Sep 20, 2026
Nasional

Bapeten Proyeksikan PLTN Menyumbang 14,2 Persen Listrik Nasional

Komitmen Pemerintah Indonesia dalam mengakselerasi transisi energi bersih dan mencapai target Net Zero Emission (NZE) terus menempuh berbagai jalur strateg

Bapeten Proyeksikan PLTN Menyumbang 14,2 Persen Listrik Nasional

Komitmen Pemerintah Indonesia dalam mengakselerasi transisi energi bersih dan mencapai target Net Zero Emission (NZE) terus menempuh berbagai jalur strategis. Salah satu opsi energi rendah karbon yang kini menjadi perhatian utama adalah Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) memperkirakan bahwa PLTN bakal menyumbang sekitar 14,2 persen dari total pasokan listrik nasional dalam skenario strategi dekarbonisasi jangka panjang.

Langkah ini dinilai menjadi bagian vital dari diversifikasi sumber daya energi nasional untuk menggantikan ketergantungan pada energi fosil, khususnya batu bara. Integrasi energi nuklir ke dalam sistem ketenagalistrikan nasional diproyeksikan mampu menjaga ketahanan energi nasional sekaligus menekan emisi gas rumah kaca secara signifikan.

Strategi Dekarbonisasi dan Transisi Energi Nasional

Dalam rencana peta jalan transisi energi Indonesia menuju pertengahan abad ini, beban kebutuhan listrik nasional diperkirakan akan melonjak pesat seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan akselerasi industrialisasi. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut tanpa merusak lingkungan, pemerintah memetakan bauran energi terbarukan dan energi rendah emisi secara terukur.

PLTN dipandang sebagai solusi penyedia energi beban dasar (baseload) yang sangat andal. Hal ini disebabkan oleh kemampuannya beroperasi secara kontinu dan stabil tanpa terpengaruh oleh faktor cuaca, berbeda dengan sumber energi terbarukan seperti tenaga surya dan angin yang bersifat intermiten.

"Pemanfaatan energi nuklir dalam peta jalan dekarbonisasi nasional diproyeksikan memberikan kontribusi hingga 14,2 persen bagi pemenuhan listrik nasional. Bapeten bertugas memastikan seluruh proses perencanaan, lokasi tapak, hingga pengoperasian berjalan sesuai standar keselamatan tertinggi," tegas perwakilan Bapeten.

Pengawasan Ketat dan Kesiapan Teknologi Nuklir

Sebagai instansi pembina dan pengawas pemanfaatan tenaga nuklir di Indonesia, Bapeten terus menyiapkan infrastruktur regulasi serta sistem pengawasan yang komprehensif. Pengawasan ketat ini mencakup tiga pilar utama, yaitu keselamatan (safety), keamanan (security), serta pengamanan bahan nuklir (safeguards).

Beberapa teknologi modern kini tengah dikaji untuk diterapkan di Indonesia, termasuk opsi reaktor modular kecil atau Small Modular Reactor (SMR). Teknologi SMR menawarkan tingkat fleksibilitas tinggi, fitur keselamatan pasif yang lebih modern, serta kebutuhan lahan yang jauh lebih efisien dibandingkan pembangkit nuklir skala besar konvensional.

Berikut adalah beberapa poin penting terkait peranan dan kesiapan PLTN dalam sistem ketenagalistrikan Indonesia:

  • Target Kontribusi: Diproyeksikan menyumbang 14,2 persen pasokan listrik nasional dalam skenario dekarbonisasi.
  • Peran Strategis: Menjadi penyedia energi beban dasar (baseload) yang stabil untuk mendampingi energi terbarukan.
  • Pengawasan Regulasi: Mengacu pada standar ketat Organisasi Energi Atom Internasional (IAEA) di bawah pengawasan Bapeten.
  • Teknologi Modern: Penjajakan penggunaan teknologi Small Modular Reactor (SMR) yang adaptif dan aman.

Tantangan Persepsi Publik dan Pengelolaan Limbah

Rencana pembangunan PLTN di tanah air tentu bukan tanpa tantangan. Salah satu hambatan terbesar yang dihadapi pemerintah adalah tingkat penerimaan publik terhadap isu keselamatan serta penanganan limbah radioaktif. Banyak masyarakat yang masih memiliki kekhawatiran terkait potensi risiko kecelakaan nuklir.

Oleh karena itu, Bapeten bersama kementerian terkait terus mengedepankan transparansi publik, edukasi berkelanjutan, serta penentuan lokasi tapak PLTN yang teruji aman dari potensi bencana geologi seperti gempa bumi dan tsunami. Melalui regulasi ketat dan komitmen pada keselamatan hayati, pengembangan komersial PLTN di Indonesia diharapkan dapat menjadi pilar energi masa depan yang aman, efisien, dan ramah lingkungan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS tania-sari

Reporter Hukum. Meliput Mahkamah Konstitusi, judicial review, dan dinamika legislasi.

Comments (0)

User