BMKG Rilis Daftar 9 Wilayah Berpotensi Hujan Hari Ini

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk hari ini, Kamis (10/7/2025), yang menyebutkan bahwa sembilan

Jul 12, 2026 - 04:33
0 1

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk hari ini, Kamis (10/7/2025), yang menyebutkan bahwa sembilan wilayah di Indonesia berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Peringatan ini muncul di tengah periode puncak musim kemarau yang seharusnya didominasi cuaca kering di sebagian besar daerah. Fenomena ini dinilai sebagai anomali cuaca yang dipicu oleh dinamika atmosfer regional yang masih aktif.

Anomali di Musim Kemarau

Indonesia saat ini sedang memasuki puncak musim kemarau yang lazim berlangsung dari Juli hingga Agustus. Namun, BMKG mencatat adanya peningkatan kelembapan udara di beberapa lapisan atmosfer yang memicu pertumbuhan awan hujan. “Meskipun secara umum kita berada di musim kemarau, masih terdapat potensi hujan di sejumlah daerah akibat masih aktifnya gelombang atmosfer seperti MJO (Madden-Julian Oscillation) dan gelombang Rossby yang meningkatkan pembentukan awan konvektif,” jelas Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani, dalam keterangan resminya.

Fenomena MJO yang bergerak dari Samudra Hindia menuju wilayah Indonesia bagian barat membawa massa udara basah. Selain itu, adanya daerah pertemuan angin (konvergensi) di sepanjang garis ekuator juga memperkuat potensi hujan di beberapa lokasi. BMKG turut mewaspadai potensi angin kencang yang dapat menyertai hujan lebat tersebut, terutama di wilayah pesisir dan dataran tinggi.

Daftar 9 Wilayah dengan Potensi Hujan

Berdasarkan data prakiraan cuaca BMKG, berikut adalah 9 wilayah yang berpeluang besar mengalami hujan pada 10 Juli 2025:

No.WilayahIntensitas HujanWaspada Angin Kencang
1AcehSedang - LebatYa
2Sumatera UtaraSedang - LebatYa
3Sumatera BaratSedangPotensi
4RiauSedangTidak
5Kepulauan RiauSedang - LebatYa
6Kalimantan BaratSedangPotensi
7Kalimantan TengahRingan - SedangTidak
8PapuaSedang - LebatYa
9Papua BaratSedangPotensi

Sebaran wilayah tersebut didominasi oleh Indonesia bagian barat dan timur, sementara wilayah tengah seperti Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara masih berada dalam fase kering musim kemarau. BMKG mengimbau masyarakat di sembilan provinsi tersebut untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama yang bermukim di bantaran sungai atau daerah rawan longsor.

Faktor Pemicu Hujan di Musim Kemarau

Beberapa faktor meteorologis yang menyebabkan hujan di musim kemarau meliputi:

  • Madden-Julian Oscillation (MJO): Gelombang atmosfer yang bergerak ke timur dan membawa konveksi kuat, saat ini berada di fase 3-4 yang memengaruhi wilayah Indonesia barat.
  • Gelombang Rossby Ekuatorial: Menciptakan area perlambatan angin dan akumulasi uap air, memicu pembentukan awan Cumulonimbus.
  • Konvergensi Angin: Pertemuan massa udara dari belahan bumi utara dan selatan di sekitar ekuator meningkatkan labilitas atmosfer.
  • Suhu Muka Laut Hangat: Anomali suhu perairan di sekitar Sumatera dan Papua masih hangat, menambah pasokan uap air ke atmosfer.

Kondisi ini membuat musim kemarau tahun ini bersifat lebih basah dibandingkan rata-rata klimatologisnya. BMKG sebelumnya juga telah memprediksi bahwa kemarau 2025 akan lebih pendek dan lebih lembap akibat pengaruh fenomena La Nina lemah yang masih bertahan di Samudra Pasifik.

Dampak dan Langkah Antisipasi

Meskipun hujan di musim kemarau dapat membantu ketersediaan air bagi pertanian tadah hujan, BMKG memperingatkan potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir bandang dan tanah longsor di wilayah dengan kontur tanah labil. Intensitas hujan lebat yang turun dalam waktu singkat dapat memicu luapan sungai dan genangan di perkotaan yang sistem drainasenya kurang optimal.

Masyarakat diimbau untuk:

  1. Selalu memantau informasi cuaca terkini melalui aplikasi Info BMKG atau kanal resmi.
  2. Menghindari berteduh di bawah pohon besar atau papan reklame saat hujan disertai angin kencang.
  3. Membersihkan saluran air di lingkungan sekitar untuk mencegah sumbatan.
  4. Menyiagakan nomor darurat BPBD setempat jika terjadi kondisi darurat.
“Kami berharap masyarakat tidak panik, namun tetap siaga. Musim kemarau bukan berarti tanpa hujan, terutama di daerah yang secara klimatologis memiliki pola hujan ekuatorial seperti Sumatera bagian utara dan Papua,” pungkas Andri.

Dengan kewaspadaan dan antisipasi dini, potensi dampak negatif cuaca ekstrem di sembilan wilayah ini dapat diminimalkan. BMKG akan terus memperbarui prakiraan cuaca setiap 24 jam untuk memastikan informasi yang diterima publik tetap akurat.

[SOCIAL_TWEET]: ⚠️ Meski musim kemarau, BMKG peringatkan hujan di 9 wilayah hari ini. Cek daftar lengkapnya dan waspadai potensi angin kencang! #BMKG #CuacaEkstrem #InfoBencana[SOCIAL_TG]: 🌧️ BMKG: 9 Wilayah Berpotensi Hujan Hari Ini Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Kalbar, Kalteng, Papua, Papua Barat. Waspada angin kencang! Cek selengkapnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User