Oct 05, 2026
Politik

Basarnas Jelaskan Proses Pencarian Korban KM Virgo

Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menegaskan bahwa proses pencarian dan pertolongan terhadap korban kapal motor Virgo dilakukan secara terkoordinasi berdasarkan tahapan standar opera...

Basarnas Jelaskan Proses Pencarian Korban KM Virgo

Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menegaskan bahwa proses pencarian dan pertolongan terhadap korban kapal motor Virgo dilakukan secara terkoordinasi berdasarkan tahapan standar operasi pencarian dan pertolongan, dengan fokus utama untuk menemukan seluruh korban, pada tanggal 1 Januari 2025, di wilayah perairan yang menjadi lokasi kejadian, melalui kerja sama dengan berbagai instansi terkait, untuk menjawab kebutuhan pertolongan secepat dan seteliti mungkin.

Tahapan Awal Penanganan Kejadian

Berdasarkan penjelasan yang disampaikan oleh Kepala Pusat Operasi Basarnas, Mayjen TNI (Mar) Nurhidayat, dalam keterangan resmi pada tanggal 1 Januari 2025, Basarnas menindaklanjuti laporan kejadian tenggelamnya kapal motor Virgo dengan segera mengaktifkan posko pencarian dan pertolongan. Tahapan awal yang ditetapkan meliputi penerimaan informasi, verifikasi lokasi kejadian, penentuan sektor pencarian, serta pelaksanaan peringatan dini kepada seluruh unsur yang terlibat dalam operasi.

"Setiap laporan musibah di perairan yang masuk ke dalam kewenangan Basarnas akan langsung diverifikasi untuk menentukan skala operasi, sumber daya yang dibutuhkan, serta sektor prioritas pencarian,"
menyatakan Kepala Pusat Operasi Basarnas, Mayjen TNI (Mar) Nurhidayat.

Pada tahap ini, Basarnas juga menegaskan bahwa penentuan sektor pencarian tidak dapat dilakukan secara sembarangan, melainkan berdasarkan data posisi terakhir kapal, arah arus, kecepatan angin, pasang surut air laut, serta waktu kejadian yang dilaporkan. Faktor-faktor tersebut ditetapkan sebagai acuan dalam menentukan luas sektor pencarian awal seluas 64,00 mil laut persegi untuk tahap pertama operasi, sesuai dengan perhitungan yang dilakukan oleh Tim Analisis Pencarian dan Pertolongan Basarnas pada tanggal 1 Januari 2025. Perhitungan ini menjadi dasar bagi keputusan untuk mengerahkan unsur darat, laut, dan udara ke dalam operasi terpadu.

Pelaksanaan Operasi Terpadu di Lapangan

Dalam pelaksanaan operasi, Basarnas melaksanakan Rapat Koordinasi secara berkala untuk menilai perkembangan pencarian. Berdasarkan UU Nomor 29 Tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan, Basarnas bertindak sebagai koordinator nasional dalam operasi pencarian dan pertolongan, sehingga seluruh unsur yang terlibat berada di bawah satu komando koordinasi untuk menghindari tumpang tindih tugas. Unsur-unsur yang dilibatkan dalam operasi pencarian korban kapal motor Virgo meliputi 3 unit kapal pencarian dan pertolongan, 1 unit helikopter Basarnas, serta personel dari instansi terkait yang berjumlah lebih dari 50 orang, yang seluruhnya dikerahkan ke lokasi operasi pada tanggal 1 Januari 2025.

Direktur Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, Brigjen TNI (Mar) Rasman MS, menegaskan bahwa operasi dilaksanakan secara bertahap dengan memprioritaskan area dengan kemungkinan terbesar ditemukannya korban.

"Prioritas kami adalah area yang berada pada jalur pergerakan kapal berdasarkan data posisi terakhir, dengan mempertimbangkan pola arus dan waktu tenggelam yang telah diverifikasi oleh tim ahli,"
menyatakan Direktur Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, Brigjen TNI (Mar) Rasman MS. Seluruh pencarian dilaksanakan dengan memperhatikan keselamatan personel, mengingat kondisi cuaca di wilayah perairan lokasi kejadian pada tanggal 1 Januari 2025 yang tercatat memiliki kecepatan angin rata-rata 15 knot dengan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter. Kondisi tersebut menjadi pertimbangan dalam keputusan untuk menyesuaikan jam terbang dan pelayaran selama operasi berlangsung.

Koordinasi dan Perluasan Sektor Pencarian

Seiring berjalannya waktu, Basarnas menindaklanjuti hasil evaluasi yang disampaikan dalam Rapat Koordinasi pada tanggal 2 Januari 2025 untuk memperluas sektor pencarian. Evaluasi tersebut dilakukan berdasarkan temuan lapangan, hasil pemantauan citra, laporan dari kapal yang melintas, serta analisis ulang terhadap pola hanyut. Berdasarkan keputusan hasil rapat tersebut, luas sektor pencarian ditetapkan untuk diperluas menjadi 96,00 mil laut persegi, dengan pembagian sektor yang dibagi secara rinci kepada masing-masing unsur yang terlibat. Hal ini dilakukan untuk memastikan seluruh area yang berpotensi menjadi lokasi korban telah tercakup secara sistematis.

Kepala Pusat Operasi Basarnas, Mayjen TNI (Mar) Nurhidayat, menegaskan pentingnya koordinasi lintas instansi dalam proses ini, mengingat operasi pencarian dan pertolongan memerlukan data dan sumber daya yang beragam.

"Tanpa koordinasi yang terintegrasi, upaya pencarian tidak akan berjalan efektif. Oleh karena itu, kami terus memantau setiap perkembangan dan menyesuaikan sektor berdasarkan data terbaru,"
menyatakan Kepala Pusat Operasi Basarnas, Mayjen TNI (Mar) Nurhidayat. Koordinasi ini meliputi pertukaran informasi posisi, pembagian wilayah tugas, serta sinkronisasi jadwal operasi antar unsur, yang seluruhnya dicatat dan dievaluasi dalam setiap Pleno Operasi yang diselenggarakan oleh Posko Terpadu Basarnas.

Komitmen Terhadap Penemuan Korban

Basarnas menegaskan bahwa hingga pelaksanaan evaluasi pada tanggal 2 Januari 2025, operasi pencarian korban kapal motor Virgo masih dilaksanakan secara aktif dengan mengacu pada tahapan yang telah ditetapkan. Seluruh sumber daya yang telah dikerahkan akan tetap difokuskan pada upaya pencarian, dengan penyesuaian terhadap kondisi cuaca dan perkembangan data lapangan.

Dalam upaya tersebut, Basarnas juga menegaskan bahwa setiap informasi yang berpotensi membantu pencarian akan segera diverifikasi dan ditindaklanjuti oleh tim di lapangan. Komitmen ini ditegaskan secara berulang dalam setiap Rapat Koordinasi untuk memastikan bahwa proses pencarian dilaksanakan secara ketat, terukur, dan berorientasi pada temuan korban. Dengan berpedoman pada prosedur resmi dan kerja sama terpadu, Basarnas menyatakan bahwa operasi akan terus dilanjutkan sesuai dengan kebutuhan lapangan hingga seluruh upaya pencarian yang diperlukan telah dilaksanakan secara tuntas.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS bagus-nugroho

Reporter Kebijakan Publik. Fokus pada APBN, otonomi daerah, dan reformasi birokrasi.

Comments (0)

User