Sep 16, 2026
Nasional

Biksu Senior di Thailand Ditangkap Terkait Korupsi dan Skandal Seks

BANGKOK — Kepolisian Kerajaan Thailand resmi menahan seorang biksu senior setelah terbukti terlibat dalam kasus dugaan penggelapan dana kuil bernilai fanta

Biksu Senior di Thailand Ditangkap Terkait Korupsi dan Skandal Seks

BANGKOK — Kepolisian Kerajaan Thailand resmi menahan seorang biksu senior setelah terbukti terlibat dalam kasus dugaan penggelapan dana kuil bernilai fantastis serta skandal seksual yang mencoreng institusi keagamaan negara tersebut. Penangkapan ini dilakukan oleh Divisi Penindakan Kejahatan (CSD) Kepolisian Thailand menyusul penyelidikan mendalam terkait penyalahgunaan wewenang dan pelanggaran aturan monastik.

Dalam operasi penegakan hukum tersebut, pihak berwenang menyita berbagai barang bukti terkait aliran dana kuil yang diselewengkan sebesar Rp53 miliar (atau setara lebih dari 120 juta Baht Thailand). Kasus ini memicu kemarahan publik mengingat status terduga pelaku yang sebelumnya dihormati luas oleh komunitas umat Buddha setempat.

Kronologi Penyelidikan dan Penangkapan

Pengungkapan kasus ini bermula dari laporan transparansi keuangan internal kuil yang menunjukkan adanya ketidakwajaran pembukuan sumbangan umat selama beberapa tahun terakhir. Polisi kemudian menelusuri transaksi perbankan dan menemukan indikasi kuat pengalihan aset suci untuk kepentingan pribadi.

  1. Tahap Penelusuran: Petugas Biro Investigasi Pusat (CIB) mendapati transaksi mencurigakan dari rekening yayasan kuil ke sejumlah rekening bank pribadi yang terafiliasi dengan pihak ketiga.
  2. Penggerebekan Aset: Tim gabungan kepolisian melakukan penggeledahan di beberapa lokasi tersembunyi, termasuk properti mewah yang diduga dibeli menggunakan uang hasil penggelapan.
  3. Penetapan Tersangka: Biksu senior tersebut langsung dicopot status kebiaraannya (defrocked) secara resmi oleh otoritas keagamaan sebelum ditahan dan diproses pidana.
"Kami tidak akan mentolerir segala bentuk penyalahgunaan dana keagamaan maupun pelanggaran moral yang merusak kepercayaan umat. Penegakan hukum berlaku setara bagi siapa pun," tegas perwakilan Biro Investigasi Pusat Thailand dalam konferensi pers di Bangkok.

Modus Pengalihan Dana dan Pelanggaran Selibat

Berdasarkan hasil investigasi forensik finansial, pelaku menggunakan modus manipulasi laporan donasi pembangunan fasilitas kuil dan pemeliharaan tempat ibadah. Uang yang terkumpul dialirkan secara bertahap untuk membiayai gaya hidup mewah, kepemilikan aset properti, serta diberikan kepada perempuan yang diduga memiliki hubungan asmara terlarang dengannya.

Pelanggaran sumpah selibat—yang merupakan pilar utama disiplin kebiaraan (Vinaya)—menjadi faktor pemberat yang mempercepat sanksi defrocking. Kepolisian juga mengamankan sejumlah barang bukti penting, di antaranya:

  • Buku rekening bank dan dokumen transaksi senilai Rp53 miliar.
  • Sertifikat kepemilikan tanah dan bangunan yang diatasnamakan kerabat dekat.
  • Kendaraan roda empat kategori premium yang disembunyikan di luar area vihara.
  • Bukti digital rekaman komunikasi yang mengonfirmasi keterlibatan skandal asmara.

Langkah Tegas Reformasi Monastik Thailand

Skandal ini kembali mendorong desakan publik agar Dewan Sangha Tertinggi Thailand memperketat audit keuangan di seluruh kuil di penjuru negeri. Kasus korupsi dana umat yang berulang kali terjadi dinilai memerlukan sistem transparansi digital terpusat agar pengawasan donasi publik dapat dipantau secara langsung dan akuntabel.

Kini, mantan biksu tersebut menghadapi dakwaan berlapis, termasuk pasal penggelapan dana publik, pencucian uang, dan penyalahgunaan wewenang, dengan ancaman hukuman penjara puluhan tahun sesuai hukum pidana Thailand.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS putri-anggraini

Fact Checker Politik. Memverifikasi klaim publik, pidato pejabat, dan informasi viral. Anggota jaringan cek fakta Indonesia.

Comments (0)

User