Bank Indonesia Tegal Ganti Uang Rusak Warga Batang Rp1,51 Miliar

TEGAL — Lembaran demi lembaran uang Rupiah yang lusuh, sebagian robek dan berbau lumpur, diteliti satu per satu oleh petugas Kantor Perwakilan Bank Indones

Jul 08, 2026 - 03:25
0 0

TEGAL — Lembaran demi lembaran uang Rupiah yang lusuh, sebagian robek dan berbau lumpur, diteliti satu per satu oleh petugas Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tegal. Di hadapan mereka, ratusan bundel uang kertas dalam kondisi memprihatinkan—sisa-sisa dari rumah seorang warga Kabupaten Batang yang terendam banjir rob. Di tengah suasana yang sarat keprihatinan, Bank Indonesia Tegal memastikan hak warga untuk mendapatkan penggantian uang layak edar tetap terpenuhi.

Pemilik uang tersebut adalah Ida Murlija, warga Jalan Yos Sudarso, Kecamatan/Kabupaten Batang. Rumahnya terendam air rob, merendam seluruh simpanan uang tunai miliknya. Setelah mengetahui adanya layanan penukaran uang Rupiah rusak di Bank Indonesia, Ida mendaftar melalui aplikasi PINTAR di laman https://pintar.bi.go.id dan mengajukan penukaran dengan total nominal sekitar Rp1,54 miliar.

Proses Penelitian dan Penetapan Nilai Ganti

Setelah pengajuan diterima, petugas Bank Indonesia Tegal melakukan penelitian menyeluruh terhadap setiap lembar uang. Tujuannya: memastikan keaslian dan menentukan nilai penggantian sesuai ketentuan yang berlaku. Hasilnya, dari total yang diajukan, uang yang memenuhi syarat penggantian tercatat sebesar Rp1,51 miliar. Jumlah tersebut telah diganti dengan uang Rupiah layak edar dan diserahkan kepada Ida Murlija.

"Tidak seluruh uang rusak dapat langsung diganti. Penggantian hanya diberikan untuk uang Rupiah asli dan memenuhi persyaratan, antara lain kondisi fisik uang masih tersisa lebih dari dua pertiga ukuran aslinya, ciri-ciri keasliannya masih dapat dikenali, serta merupakan satu kesatuan atau dapat dibuktikan berasal dari satu lembar uang yang sama," ucap Bimala, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tegal.

Pernyataan Bimala menegaskan bahwa tidak semua uang rusak otomatis mendapat penggantian penuh. Setiap lembar harus melalui verifikasi ketat, sehingga selisih antara nominal yang diajukan dan yang diganti menjadi konsekuensi logis dari proses tersebut.

Ketentuan dan Akses Layanan Penukaran

Layanan penukaran uang rupiah rusak merupakan salah satu bentuk pelayanan rutin Bank Indonesia. Kantor Perwakilan Tegal melayani penukaran setiap hari Selasa dan Kamis melalui sistem pemesanan terlebih dahulu di aplikasi PINTAR. Masyarakat dapat memilih lokasi layanan, tanggal, dan jam penukaran yang tersedia.

Bimala menekankan bahwa layanan ini bersifat terbuka, mudah diakses, dan tidak dipungut biaya sepanjang memenuhi persyaratan. Masyarakat didorong untuk memanfaatkannya sebagai wujud kepedulian terhadap uang Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara.

Imbauan Pencegahan Kerusakan Uang

Insiden banjir rob di Batang menjadi pengingat pentingnya melindungi uang dan dokumen berharga. Bank Indonesia mengimbau masyarakat menyimpan uang Rupiah di tempat yang aman untuk meminimalkan risiko kerusakan akibat banjir, kebakaran, maupun bencana lainnya.

"Masyarakat juga didorong untuk memanfaatkan layanan perbankan sebagai sarana penyimpanan dana yang lebih aman dan terlindungi, serta semakin mengoptimalkan penggunaan instrumen pembayaran non-tunai, seperti transfer bank, uang elektronik, dan QRIS, sebagai alternatif pembayaran yang cepat, mudah, aman, dan andal," jelas Bimala.

Pernyataan ini menegaskan komitmen Bank Indonesia tidak hanya memulihkan nilai uang yang rusak, tetapi juga mendorong budaya penyimpanan dan transaksi yang lebih modern dan aman di tengah masyarakat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User