolaborasi antara BULOG dan Komisi IV DPR berjalan baik, masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu diatasi. Salah satunya adalah disparitas harga antara produsen dan konsumen yang kerap melebar saat panen raya. Direktur Utama BULOG mengakui bahwa pada musim panen, harga gabah di tingkat petani seringkali anjlok karena pasokan melimpah, sementara di sisi lain BULOG memiliki kapasitas serapan yang terbatas.

Untuk mengatasi hal itu, BULOG bersama Komisi IV DPR menyepakati beberapa langkah strategis:

  • Perluasan kapasitas gudang dan pengeringan di sentra-sentra produksi baru, terutama di luar Jawa, untuk menyerap kelebihan produksi saat panen raya.
  • Peningkatan fleksibilitas HPP dengan mempertimbangkan biaya produksi riil petani, termasuk fluktuasi harga pupuk dan ongkos angkut.
  • Program kemitraan langsung antara BULOG dengan kelompok tani dan gabungan kelompok tani (gapoktan), memotong rantai distribusi yang panjang dan memberikan keuntungan lebih besar kepada petani.
  • Pendampingan teknologi pertanian untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen, sehingga gabah yang dijual ke BULOG memenuhi standar kualitas dan petani mendapat harga premium.
  • Penguatan koordinasi antarkementerian, khususnya Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, dan BULOG, untuk menyelaraskan kebijakan tanam dan pasar.

Direktur Utama BULOG menambahkan bahwa sinergi dengan petani tidak hanya berhenti pada aspek pembelian gabah. BULOG juga memberikan pelatihan manajemen pascapanen dan akses permodalan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Program ini diharapkan dapat meningkatkan kemandirian petani sehingga mereka tidak bergantung penuh pada tengkulak.

Proyeksi ke Depan

Menghadapi tahun 2027, BULOG dan Komisi IV DPR optimistis bahwa ketahanan pangan nasional akan semakin kuat. Pemerintah menargetkan Indonesia tidak lagi bergantung pada impor beras pada 2027, dengan catatan produksi dalam negeri terus meningkat dan sistem logistik pangan berjalan efisien. Direktur Utama BULOG menekankan bahwa target tersebut hanya bisa tercapai jika kolaborasi multi-pihak terus diperkuat.

"Kami tidak ingin sekadar mengejar target serapan tahunan. Yang lebih penting adalah bagaimana setiap butir gabah yang dibeli BULOG dapat memberikan dampak langsung pada perbaikan ekonomi keluarga petani. Itulah esensi dari kesejahteraan petani yang sesungguhnya,"

pungkasnya.

Dengan dukungan penuh dari DPR, BULOG kini memiliki landasan yang lebih kokoh untuk menjalankan perannya sebagai penjaga ketahanan pangan sekaligus pengangkat derajat petani Indonesia. Publik berharap sinergi ini tidak hanya berhenti di tingkat pusat, tetapi juga terimplementasi dengan baik hingga ke pelosok negeri.

[SOCIAL_TWEET]: “Kolaborasi BULOG dan Komisi IV DPR jadi kunci tingkatkan kesejahteraan petani. Penyerapan gabah capai 1,2 juta ton di semester I 2026, didukung anggaran Rp3,2 triliun. Stok beras aman 1,5 juta ton. Sinergi ini diharapkan terus kuat demi ketahanan pangan nasional. #BULOG #PetaniSejahtera” [SOCIAL_TG]: “BULOG dan Komisi IV DPR bersinergi untuk kesejahteraan petani. Dirut BULOG: ‘Capaian pangan nasional adalah hasil kolaborasi.’ Penyerapan gabah semester I 2026 capai 1,2 juta ton, stok beras 1,5 juta ton. Dukungan anggaran Rp3,2 triliun dikawal DPR. Program kemitraan langsung petani terus diperluas. #PanganIndonesia” Dirut BULOG bilang, capaian sektor pangan nasional itu hasil kolaborasi semua pihak: pemerintah, DPR, BUMN, dan petani. Komisi IV DPR dukung lewat anggaran Rp3,2 triliun buat serap gabah petani. Hasilnya? Semester I 2026 BULOG udah serap 1,2 juta ton gabah setara beras. Stok beras nasional aman di 1,5 juta ton. Cukup buat lebih dari 6 bulan. Selain itu, ada program BULOG Mitra Tani yang hubungin petani langsung ke gudang BULOG. Rantai distribusi lebih pendek, petani dapat harga lebih baik. PR-nya masih ada: saat panen raya harga gabah suka anjlok, kapasitas gudang BULOG terbatas. Tapi solusi terus digodok, termasuk perluasan gudang dan fleksibilitas HPP. Kolaborasi ini jadi fondasi penting supaya petani makin sejahtera dan Indonesia makin mandiri pangan 🇮🇩”

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User