Bocah Difabel Jakbar Ditemukan Tidur di Kandang Anjing

Jakarta - Seorang bocah penyandang disabilitas di Jakarta Barat yang dilaporkan hilang sejak Kamis pagi akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat, Jumat (7/8/2026) dini hari. Anak laki-laki berusia 9 t...

Bocah Difabel Jakbar Ditemukan Tidur di Kandang Anjing

Jakarta - Seorang bocah penyandang disabilitas di Jakarta Barat yang dilaporkan hilang sejak Kamis pagi akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat, Jumat (7/8/2026) dini hari. Anak laki-laki berusia 9 tahun itu ditemukan tertidur di dalam kandang anjing milik warga di kawasan Kembangan, Jakarta Barat. Proses pencarian yang melibatkan keluarga, aparat kepolisian, dan relawan berakhir dengan pertemuan haru antara bocah tersebut dan orang tuanya.

Kapolsek Kembangan Kompol Budi Santoso membenarkan penemuan tersebut. Menurutnya, bocah yang identitasnya disamarkan demi perlindungan anak itu ditemukan sekitar pukul 02.30 WIB oleh seorang warga yang hendak memberi makan anjing peliharaannya. Warga tersebut kaget melihat sesosok anak tertidur pulas di dalam kandang yang biasanya digunakan untuk mengurung anjing jenis herder miliknya.

"Saat ditemukan, anak dalam keadaan lemas namun tidak mengalami luka fisik. Ia hanya terlihat kelelahan dan ketakutan. Warga langsung melapor ke ketua RT setempat, kemudian kami bersama tim gabungan mengevakuasi anak tersebut," ujar Kompol Budi dalam keterangan resminya, Jumat pagi.

Bocah yang memiliki keterbatasan intelektual tersebut sebelumnya dilaporkan hilang oleh keluarganya pada Kamis (6/8/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Saat itu, ia keluar dari rumahnya di kawasan Palmerah tanpa sepengetahuan orang tua yang sedang bekerja. Keluarga sempat melakukan pencarian mandiri di sekitar permukiman, namun tidak membuahkan hasil hingga akhirnya melapor ke Polsek Palmerah pada Kamis sore.

Proses Pencarian dan Penemuan

Laporan kehilangan tersebut langsung ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian dengan membentuk tim pencari yang melibatkan unsur TNI, Satpol PP, serta komunitas relawan. Penyebaran informasi melalui media sosial dan pengeras suara di masjid-masjid sekitar juga dilakukan untuk memperluas jangkauan pencarian.

Menurut Kompol Budi, lokasi penemuan berada sekitar 7 kilometer dari rumah korban. Diduga anak tersebut berjalan kaki tanpa arah hingga sampai di kawasan Kembangan dan masuk ke halaman rumah warga yang tidak terkunci. Kandang anjing yang berada di bagian belakang rumah menjadi tempat ia berlindung dari hujan yang mengguyur sejak Kamis malam.

"Dari hasil pemeriksaan sementara, anak tersebut tidak menjadi korban tindak pidana. Ia hanya tersesat dan kelelahan. Kami sudah mempertemukan dengan keluarga dan kondisi kesehatannya dipantau oleh petugas medis dari Puskesmas Kembangan," jelas Kompol Budi.

Keluarga korban, yang diwakili oleh paman bocah tersebut, Andi Wijaya, menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas ditemukannya anak tersebut. Andi mengaku keluarga sempat panik dan tidak bisa tidur selama proses pencarian berlangsung.

"Kami sekeluarga sangat bersyukur. Anak kami ditemukan selamat. Terima kasih kepada polisi, warga, dan semua pihak yang telah membantu mencari. Ini adalah keajaiban bagi kami," ujar Andi dengan suara bergetar saat ditemui di Polsek Kembangan.

Momen pertemuan antara bocah tersebut dengan ibunya berlangsung haru. Sang ibu langsung memeluk erat anaknya sambil menangis. Bocah tersebut tampak masih bingung namun tersenyum saat melihat keluarganya. Petugas medis kemudian membawa anak tersebut ke RSUD Cengkareng untuk pemeriksaan lebih lanjut guna memastikan kondisi kesehatannya secara menyeluruh.

Imbauan Kepada Orang Tua

Peristiwa ini menjadi perhatian serius bagi Dinas Sosial dan Perlindungan Anak DKI Jakarta. Kepala Dinas Sosial DKI Jakarta, Dr. Siti Nurhayati, menegaskan pentingnya pengawasan ekstra bagi anak-anak penyandang disabilitas. Ia menyebutkan bahwa anak dengan kebutuhan khusus memiliki risiko lebih tinggi untuk tersesat atau mengalami kecelakaan saat berada di luar pengawasan.

"Berdasarkan data kami, kasus anak hilang di Jakarta pada tahun 2026 tercatat sebanyak 47 kasus, dan 12 di antaranya melibatkan anak berkebutuhan khusus. Kami mengimbau kepada seluruh orang tua untuk menggunakan gelang identitas atau alat pelacak GPS pada anak-anak mereka yang memiliki keterbatasan," kata Siti dalam keterangan tertulisnya.

Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan jika menemukan anak yang tampak tersesat atau tidak didampingi orang dewasa. Kompol Budi menegaskan bahwa respons cepat dari warga sangat membantu proses pencarian dan penyelamatan.

"Kami mengapresiasi kepedulian warga Kembangan yang langsung melapor. Jika menemukan anak terlantar, jangan ragu untuk menghubungi kantor polisi terdekat atau call center 110. Setiap menit sangat berharga dalam kasus seperti ini," tegasnya.

Kasus ini juga menjadi bahan evaluasi bagi pengelola lingkungan RT/RW setempat agar lebih aktif dalam memantau aktivitas warga, terutama anak-anak yang rentan. Ketua RW 04 Kelurahan Kembangan Utara, Muhammad Rizki, menyatakan akan menginstruksikan petugas keamanan lingkungan untuk meningkatkan patroli pada jam-jam rawan.

"Kami akan berkoordinasi dengan pihak kelurahan dan kepolisian untuk memperketat pengawasan lingkungan. Kejadian ini menjadi pelajaran bagi kita semua bahwa keselamatan anak adalah tanggung jawab bersama," ujar Rizki.

Sementara itu, bocah tersebut dijadwalkan menjalani pemeriksaan psikologis di Pusat Perlindungan Anak Jakarta dalam waktu dekat. Dinas Sosial DKI Jakarta juga akan melakukan pendampingan terhadap keluarga untuk memastikan anak tersebut mendapatkan perawatan yang tepat dan terhindar dari trauma berkepanjangan.

Hingga berita ini diturunkan, bocah tersebut telah diperbolehkan pulang ke rumahnya di Palmerah setelah dinyatakan dalam kondisi stabil. Keluarga berjanji akan lebih ketat dalam mengawasi pergerakan anak tersebut ke depannya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
hendra-wijaya

Editor Politik. Mantan jurnalis cetak dengan spesialisasi politik elektoral. Menulis analisis kebijakan dan reportase parlemen.

Comments (0)

User