BNN: Jaringan Sabu Cair 2,6 Ton Terkait Kasus Ketamin 1,3 Ton

JAKARTA — Badan Narkotika Nasional (BNN) memastikan bahwa jaringan penyelundup 2,6 ton narkotika cair jenis sabu yang disergap di wilayah Kepulauan Riau (Kepri) terkait erat dengan jaringan yang seb...

BNN: Jaringan Sabu Cair 2,6 Ton Terkait Kasus Ketamin 1,3 Ton

JAKARTA — Badan Narkotika Nasional (BNN) memastikan bahwa jaringan penyelundup 2,6 ton narkotika cair jenis sabu yang disergap di wilayah Kepulauan Riau (Kepri) terkait erat dengan jaringan yang sebelumnya membawa 1,3 ton ketamin ke dalam negeri. Keterkaitan tersebut disampaikan BNN dalam konferensi pers pengungkapan kasus di Batam, Jumat (21/8/2026).

Menurut keterangan resmi BNN, kesimpulan itu diperoleh dari pengembangan penyidikan yang berlangsung sejak barang bukti pertama diamankan. Penelusuran meliputi alur pengiriman, identitas kurir, hingga pola pembayaran yang tercatat dalam catatan keuangan para tersangka. "Hasil analisis menunjukkan kedua jaringan memakai rantai pasok dan jalur distribusi yang sama," demikian pernyataan BNN dalam konferensi pers tersebut.

Kronologi Penyergapan di Perairan Kepri

Pengungkapan berawal dari operasi yang dilakukan aparat di perairan sekitar Batam dan Bintan. Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan sejumlah orang yang diduga sebagai kurir serta menyita 2,6 ton sabu cair yang dikemas dalam berbagai wadah agar sulit dikenali. Barang bukti tersebut diduga akan didistribusikan ke sejumlah kota besar di Pulau Jawa dan Sumatera.

BNN menjelaskan, narkotika cair dipilih sindikat karena lebih mudah disembunyikan dan tidak terdeteksi alat pemindai konvensional. Barang tersebut diangkut melalui jalur laut dengan memanfaatkan kapal-kapal kecil yang beroperasi di antara pulau-pulau terluar. Sebagian tersangka telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan, sementara beberapa lainnya masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Analisis Keterkaitan dengan Kasus Ketamin

Dalam proses penyidikan, BNN menemukan sejumlah persamaan antara jaringan sabu cair tersebut dengan jaringan pembawa 1,3 ton ketamin yang diungkap pada periode sebelumnya. Persamaan itu mencakup rute pengiriman, modus penyamaran muatan, serta keterlibatan figur yang sama di tingkat koordinator lapangan.

BNN menegaskan bahwa temuan ini menunjukkan sindikat narkotika internasional kini mengelola lebih dari satu jenis barang terlarang dalam satu struktur organisasi. Ketamin yang disita sebelumnya diduga berasal dari negara produsen di kawasan Asia Selatan, sementara sabu cair dipasok melalui negara tetangga yang berbatasan laut dengan Kepri. "Kami menduga ada pusat kendali yang sama di luar negeri," ujar perwakilan BNN.

Penindakan, Pencegahan, dan Kerja Sama Lintas Instansi

Menindaklanjuti temuan tersebut, BNN berkoordinasi dengan Kepolisian RI, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, serta TNI Angkatan Laut dalam pengamanan jalur laut dan pengawasan pelabuhan. BNN juga menjalin pertukaran informasi dengan lembaga penegak hukum di negara asal barang guna membongkar jaringan hingga ke lapisan produsen dan pengendali utama.

Selain penindakan, BNN menekankan pentingnya langkah pencegahan. Dengan asumsi standar satu gram sabu dapat dikonsumsi oleh beberapa orang penyalahguna, pengungkapan 2,6 ton sabu cair diperkirakan menyelamatkan ratusan ribu jiwa dari bahaya penyalahgunaan. Angka tersebut menjadikan kasus ini salah satu pengungkapan terbesar di wilayah barat Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.

BNN juga mengingatkan masyarakat untuk aktif melaporkan aktivitas mencurigakan terkait peredaran gelap narkotika. Peran warga dinilai krusial, khususnya di kawasan perbatasan dan pesisir yang kerap dijadikan pintu masuk barang haram. Seluruh informasi yang masuk akan ditindaklanjuti melalui penyelidikan dan penyidikan sesuai ketentuan perundang-undangan.

Proses hukum terhadap para tersangka terus berjalan. BNN memastikan penyidikan akan dikembangkan untuk menuntaskan rantai distribusi hingga ke tingkat pengendali, termasuk dugaan tindak pidana pencucian uang yang berasal dari hasil kejahatan narkotika. "Kami berkomitmen membongkar jaringan ini sampai ke akarnya," tegas BNN.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
dimas-permana

Reporter Politik Muda. Fokus pada gerakan pemuda, politik digital, dan representasi generasi Z.

Comments (0)

User