Bentrokan Dua Kelompok Massa di Menteng, 25 Orang Diamankan
JAKARTA — Bentrokan antara dua kelompok massa terjadi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pada Kamis, 13 Juli 2025. Insiden yang berlangsung sekitar pukul 13.00 WIB ini mengakibatkan tiga anggota kep...
JAKARTA — Bentrokan antara dua kelompok massa terjadi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pada Kamis, 13 Juli 2025. Insiden yang berlangsung sekitar pukul 13.00 WIB ini mengakibatkan tiga anggota kepolisian mengalami luka ringan dan belasan kendaraan rusak. Aparat Kepolisian Resor Metro Jakarta Pusat mengamankan sedikitnya 25 orang yang diduga sebagai pemicu kericuhan.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Pusat, Ajun Komisaris Besar Polisi Dedy Supriyadi, dalam keterangan pers di lokasi kejadian menyatakan bahwa bentrokan dipicu oleh aksi saling ejek yang berujung pada pelemparan batu dan benda keras lainnya. "Kami masih mendalami apakah ini bagian dari konflik yang lebih terstruktur atau sekadar gesekan spontan antar simpatisan dua kelompok berbeda," ujarnya.
Peristiwa ini terjadi tepat di simpang Jalan HOS Cokroaminoto dan Jalan Menteng Raya, tidak jauh dari sejumlah gedung perkantoran dan kawasan permukiman elite. Bentrokan turut menyebabkan kepanikan di kalangan pekerja kantoran yang sedang beristirahat siang. Beberapa saksi mata menyebutkan sempat terjadi aksi bakar ban di tengah jalan hingga asap hitam membubung tinggi.
Kronologi dan Eskalasi Bentrokan
Berdasarkan keterangan polisi yang dihimpun di lapangan, massa pertama yang berjumlah sekitar 200 orang sebelumnya menggelar aksi penyampaian pendapat di depan sebuah gedung instansi pemerintah. Mereka menuntut pencabutan sebuah regulasi daerah yang dinilai memberatkan biaya operasional usaha kecil menengah. Sementara itu, kelompok kedua tiba di lokasi yang berdekatan sekitar pukul 12.30 WIB dengan membawa spanduk dukungan terhadap kebijakan yang sama.
Ketegangan mulai meningkat ketika kedua kelompok saling berhadapan di persimpangan jalan. Petugas kepolisian yang telah bersiaga sejak pagi segera membentuk barikade untuk memisahkan kedua kubu. Namun, upaya mediasi yang dilakukan oleh personel Sabhara tidak membuahkan hasil. "Kami sudah berulang kali mengimbau melalui pengeras suara agar massa tetap tenang dan tidak terprovokasi, tetapi situasi di lapangan sangat dinamis dan cepat berubah," kata Kepala Bagian Operasional Polres Metro Jakarta Pusat, Komisaris Polisi Andi Purnomo.
Sekitar pukul 13.15 WIB, seorang dari kelompok pertama melemparkan botol mineral ke arah kelompok lawan yang langsung dibalas dengan lemparan batu. Dalam waktu singkat, bentrokan melebar dan melibatkan puluhan orang dari masing-masing pihak. Tiga anggota polisi yang berada di garis depan barikade terkena lemparan batu dan mengalami luka robek di bagian kepala dan lengan. Mereka segera dievakuasi ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo untuk mendapatkan perawatan medis. Hingga berita ini diturunkan, kondisi ketiga anggota tersebut dilaporkan stabil.
Tindakan Kepolisian dan Barang Bukti
Merespons eskalasi yang semakin tidak terkendali, Polres Metro Jakarta Pusat mengerahkan dua peleton tambahan dari Satuan Brimob Polda Metro Jaya. Aparat kemudian membubarkan massa secara paksa dengan tembakan gas air mata dan water cannon pada pukul 14.05 WIB. Proses pembubaran berlangsung kurang lebih 30 menit. Massa yang berlarian ke berbagai arah sempat menyebabkan kemacetan parah di Jalan Diponegoro, Jalan Imam Bonjol, dan kawasan Bundaran Hotel Indonesia.
Sebanyak 25 orang diamankan dan langsung dibawa ke Markas Polres Metro Jakarta Pusat untuk menjalani pemeriksaan. "Puluhan yang diamankan ini terindikasi sebagai provokator dan pelaku pengrusakan. Kami akan memproses sesuai hukum yang berlaku. Barang bukti yang disita antara lain empat buah bom molotov rakitan, puluhan batu, kayu balok, satu senjata tajam jenis celurit, serta lima unit sepeda motor yang terbakar," jelas Ajun Komisaris Besar Polisi Dedy Supriyadi.
Hasil penyelidikan sementara menunjukkan bahwa setidaknya delapan dari yang diamankan merupakan residivis kasus kekerasan jalanan dan memiliki catatan keterlibatan dalam sejumlah bentrokan serupa di wilayah Jakarta Pusat pada tahun 2024. Polisi juga tengah menelusuri kemungkinan adanya aktor intelektual yang sengaja memanfaatkan massa aksi untuk menciptakan kekacauan.
Kondisi Terkini dan Dampak Lalu Lintas
Pukul 15.30 WIB, situasi di sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP) telah dinyatakan kondusif. Meski demikian, petugas kepolisian masih melakukan penjagaan ketat di sejumlah titik strategis untuk mengantisipasi potensi bentrokan susulan. Garis polisi dipasang di sepanjang 100 meter dari pusat bentrokan untuk keperluan olah TKP oleh Tim Identifikasi Reserse Mobile.
Arus lalu lintas yang sebelumnya macet total mulai berangsur normal setelah petugas Dinas Perhubungan DKI Jakarta dan Satuan Lalu Lintas Polres Jakarta Pusat melakukan pengalihan dan rekayasa lalu lintas. Transjakarta sempat mengalihkan rute koridor 1 (Blok M – Kota) dan koridor 6 (Ragunan – Dukuh Atas) yang melintasi Jalan Thamrin dan Jalan Medan Merdeka Barat. Pukul 16.00, rute tersebut kembali beroperasi normal.
Kepala Kepolisian Resor Metro Jakarta Pusat, Komisaris Besar Polisi Wisnu Wijaya, dalam keterangannya menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentoleransi tindakan anarkis yang mengganggu ketertiban umum. "Kami mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat agar menahan diri dan menyelesaikan perbedaan secara damai. Negara menjamin kebebasan berpendapat, tetapi tidak akan segan menindak tegas siapapun yang mengedepankan aksi brutalisasi," ujarnya.
Hingga malam ini, Tim Kedokteran dan Kesehatan Kepolisian masih mendata warga sipil yang terluka. Laporan awal menyebutkan tujuh warga mengalami luka ringan akibat terkena serpihan kaca dan batu, dan telah mendapat perawatan di Puskesmas Kecamatan Menteng. Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa ini. Pemeriksaan mendalam terhadap para pihak yang diamankan masih berlangsung secara intensif di Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Pusat.
Comments (0)