BMKG: 37 Gempa Susulan Guncang NTT, Dua Warga Maumere Tewas

Gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo yang mengguncang Kabupaten Nagekeo, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (15/8), telah menimbulkan serangkaian gempa susulan yang tercatat oleh Badan Met...

BMKG: 37 Gempa Susulan Guncang NTT, Dua Warga Maumere Tewas

Gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo yang mengguncang Kabupaten Nagekeo, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (15/8), telah menimbulkan serangkaian gempa susulan yang tercatat oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Hingga pukul 07.07 WIB, total 37 gempa susulan atau aftershock telah terjadi dengan rentang kekuatan 3,7 hingga 6,2 magnitudo. Dampak dari gempa utama dan susulan tersebut berakibat fatal di wilayah Maumere, Kabupaten Sikka, di mana dua orang warga dilaporkan meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan gedung di area Pelabuhan Lorens Say Maumere, serta lima orang lainnya mengalami luka-luka.

Deputi Bidang Geofisika BMKG, Helly Florida Riama, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan pemantauan intensif terhadap seluruh aktivitas seismik pascagempa utama. Berdasarkan hasil analisis data dari jaringan sensor BMKG, gempa susulan yang terekam memiliki variasi kekuatan yang signifikan, namun hanya satu gempa susulan yang dirasakan oleh masyarakat.

"Hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 37 gempa susulan dengan magnitudo 3,7 hingga 6,2, dan yang dirasakan berjumlah satu gempa," ujar Helly Florida Riama.

Menindaklanjuti perkembangan kondisi geofisika dan tinggi muka laut di wilayah terdampak, BMKG telah mengambil keputusan untuk mencabut peringatan dini tsunami yang sebelumnya dikeluarkan. Helly menegaskan bahwa pencabutan tersebut dilakukan setelah memastikan tidak ada lagi kenaikan permukaan air laut yang signifikan dan membahayakan bagi masyarakat pesisir.

"Dengan memperhatikan kondisi terkini dan tinggi muka laut di wilayah terdampak tidak ada lagi kenaikan air laut signifikan yang membahayakan, maka peringatan dini tsunami dinyatakan berakhir pada pukul 07.30 WIB," tegas Deputi Bidang Geofisika BMKG tersebut.

Korban Jiwa di Pelabuhan Lorens Say

Di wilayah Maumere, dampak gempa bumi berkekuatan besar tersebut menimbulkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur. Dua orang warga dilaporkan tewas setelah struktur bangunan di Pelabuhan Lorens Say Maumere ambruk dan menimpa korban. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Maumere, Fathur Rahman, memastikan timnya telah melakukan proses evakuasi dan identifikasi terhadap seluruh korban yang terdampak di lokasi kejadian.

Fathur menyatakan bahwa dari dua korban meninggal dunia tersebut, satu orang meninggal di rumah sakit setelah berhasil dievakuasi dari reruntuhan, sementara satu orang lagi ditemukan telah meninggal dunia di lokasi reruntuhan gedung.

"Satu meninggal di rumah sakit setelah dievakuasi dan yang satu meninggal ditemukan di reruntuhan gedung," kata Fathur Rahman.

Selain dua korban jiwa, peristiwa tersebut juga mengakibatkan lima orang lainnya mengalami luka-luka. Fathur menjelaskan bahwa saat gempa terjadi, ratusan calon penumpang sedang berada di ruang tunggu pelabuhan dalam kondisi ramai. Kehadiran massa tersebut berkaitan erat dengan jadwal kedatangan kapal Pelni yang hendak bersandar di pelabuhan pada waktu yang bersamaan dengan terjadinya gempa bumi.

"Saat gempa, kebetulan ada jadwal kapal Pelni yang mau sandar, sehingga ratusan calon penumpang berada di ruang tunggu pelabuhan," ujar Kepala SAR Maumere.

Status Peringatan dan Kondisi Pascagempa

Pencabutan peringatan tsunami oleh BMKG menjadi bagian dari protokol mitigasi bencana yang diterapkan secara berjenjang. Keputusan tersebut disahkan setelah dilakukan verifikasi lapangan terkait kondisi pasang surut air laut di sepanjang pesisir NTT. Helly menegaskan bahwa status kewaspadaan terhadap ancaman gelombang besar telah berakhir, namun masyarakat dihimbau untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan yang mungkin masih terjadi dalam periode pascagempa.

Dari sisi tanggap darurat, tim SAR Maumere bersama instansi terkait terus melakukan assesmen di sejumlah titik yang dilaporkan terdampak. Fathur menyatakan bahwa upaya pencarian dan pertolongan di sekitar Pelabuhan Lorens Say telah dilaksanakan dengan memperhatikan keselamatan tim dan potensi risiko dari aktivitas tektonik yang masih berlangsung. Proses evakuasi korban luka maupun identifikasi kerusakan bangunan dilakukan secara bertahap untuk meminimalkan risiko tambahan.

Rekomendasi dan Langkah Ke Depan

Pihak berwenang menyatakan akan terus memantau perkembangan kondisi geofisika di wilayah NTT secara real-time. BMKG dalam rapat koordinasi internal telah menegaskan komitmennya untuk menyampaikan informasi peringatan dini secara cepat dan akurat kepada pemerintah daerah serta masyarakat. Langkah tersebut diambil untuk memastikan bahwa setiap aktivitas seismik yang berpotensi membahayakan dapat segera ditindaklanjuti dengan kebijakan evakuasi atau mitigasi yang tepat.

Sementara itu, Fathur Rahman menambahkan bahwa tim SAR akan terus berkoordinasi dengan pihak pelabuhan dan instansi kesehatan untuk menangani korban luka serta memastikan akses jalur evakuasi tetap terbuka. Menurutnya, kerusakan di Pelabuhan Lorens Say Maumere menjadi perhatian serius karena area tersebut merupakan titik konsentrasi masyarakat yang tinggi, terutama pada saat jadwal keberangkatan dan kedatangan kapal. Ia menegaskan bahwa proses evakuasi dan pendataan korban akan terus dilakukan secara menyeluruh sesuai dengan prosedur operasional standar yang berlaku.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
rizky-amelia

Reporter Senior. Meliput dinamika politik nasional, kebijakan publik, dan isu parlemen selama 8 tahun. Alumni FISIP UI.

Comments (0)

User